SEMARANG, PortalJateng.id – H-2 menjelang musim arus mudik, PT Angkasa Pura Indonesia Kantor Cabang Bandara Jenderal Ahmad Yani Semarang memastikan kesiapan total. Tak hanya infrastruktur, tapi juga layanan penumpang, keamanan, dan kenyamanan selama periode Angkutan Lebaran 2026 yang berlangsung 13 hingga 30 Maret mendatang.
General Manager Bandara Jenderal Ahmad Yani Semarang, Sulistyo Yulianto, menyatakan bahwa bandara yang menjadi pintu gerbang utama Jawa Tengah dari jalur udara ini akan mengoperasikan Posko Angkutan Lebaran selama 18 hari penuh.

Posko ini menjadi pusat koordinasi seluruh pemangku kepentingan untuk memastikan operasional berjalan lancar, aman, dan nyaman.
“Kami mengedepankan prinsip Safety (keselamatan), Security (keamanan), Services (kenyamanan), dan Compliance (pemenuhan aturan) selama periode arus mudik dan balik Lebaran,” ujar Sulistyo dalam siaran persnya, Rabu (11/3/2026).
Di balik kesiapan ini, ada “otak” yang mengendalikan seluruh aktivitas bandara, Airport Operation Control Center (AOCC). Ruang pusat komando ini memantau, mengendalikan, dan mengoperasikan seluruh fasilitas baik di sisi darat (landside) maupun sisi udara (airside) secara real-time, melibatkan seluruh stakeholder bandara.
“Kami secara rutin melakukan pemastian performansi fasilitas, baik runway, taxiway, apron, Airfield Lighting (AFL) dan fasilitas lainnya. Kami juga memastikan kesiapan fasilitas yang dimiliki stakeholder bandara termasuk penanganan bagasi dan pelayanan maskapai,” jelas Sulistyo.

Dengan sistem ini, potensi gangguan bisa dideteksi sejak dini. Jika ada masalah di landasan pacu, misalnya, tim teknis bisa langsung bergerak tanpa menunggu laporan berjenjang. Efisiensi waktu menjadi kunci, terutama saat lonjakan penumpang terjadi.
288 Personel Tambahan, 30 Ribu Penumpang per Hari
Data Kementerian Perhubungan memprediksi puncak arus mudik di Bandara Ahmad Yani akan mencapai 30.776 penumpang per hari pada periode 24-30 Maret 2026. Angka ini meningkat signifikan dibanding hari biasa yang hanya sekitar 15 ribu penumpang.
Untuk mengantisipasi lonjakan tersebut, bandara menugaskan 288 personel tambahan selama periode posko, terdiri dari 258 petugas internal dan 30 personel eksternal.
Mereka akan ditempatkan di berbagai titik strategis:
· Pemeriksaan keamanan (security check)
· Konter check-in
· Area kedatangan (baggage claim)
· Parkir kendaraan dan area drop-off
Pengawasan juga diperketat, baik untuk penerbangan domestik maupun internasional. Setiap penumpang yang datang dan berangkat akan melalui prosedur keamanan standar dengan personel yang lebih banyak, sehingga potensi antrean panjang bisa diminimalkan.
Bukan Sekadar Bandara, Tapi Pengalaman Perjalanan
Yang menarik, tahun ini Bandara Ahmad Yani tak hanya fokus pada aspek teknis, tapi juga menghadirkan suasana Lebaran yang kental. Berbagai program disiapkan untuk membuat penumpang merasa nyaman dan merasakan hangatnya mudik.
“Kami akan membagikan takjil, menampilkan musik serta memutar instrumen bernuansa religi, dan mendekorasi area bandara dengan nuansa Idulfitri,” ungkap Sulistyo.
Rangkaian program ini, menurutnya, adalah bagian dari komitmen perusahaan untuk menciptakan pengalaman perjalanan yang menyenangkan, bukan sekadar memindahkan penumpang dari titik A ke titik B.
“Rangkaian program tersebut merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam menghadirkan layanan yang tidak hanya berfokus pada operasional penerbangan, tetapi juga menciptakan pengalaman perjalanan yang menyenangkan di bandara,” tambahnya.
Bayangkan, setelah melalui perjalanan panjang dan antrean check-in, penumpang disambut alunan takbir yang syahdu dan dekorasi khas Lebaran. Suasana ini bisa menjadi pelepas penat sebelum terbang atau setelah tiba di kampung halaman.
