Minggu, 21 Juni 2026
28 C
Semarang

Jantung Logistik Jateng Berdetak Kencang: TPK Semarang Siap Hadapi Lonjakan Petikemas Jelang Lebaran, Harga Barang Ikut Bertaruh

Berita Terkait

SEMARANG – Jauh dari hiruk-pikuk mudik dan lampu merah di jalan, ada denyut nadi lain yang ikut berdetak kencang menjelang Lebaran, aktivitas bongkar muat petikemas di Pelabuhan Tanjung Emas, Semarang. Di sinilah rantai pasok barang, dari sembako hingga pakaian baru, dipertaruhkan.

Jika tersendat, harga bisa meroket. Jika lancar, senyum merekah di pasar-pasar tradisional.Terminal Petikemas Semarang (TPK Semarang) sadar betul akan tanggung jawab itu. Menjelang Idulfitri 2026, manajemen memastikan kesiapan operasional menghadapi potensi lonjakan arus petikemas yang diprediksi mencapai level tinggi.

Sejumlah langkah strategis disiapkan, bukan hanya untuk menjaga angka di atas kertas, tapi untuk memastikan kelancaran logistik yang dampaknya langsung terasa di masyarakat.

Berdasarkan simulasi operasional, Yard Occupancy Ratio (YOR) atau tingkat kepadatan lapangan penumpukan diproyeksikan berada pada level tinggi. Jika tak diantisipasi, ini bisa menyebabkan antrean panjang, keterlambatan distribusi, dan pada akhirnya, gejolak harga.

Strategi Perang Melawan Kepadatan – Tambah Blok, Perkuat Alat, Atur Arus

Terminal Head TPK Semarang, I Nyoman Sutrisna, membeberkan sejumlah langkah yang telah disiapkan jauh-jauh hari.

“Kesiapan Lebaran 2026 kami fokuskan pada pengendalian kepadatan lapangan dan kelancaran arus petikemas. Penambahan blok penumpukan, penguatan peralatan, serta penyesuaian tim operasional dilakukan agar YOR tetap terkendali dan pelayanan kepada pengguna jasa tetap optimal selama periode puncak,” ujarnya.

Beberapa langkah konkret yang dilakukan antara lain:

1. Penambahan Kapasitas Penumpukan:

Area lini 2 akan dioptimalkan, dan Dermaga Samudera 02 akan dioperasikan untuk kegiatan petikemas. Blok penumpukan baru ditambahkan di area eks Lamicitra, eks PEL, dan eks Adam Wiji (MTI).

2. Penguatan Peralatan:

Dua unit reach stacker (alat berat untuk menata petikemas) tambahan disiapkan, diperkuat dengan bantuan operator dan yard planner ekstra.

3. Pengaturan Arus Kendaraan:

Sistem pemesanan truk atau Truck Booking System (TBS) akan dioptimalkan, serta pemanfaatan buffer area dan penataan arus keluar-masuk petikemas agar tetap lancar dan tertib.

Ini bukan sekadar rencana dadakan. Semua langkah lahir dari evaluasi menyeluruh dan simulasi yang dilakukan berdasarkan pengalaman periode sebelumnya.

Apresiasi Pengguna Jasa – Ini Penting Buat Rantai Pasok

Langkah antisipatif TPK Semarang mendapat sambutan positif dari kalangan pengguna jasa. Ketua DPW ALFI/ILFA Jawa Tengah, Teguh, yang mewakili asosiasi perusahaan logistik, menilai kesiapan ini sebagai fondasi penting kelancaran rantai pasok selama libur panjang.

“Kami mengapresiasi langkah proaktif yang dilakukan TPK Semarang. Kesiapan infrastruktur, peralatan, serta kebijakan yang mendorong percepatan arus barang menjadi faktor penting dalam menjaga kelancaran logistik. Kami berharap koordinasi dan komunikasi antara terminal dan pengguna jasa terus diperkuat agar aktivitas logistik tetap terkendali dan efisien,” katanya.

Pernyataan Teguh ini penting. Ia tak hanya bicara sebagai pengguna jasa, tapi juga sebagai representasi dari kepentingan publik yang lebih luas, jika logistik lancar, distribusi barang ke pasar-pasar di Jateng juga lancar. Ujungnya, harga kebutuhan pokok bisa lebih stabil.

Membaca Bahasa Teknis: YOR, TBS, dan Dampaknya ke Dompet Kita

Bagi masyarakat awam, istilah YOR, TBS, atau reach stacker mungkin terdengar asing. Tapi sederhananya begini:

· YOR tinggi artinya lapangan penumpukan petikemas hampir penuh. Kalau penuh, kapal yang baru datang bisa antre lama untuk bongkar muat. Akibatnya, barang tertahan di pelabuhan.

· TBS adalah sistem antrean digital untuk truk. Dengan sistem ini, truk tidak perlu datang berbondong-bondong dan mengular di pintu masuk. Ini mengurangi kemacetan di sekitar pelabuhan dan mempercepat distribusi.

· Reach stacker adalah “tangan raksasa” yang memindahkan petikemas. Kalau alatnya kurang, petikemas bisa menggunung dan proses jadi lambat.

Jadi, ketika TPK Semarang menambah blok, alat, dan mengatur sistem, mereka sedang memastikan bahwa barang-barang yang kita butuhkan, beras, minyak, gula, sampai baju Lebaran, bisa keluar dari pelabuhan tepat waktu dan sampai ke pasar sebelum hari raya.

Catatan Redaksi

“Pelabuhan Lancar, Ekonomi Tersenyum”.

Sahabat, kita sering lupa bahwa di balik setiap baju baru yang kita pakai, ada perjalanan panjang yang melibatkan kapal, pelabuhan, truk, dan ribetnya logistik. TPK Semarang adalah salah satu pintu gerbang utama roda ekonomi Jateng. Jika pintu ini macet, maka seluruh rantai pasok ikut tersendat.

Kesiapan yang diumumkan ini adalah kabar baik. Tapi seperti biasa, kita perlu mengawal, apakah simulasi akan sesuai realitas? Apakah koordinasi dengan pengguna jasa berjalan mulus? Apakah sistem TBS benar-benar efektif mengurai antrean?

Pemerintah dan operator pelabuhan telah berjanji dengan serangkaian langkah teknis. Kini, publik tinggal menunggu hasilnya. Semoga Lebaran tahun ini tidak hanya soal kelancaran mudik, tapi juga kelancaran pasokan barang yang membuat dapur-dapur di Jateng tetap mengepul hangat.

Berita Terkait

spot_img

Berita Terbaru