Rabu, 3 Juni 2026
27.3 C
Semarang

Lebaran 2026: GT Kalikangkung Melebar, Siap Tampung 500 Ribu Pemudik

GT Kalikangkung Berbenah Hadapi Mudik 2026

Berita Terkait

SEMARANG – Gerbang Tol (GT) Kalikangkung, pintu utama Tol Trans Jawa yang menghubungkan barat dan timur Pulau Jawa, bersolek menyambut Idulfitri 1447 H/2026. PT Jasamarga Semarang Batang (JSB) memastikan operasional penuh dengan tambahan gardu dan personel guna mengantisipasi lonjakan kendaraan yang diprediksi tembus setengah juta unit.

Direktur Utama PT JSB, Nasrullah, menyampaikan bahwa pihaknya tengah merampungkan pelebaran gerbang yang akan difungsikan saat Lebaran. Penambahan gardu Oblique Approach Booth (OAB) dari 8 menjadi 10 unit diharapkan mampu mempercepat transaksi dan mengurai antrean kendaraan.

“GT Kalikangkung merupakan salah satu gerbang utama Tol Trans Jawa yang sangat vital saat arus mudik dan balik Idulfitri. Dengan pekerjaan pelebaran serta kesiapan gardu dan personel, layanan dapat meningkat signifikan dan antrean kendaraan dapat terurai lebih cepat,” ujar Nasrullah dalam keterangannya, Rabu (25/2/2026).

Saat ini, gerbang utama GT Kalikangkung memiliki 8 gardu exit dan 5 gardu entrance. Pada akses OAB tersedia 10 gardu exit dan 4 gardu entrance yang seluruhnya disiagakan untuk periode puncak mudik dan balik. JSB juga menyiapkan personel tambahan serta pengaturan antrean dinamis yang berkoordinasi dengan diskresi kepolisian.

Lonjakan Diprediksi Tembus 500 Ribu Kendaraan

Berdasarkan data arus mudik Lebaran 2025, Direktorat Lalu Lintas Polda Jawa Tengah mencatat sebanyak 480 ribu kendaraan melintas keluar GT Kalikangkung dari arah barat pada periode H-7 hingga H+1. Angka ini meningkat 5,8 persen dibanding periode sama tahun sebelumnya yang mencapai 450 ribu unit.

Jika tren kenaikan konsisten, diprediksi volume kendaraan pada Lebaran 2026 berpotensi menembus angka 500 ribu hingga 510 ribu unit. Potensi ini diperkuat data PT Jasamarga Transjawa Tol yang mencatat lonjakan hingga 54,37 persen di GT Kalikangkung saat libur Nataru 2025/2026.

Pemerintah menetapkan puncak arus mudik terjadi pada 18-20 Maret 2026, dengan sistem satu arah (one way) dari KM 72 Tol Cipali hingga KM 414 GT Kalikangkung. Rekayasa lalu lintas ini akan diiringi pemberlakuan contraflow di ruas Jakarta-Cikampek serta ganjil genap terintegrasi.

Waspada Jalur Rawan Laka di Tol Batang–Semarang

Di balik kesiapan infrastruktur, pengguna jalan tetap perlu meningkatkan kewaspadaan, khususnya di ruas Tol Batang–Semarang. Beberapa insiden fatal tercatat terjadi di jalur ini akibat faktor teknis kendaraan dan muatan.

Kecelakaan maut terjadi di KM 354+200 jalur A, wilayah Desa Karanggeneng, Kecamatan Kandeman, Kabupaten Batang, pada 4 Januari 2026. Sebuah truk trailer pengangkut besi bermuatan 55 ton mengalami gangguan kemudi hingga oleng dan menabrak dua mobil yang melaju searah. Akibatnya, satu orang penumpang minibus Toyota Voxy meninggal dunia dan lima lainnya luka-luka.

Kasat Lantas Polres Batang AKP Eka Hendra Ardiansyah pada saat itu mengonfirmasi faktor utama kecelakaan adalah kerusakan sistem kemudi truk. Sementara itu, analis kebijakan transportasi menyoroti masih rendahnya kesadaran keselamatan pengguna jalan tol, terutama terkait kelayakan kendaraan berat dan pengamanan muatan.

JSB sendiri memastikan infrastruktur di lokasi kejadian dalam kondisi prima dan laik operasi. “Seluruh fasilitas keselamatan mulai dari marka jalan hingga rambu-rambu di sekitar lokasi KM 354 berfungsi dengan baik dan sesuai standar,” tegas Nasrullah pascainsiden.

Koordinasi Lintas Instansi dan Imbauan Keselamatan

Menyambut Lebaran 2026, JSB terus melakukan koordinasi intensif dengan Kepolisian, Kementerian Perhubungan, dan pemangku kepentingan terkait. Penataan jalur antrean, kesiapan rambu dan traffic cone, pengamanan area gerbang tol, hingga pengawasan kondisi perkerasan jalan dilakukan secara intensif.

“Harapannya, perjalanan masyarakat selama Idulfitri 1447 H dapat berlangsung aman, lancar, dan nyaman,” tutup Nasrullah.

Pengguna jalan tol diimbau untuk:

· Memastikan kondisi kendaraan prima, terutama sistem kemudi, rem, dan ban

· Mengatur kecepatan sesuai batas yang ditentukan

· Menjaga jarak aman, terutama di belakang kendaraan besar

· Memastikan saldo uang elektronik mencukupi

· Mematuhi rambu dan arahan petugas di lapangan

Catatan Redaksi

Setiap jelang Lebaran, GT Kalikangkung selalu menjadi sorotan. Gerbang ini bukan sekadar pintu tol biasa, ia adalah simpul peradaban mudik, tempat jutaan kisah bertemu, ada tangis haru, tawa bahagia, dan harapan untuk sampai ke kampung halaman dengan selamat.

Tahun ini, pelebaran gardu dan penambahan personel menunjukkan keseriusan pengelola. Tapi infrastruktur secanggih apa pun tak akan berarti jika kesadaran pengguna jalan masih rendah. Insiden di KM 354 beberapa waktu lalu menjadi alarm keras, kendaraan berat yang tak laik jalan, muatan yang tak terkendali, bisa menjadi malaikat maut di jalan raya.

Mudik adalah tradisi yang indah. Tapi ia hanya indah jika kita semua pulang dengan selamat. Jadi, sebelum melaju, pastikan kendaraan prima, fisik sehat, dan hati tenang. Karena di kampung halaman, keluarga menanti bukan hanya kedatangan kita, tapi keselamatan kita.

Berita Terkait

spot_img

Berita Terbaru