Minggu, 31 Mei 2026
33 C
Semarang

122 Ribu Kendaraan Masuk Semarang via GT Kalikangkung, Naik 45 Persen Selama Arus Mudik

Sebanyak 122.196 kendaraan masuk Semarang, Jasa Marga siaga layanan.

Berita Terkait

SEMARANG, PortalJateng.id – Gerbang Tol Kalikangkung sebagai pintu utama masuk Jawa Tengah dari arah barat mencatat lonjakan signifikan volume kendaraan dalam lima hari pertama periode mudik Lebaran 2026. Data dari PT Jasamarga Semarang Batang menunjukkan, sebanyak 122.196 kendaraan melintas masuk menuju Kota Semarang pada periode H-10 hingga H-6 Lebaran (11-15 Maret 2026), atau meningkat 45,62 persen dibanding lalu lintas normal yang tercatat 83.916 kendaraan.

Sebaliknya, kendaraan yang meninggalkan Kota Semarang menuju arah barat melalui gerbang yang sama hanya tercatat 76.737 kendaraan pada periode yang sama, atau turun tipis 0,58 persen dari kondisi normal sebanyak 77.184 kendaraan. Data ini menegaskan bahwa arus mudik ke Jawa Tengah melalui jalur tol sudah mulai menggeliat, dengan dominasi kendaraan yang masuk jauh lebih tinggi dibanding yang keluar.

Direktur Utama PT Jasamarga Semarang Batang, Nasrullah, menyatakan bahwa pihaknya terus melakukan pemantauan kondisi lalu lintas secara intensif melalui pusat kendali operasi serta menyiagakan petugas di lapangan guna mengantisipasi potensi kepadatan.

“Untuk memastikan kelancaran lalu lintas, kami mengimbau kepada seluruh pengguna jalan tol untuk selalu mengutamakan keselamatan dengan menjaga jarak aman antar kendaraan, mematuhi batas kecepatan, serta memastikan kondisi kendaraan dan pengemudi dalam keadaan prima sebelum melakukan perjalanan,” ujar Nasrullah dalam keterangan resminya.

Potret Peningkatan dari Hari ke Hari

Data harian menunjukkan tren peningkatan yang konsisten. Pada Sabtu (14/3/2026), tercatat 23.486 kendaraan keluar dari GT Kalikangkung menuju wilayah Semarang, sementara kendaraan menuju arah Jakarta hanya 16.361 unit . Lonjakan semakin terasa pada Senin (16/3/2026), di mana sejak pukul 14.00 hingga 17.00 WIB, volume kendaraan arah Semarang-Solo tembus lebih dari 2.000 kendaraan per jam.

Kabid Humas Polda Jateng sekaligus Kasatgas Humas Operasi Ketupat Candi 2026, Kombes Pol Artanto, menyebut peningkatan ini menunjukkan mobilitas masyarakat yang melintas menuju Jawa Tengah mulai tinggi. Ia mengimbau pemudik untuk mematuhi aturan lalu lintas dan tidak berhenti di bahu jalan tol.

“Apabila merasa lelah, sebaiknya pemudik memanfaatkan rest area atau keluar melalui gerbang tol terdekat untuk beristirahat dengan aman,” imbaunya.

Diskon Tarif dan Kesiapan Layanan

Menariknya, lonjakan volume ini bertepatan dengan kebijakan diskon tarif tol yang diberikan PT Jasamarga Semarang Batang. Perusahaan memberikan potongan tarif hingga 46 persen untuk perjalanan menerus dari Gerbang Tol Cikampek Utama menuju Gerbang Tol Kalikangkung pada 15-16 Maret 2026, sebagai bagian dari upaya mengoptimalkan distribusi lalu lintas selama arus mudik.

Nasrullah sebelumnya juga memaparkan kesiapan operasional menghadapi mudik, termasuk penambahan personel transaksi dari 90 menjadi 171 orang, penyediaan dua unit kendaraan derek, satu unit mobil crane, serta 100 unit water barrier untuk mendukung pengaturan lalu lintas.

Sebanyak 151 unit kamera pengawas (CCTV) dipasang di berbagai titik strategis di sepanjang ruas tol Batang–Semarang yang membentang 74,9 kilometer, mulai dari KM 346+100 di Batang hingga KM 420+892 di Semarang. Pengguna jalan juga dapat memantau kondisi lalu lintas secara real time melalui aplikasi TRAVOY yang tersedia di iOS dan Android, serta menghubungi One Call Center Jasa Marga 24 jam di nomor 133.

Titik Rawan Kepadatan

Beberapa titik yang menjadi perhatian karena berpotensi mengalami kepadatan selama periode mudik antara lain Gerbang Tol Kalikangkung sendiri, Simpang Susun Krapyak, serta kawasan Rest Area KM 379 dan KM 360. Di Rest Area KM 379 yang berada di jalur Jakarta menuju Semarang, pengelola telah menambah fasilitas seperti taman lalu lintas, penginapan, ruang pelayanan kesehatan, serta dua unit Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU).

Puncak arus mudik diperkirakan terjadi pada 18 Maret 2026 atau H-3 Lebaran, dengan jam kepadatan tertinggi antara pukul 03.00 hingga 06.00 WIB. Sementara puncak arus balik diprediksi pada 24 Maret 2026 atau H+2 Lebaran.

Catatan Redaksi

Angka 122.196 kendaraan yang masuk ke Semarang dalam lima hari pertama mudik bukan sekadar statistik. Ia berbicara tentang jutaan orang yang pulang kampung, tentang rindu yang akhirnya terobati, tentang ekonomi lokal yang kembali bergerak. Setiap kendaraan yang melintas membawa cerita, harapan, dan tentunya dampak ekonomi bagi daerah yang dilalui.

Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi dalam kesempatan terpisah menyebut momen mudik tidak hanya menjadi tradisi silaturahmi, tetapi juga berpotensi mendorong perputaran ekonomi di daerah. “Di situ ada perputaran orang, barang dan uang di daerah. Itu akan menggerakkan ekonomi masyarakat,” ujarnya.

Namun di balik euforia mudik, lonjakan 45 persen ini juga menuntut kewaspadaan ekstra. Data menunjukkan peningkatan volume yang signifikan berpotensi menimbulkan kepadatan, terutama jika tidak diimbangi dengan perilaku berkendara yang aman. Imbauan Nasrullah untuk menjaga jarak aman, mematuhi batas kecepatan, dan memastikan kondisi prima bukan sekadar formalitas, melainkan kebutuhan mendesak di tengah tingginya mobilitas.

PT Jasamarga Semarang Batang melalui berbagai persiapannya berharap arus mudik dan balik Lebaran 2026 dapat berjalan aman, lancar, serta memberikan kenyamanan bagi para pengguna jalan tol . Pada akhirnya, kolaborasi antara pengelola jalan, aparat keamanan, dan kesadaran pemudik sendiri yang akan menentukan apakah perjalanan mudik tahun ini meninggalkan kesan manis atau sebaliknya.

Berita Terkait

spot_img

Berita Terbaru