Minggu, 21 Juni 2026
28.9 C
Semarang

Bandara Ahmad Yani Semarang Bersih Pantai dan Pantau 7.000 Bibit Mangrove di Mangunharjo

Hari Lingkungan Hidup dan Hari Laut Sedunia 2026, Dukungan Biaya Perawatan untuk Petani Lokal

Berita Terkait

SEMARANG, PortalJateng.id – Pantai di Mangunharjo, Kecamatan Tugu, tidak hanya menjadi tempat pemandangan matahari terbenam. Pada Jumat (19/6/2026), pantai itu menjadi lokasi aksi nyata pelestarian lingkungan.

Bandara Jenderal Ahmad Yani Semarang menggelar kegiatan bersih pantai (beach cleaning) dan monitoring kawasan mangrove. Kegiatan ini dalam rangka memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia dan Hari Laut Sedunia 2026.

General Manager Bandara Internasional Jenderal Ahmad Yani Semarang, Sulistyo Yulianto, mengatakan kegiatan ini melibatkan berbagai pihak.

“Kegiatan ini melibatkan manajemen dan pegawai Bandara Jenderal Ahmad Yani Semarang, masyarakat setempat, serta perwakilan Dinas Lingkungan Hidup Kota Semarang dan Balai Konservasi Sumber Daya Alam. Diawali dengan aksi bersih pantai untuk mengumpulkan dan memilah sampah yang tersebar di kawasan pesisir sebagai upaya mengurangi pencemaran lingkungan yang dapat mengancam kelestarian ekosistem pantai dan laut,” ujar Sulistyo Yulianto.

7.000 Bibit Mangrove Dipantau

Bersih pantai dan mangrove Bandara Ahmad Yani Semarang

Selain bersih pantai, peserta juga melakukan monitoring kawasan mangrove. Tujuannya, melihat kondisi pertumbuhan dan kesehatan tanaman mangrove yang telah ditanam sebelumnya.

“Melalui kegiatan monitoring ini, kita kembali melihat perkembangan 7.000 bibit mangrove yang telah ditanam oleh Bandara Jenderal Ahmad Yani Semarang pada tahun 2025 di kawasan mangrove Mangunharjo. Monitoring dilakukan sebagai bagian dari upaya berkelanjutan dalam menjaga keberhasilan program rehabilitasi pesisir sekaligus mendukung fungsi mangrove sebagai pelindung alami dari abrasi, penyerap karbon, serta habitat berbagai jenis biota,” lanjut Sulistyo Yulianto.

Dukungan Biaya Perawatan

Sebagai wujud komitmen berkelanjutan, Bandara juga menyalurkan dukungan biaya perawatan lanjutan mangrove. Dukungan ini diberikan kepada petani setempat.

“Kami berharap dukungan ini dapat membantu menjaga tingkat keberhasilan pertumbuhan mangrove sehingga manfaatnya dapat dirasakan dalam jangka panjang,” tambah Sulistyo Yulianto.

Ia menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi.

“Terima kasih kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi dan bergandengan tangan dalam upaya pelestarian lingkungan. Semoga langkah kecil yang kita lakukan hari ini menjadi jejak kebaikan yang besar bagi alam dan generasi yang akan datang,” kata Sulistyo Yulianto.

Mangunharjo: Wilayah Pesisir yang Strategis

Kawasan Mangunharjo dipilih karena memiliki peran strategis. Wilayah ini menghadapi tantangan abrasi dan perubahan lingkungan.

Keberadaan mangrove menjadi salah satu solusi alami yang efektif. Fungsi mangrove: menjaga keseimbangan ekosistem, meningkatkan ketahanan wilayah pesisir terhadap dampak perubahan iklim.

7.000 bibit mangrove ditanam pada 2025. Setahun kemudian, mereka dipantau. Tumbuhkah dengan baik? Apakah akar-akarnya sudah mencengkeram lumpur? Apakah mereka sudah menjadi rumah bagi kepiting dan burung?

Bandara Ahmad Yani tidak hanya sibuk dengan pesawat dan penumpang. Mereka juga peduli pada lingkungan. Mereka turun ke pantai, memungut sampah, mengecek pohon, dan memberi dukungan biaya perawatan.

Mangrove bukan hanya pohon. Ia adalah perisai alami dari abrasi. Ia adalah paru-paru pesisir. Ia adalah rumah bagi biota laut.

Ketika mangrove tumbuh, pantai tidak tergerus. Ketika mangrove rimbun, ikan dan udang berkembang biak. Ketika mangrove lestari, nelayan mendapat tangkapan melimpah.

Kegiatan ini mungkin hanya sehari. Tapi dampaknya akan terasa bertahun-tahun.

Semoga 7.000 bibit mangrove itu tumbuh subur. Semoga pantai Mangunharjo tetap hijau. Dan semoga langkah kecil ini menginspirasi banyak pihak untuk peduli pada lingkungan.

Karena menjaga alam adalah menjaga masa depan.

Berita Terkait

spot_img

Berita Terbaru