SEMARANG – Bukan sekadar sambutan awal, semangat berbagai di Bandara Jenderal Ahmad Yani Semarang benar-benar dijalankan selama bulan puasa. Sebanyak 3.000 box takjil gratis dibagikan khusus kepada penumpang di area keberangkatan dan kedatangan menjelang waktu berbuka.
General Manager Bandara Jenderal Ahmad Yani Semarang, Sulistyo Yulianto, menegaskan bahwa program bertajuk “Bersama Ciptakan Ramadan Penuh Makna” ini merupakan komitmen layanan selama Ramadan berlangsung.

“Kami ingin memastikan penumpang yang sedang dalam perjalanan atau menunggu jadwal penerbangan tetap bisa berbuka dengan nyaman. Makanya pembagian takjil kami lakukan secara bertahap di area keberangkatan dan kedatangan selama periode puasa,” ujarnya, Selasa (24/2/2026).
Penumpang Jakarta “Baru Turun Langsung Dapat Takjil”
Lois Mubarak (34), penumpang asal Jakarta yang baru tiba di Semarang, mengaku terkejut sekaligus senang dengan perhatian di bandara.

“Baru turun pesawat, belum sempat cari makan, eh langsung ditawarin takjil sama petugas. Ini kaget happy banget. Biasanya kalau traveling pas puasa tuh suka deg-degan kalau waktunya mepet magrib. Di sini malah disediain. Rasanya perjalanan jadi lebih berkah. Semoga Bandara Ahmad Yani makin ramah dan selalu diingat orang,” tuturnya.
Bukan Cuma Takjil, Suasana Religi Juga Dihadirkan
Tak hanya berbagi takjil, manajemen bandara juga menghadirkan pertunjukan musik Islami di area Exhibition Hall. Lantunan lagu-lagu religi diharapkan mampu memberikan kenyamanan dan ketenangan bagi para pengguna jasa selama berada di bandara.

Fasilitas ibadah pun menjadi perhatian khusus. Masjid Baitussalam dan musala di lingkungan bandara dipastikan dalam kondisi bersih dan nyaman, dilengkapi perlengkapan salat yang memadai serta pengelolaan kebersihan optimal. Hal ini dilakukan agar penumpang dapat menjalankan ibadah dengan khusyuk di tengah aktivitas perjalanan.
Pelayanan yang Tak Hanya Soal Operasional
Dengan daya tampung terminal mencapai 6,9 juta penumpang per tahun, Bandara Ahmad Yani Semarang terus berbenah. Namun yang menarik, program Ramadan ini menunjukkan bahwa pelayanan publik tak selalu soal infrastruktur megah, tapi juga kepekaan terhadap kebutuhan pengguna jasa, khususnya mereka yang harus menempuh perjalanan di bulan puasa.
Catatan Redaksi
Ramadan mengajarkan banyak hal. Salah satunya, bahwa berbagi tak harus menunggu kaya, dan pelayanan tak selalu soal gedung megah. Di Bandara Ahmad Yani, 3.000 kotak takjil menjadi jembatan kecil yang membuat perjalanan di bulan puasa terasa lebih ringan.
Lois mungkin hanya singgah beberapa jam, tapi pengalamannya merekam pesan penting, bahwa di bandara sekalipun, kehangatan Ramadan bisa hadir. Bukan soal siapa yang memberi, tapi bagaimana kita semua, pengelola dan penumpang, saling menjaga kenyamanan di bulan yang penuh berkah.
Selamat menjalani ibadah puasa. Semoga perjalanan Anda selalu lancar dan penuh makna.