Kepatuhan Regulasi dan Koordinasi Lintas Sektor
Dari sisi Compliance, manajemen bandara memastikan seluruh operasional sesuai standar regulasi nasional dan internasional. Koordinasi aktif dilakukan dengan berbagai pemangku kepentingan, antara lain:
· Maskapai penerbangan
· Ground handling
· Imigrasi·
Bea dan Cukai
· Karantina
· TNI AU (selaku pengelola sisi udara)
“Kami berkomitmen memastikan pengelolaan bandara senantiasa memenuhi standar regulasi dan standar internasional yang berlaku. Seluruh keputusan operasional dilakukan sesuai prosedur,” tegas Sulistyo.
Langkah ini penting mengingat Bandara Ahmad Yani adalah bandara internasional yang juga melayani penerbangan umrah dan haji. Standar keselamatan dan keamanan tidak bisa ditawar.
Fakta Kesiapan Bandara Ahmad Yani Lebaran 2026
Berikut ringkasan kesiapan yang perlu diketahui para pemudik:
· Periode Posko: 13 hingga 30 Maret 2026 (total 18 hari).
· Puncak Arus Mudik (prediksi Kemenhub): 24-30 Maret 2026.
· Jumlah Penumpang per Hari saat Puncak: 30.776 orang.
· Personel Tambahan: 288 orang, terdiri dari 258 internal bandara dan 30 eksternal (TNI AU, maskapai, imigrasi, dll).
· Sistem Pengendali Utama: Airport Operation Control Center (AOCC) yang memantau landasan, terminal, dan fasilitas secara real-time.
· Fasilitas yang Dipantau Intensif: Runway, taxiway, apron, Airfield Lighting (AFL), baggage handling system, dan escalator/lift.
· Program Tambahan Bernuansa Lebaran: Pembagian takjil, musik religi, dekorasi khas Idulfitri, dan instrumen religi di seluruh area terminal.
· Koordinasi Stakeholder: Maskapai, ground handling, imigrasi, bea cukai, karantina, TNI AU, dan Polsek bandara.
Tips Mudik via Bandara Ahmad Yani
Agar perjalanan mudik melalui jalur udara semakin lancar, ada beberapa hal yang bisa dilakukan penumpang:
1. Datang lebih awal, minimal 3 jam sebelum keberangkatan, untuk mengantisipasi antrean di check-in dan security check.
2. Siapkan dokumen perjalanan dengan rapi: tiket (boarding pass), KTP/paspor, dan dokumen lain yang diperlukan.
3. Manfaatkan aplikasi maskapai untuk check-in online dan memantau jadwal penerbangan secara real-time.
4. Perhatikan aturan bagasi, jangan membawa barang terlarang, dan pastikan berat bagasi sesuai ketentuan.
5. Bawa oleh-oleh secukupnya agar tidak kesulitan saat check-in bagasi atau melewati pemeriksaan.
6. Bersabar dan tetap ramah kepada petugas, karena mereka juga bekerja keras melayani ribuan penumpang setiap harinya.
Catatan Redaksi
Mudik lewat udara memang punya tantangan tersendiri. Selain harga tiket yang lebih tinggi, ada juga kecemasan soal ketinggalan pesawat, bagasi hilang, atau antrean panjang. Tapi tahun ini, Bandara Ahmad Yani mencoba menjawab semua itu dengan pendekatan sistemik dan humanis.
Di satu sisi, mereka memperkuat pengawasan dengan AOCC yang memantau segala sesuatu secara real-time. Di sisi lain, mereka menghadirkan nuansa Lebaran yang hangat, seolah berkata,
“Tenang, kamu sedang mudik, bukan sekadar naik pesawat.”
Yang patut diapresiasi, koordinasi lintas sektor berjalan intensif. Imigrasi, bea cukai, karantina, hingga TNI AU duduk bersama dalam satu komando. Ini bukan pekerjaan mudah, tapi penting untuk memastikan semua bergerak seirama.
Data 30 ribu penumpang per hari di puncak arus adalah ujian berat. Namun dengan tambahan 288 personel dan sistem AOCC yang mumpuni, optimisme itu ada. Tinggal bagaimana eksekusi di lapangan nanti.
Bandara sudah siap. Petugas sudah siaga. Kini tinggal kita, para pemudik, yang harus ikut menjaga kelancaran dengan tertib dan sabar. Karena pada akhirnya, mudik yang nyaman adalah hasil kerja sama semua pihak.
Selamat mudik, selamat berkumpul dengan keluarga. Semoga penerbanganmu lancar dan selamat sampai tujuan!



