Menu ✖

Mode Gelap

Jelang Ramadan, 227 Gerakan Pangan Murah Siap Digelar di Jateng

26 Feb 2026 · 14:08 WIB ·


					Deputy Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Tengah, Andi Reina Sari. Perbesar

Deputy Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Tengah, Andi Reina Sari.

Semarang – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah bersiap mengintensifkan pelaksanaan Gerakan Pangan Murah (GPM) menjelang Ramadan. Sebanyak 227 titik pelaksanaan telah direncanakan tersebar di seluruh kabupaten dan kota di Jawa Tengah sebagai upaya menjaga stabilitas harga dan memastikan ketersediaan bahan pokok bagi masyarakat.

Deputy Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Tengah, Andi Reina Sari, mengatakan langkah tersebut merupakan tindak lanjut dari rapat koordinasi bersama pemerintah daerah, termasuk arahan langsung dari Gubernur Jawa Tengah.

“Jadi kita akan gencar melaksanakan Gerakan Pangan Murah di beberapa lokasi, dan hingga saat ini direncanakan selama Ramadan ini akan dilakukan 227 kali di seluruh Kabupaten dan Kota. Seluruh Kabupaten Kota juga sudah mendaftarkan pelaksanaan GPM-nya, karena dari sini nanti Pemprov juga akan memberikan subsidi terkait distribusinya,” ujar Andi dalam Konferensi Pers di Kantor BI Provinsi Jawa Tengah pada Rabu (25/2).

Menurutnya, berdasarkan pantauan terbaru, harga beras relatif masih terkendali. Namun, komoditas cabai dan bawang merah mengalami tekanan akibat faktor cuaca yang sulit diprediksi dalam beberapa waktu terakhir.

“Kendala cuaca dengan curah hujan yang tinggi membuat panen jadi susah. Selain itu, kualitas panen juga terpengaruh karena kondisi yang sangat lembap. Untuk bawang merah, ini memengaruhi proses pengeringan, sehingga pasokan agak berkurang dan akhirnya berdampak pada harga bawang merah maupun cabai di pasar,” jelasnya.

Meski demikian, Andi menyebutkan bahwa stok cabai di tingkat lahan sebenarnya cukup melimpah. Permasalahan utama terletak pada proses panen yang terkendala kondisi cuaca ekstrem.

“Kalau kemarin kita sempat keliling di beberapa sentra cabai, sebenarnya cabainya banyak di lahan. Hanya saja memang terkendala saat panennya,” katanya.

Andi menegaskan, jadwal pasti pelaksanaan GPM akan ditetapkan secara fleksibel dengan mempertimbangkan perkembangan harga di lapangan. Pemerintah daerah bersama tim pengendali inflasi terus memantau dinamika pasar sebelum menentukan waktu intervensi.

“Jadwalnya belum bisa kita sampaikan sekarang karena kita terus memantau perkembangan harga. Begitu ada indikasi kenaikan, GPM akan langsung ditetapkan waktunya. Kita juga mengantisipasi agar informasi ini tidak dimanfaatkan untuk hal-hal yang tidak kita harapkan,” ujarnya.

Menjelang Ramadan, peningkatan permintaan bahan pokok memang menjadi siklus tahunan yang sulit dihindari. Namun, Andi optimistis kecukupan pasokan tetap dapat dijaga melalui koordinasi intensif antara pemerintah daerah, Bank Indonesia, dan seluruh pemangku kepentingan.

“Mudah-mudahan kenaikan permintaan bisa kita imbangi. Insyaallah terkait kecukupan pasokan juga bisa terus kita upayakan,” pungkasnya.

Artikel ini telah dibaca 0 kali

badge-check

Penulis

Bagikan ke WhatsApp Bagikan ke Facebook Bagikan ke Line Salin tautan artikel
Baca Lainnya

Gugatan Penghapusan Kredit Dinilai Keliru, Dika Dituntut Ganti Rugi Korban

22 Oktober 2026 - 09:03 WIB

Gugatan Penghapusan Kredit Dinilai Keliru, Dika Dituntut Ganti Rugi Korban

Ahmad Luthfi: Semangat Resolusi Jihad Harus Berlanjut Melawan Kemiskinan

22 Oktober 2026 - 08:12 WIB

Ahmad Luthfi: Semangat Resolusi Jihad Harus Berlanjut Melawan Kemiskinan

Porprov Jateng 2026 Libatkan Ribuan Atlet, UMKM hingga Hotel Berpeluang Untung

21 Oktober 2026 - 18:23 WIB

Porprov Jateng 2026 Libatkan Ribuan Atlet, UMKM hingga Hotel Berpeluang Untung

Ahmad Luthfi: 1.724 Gerakan Pangan Murah Harus Berdampak pada Masyarakat

21 Oktober 2026 - 14:11 WIB

Ahmad Luthfi: 1.724 Gerakan Pangan Murah Harus Berdampak pada Masyarakat

62 Pasangan Resmi Menikah di MAJT, Taj Yasin Pimpin Doa Pengantin

21 Oktober 2026 - 14:03 WIB

62 Pasangan Resmi Menikah di MAJT, Taj Yasin Pimpin Doa Pengantin

Abrasi Ancam Pesisir Sayung, Pemprov Jateng Bangun Pelindung Pantai 930 Meter

21 Oktober 2026 - 07:56 WIB

Abrasi Ancam Pesisir Sayung, Pemprov Jateng Bangun Pelindung Pantai 930 Meter
Trending di Daerah

Tinggalkan Komentar