Senin, 25 Mei 2026
29 C
Semarang

One Way Diperpanjang hingga Salatiga, GT Kalikangkung Siaga 21 Gardu Hadapi 4.200 Kendaraan per Jam

one-way-diperpanjang-salatiga-gt-kalikangkung-21-gardu

Berita Terkait

SEMARANG, PortalJateng.id – Ribuan kendaraan terus mengalir masuk ke Jawa Tengah melalui Gerbang Tol Kalikangkung. Lonjakan volume yang konsisten di atas 3.000 unit per jam memaksa petugas mengambil langkah lebih: one way nasional yang semula berakhir di KM 414 Kalikangkung diperpanjang hingga KM 459 ruas Tol Semarang–Solo, menembus Salatiga.

Kepala Pos Pengamanan Kalikangkung, AKP Dimas, menyatakan perpanjangan one way lokal ini mulai diberlakukan Rabu (18/3/2026) pukul 16.45 WIB. Keputusan diambil setelah volume kendaraan mencapai puncak 4.201 unit per jam pada rentang pukul 15.00-16.00 WIB.

“Karena arus per jam saat ini terakhir mencapai sekitar 4.200 per jam, dan rata-rata per jam adalah 3.000 ke atas, sehingga ini menjadi indikator untuk pelaksanaan one way,” jelas Dimas.

36 Ribu Kendaraan dalam 11 Jam

Data Satlantas Polrestabes Semarang mencatat, dalam kurun 11 jam (06.00-17.00 WIB) pada hari yang sama, sebanyak 36.372 kendaraan melintas keluar GT Kalikangkung menuju Semarang dan Solo. Angka ini jauh melampaui hari-hari sebelumnya yang rata-rata hanya 2.000 kendaraan per jam.

Kasat Lantas Polrestabes Semarang, AKBP Yunaldi, merinci fluktuasi arus sepanjang hari. Setelah sempat melandai di jam istirahat siang, lonjakan drastis terjadi mulai pukul 14.00 WIB. Puncaknya pada pukul 15.00-16.00 WIB dengan 4.201 kendaraan, disusul 3.750 kendaraan pada jam berikutnya.

Dampak One Way: Jalur Nasional Ungaran Ramai Lancar

Kebijakan one way di tol berdampak langsung pada jalur nasional di kawasan Ungaran. Kasatlantas Polres Semarang, AKP Lingga Ramadhani, mengungkapkan bahwa arus di jalur alternatif tersebut terpantau ramai lancar berkat sejumlah rekayasa lalu lintas.

“Kami melakukan penutupan di simpul-simpul jalur U-turn dan perempatan yang berpotensi menimbulkan kemacetan. Penutupan dilakukan mulai dari batas Kota Ungaran hingga ke arah Bawen,” ujar Lingga.

Penutupan dilakukan menggunakan barikade cor yang diikat dengan tali tambang. Beberapa lampu lalu lintas juga diatur dengan menyalakan lampu kuning untuk menjaga kendaraan tetap mengalir tanpa berhenti.

Namun di lapangan, tak semua berjalan mulus. Sejumlah tiang beton pembatas ditemukan roboh, diduga sengaja dirobohkan atau dilindas kendaraan yang nekat menerobos. Hal ini diungkapkan Gregorius Davi Kurniawan, warga yang dengan inisiatif spontan membetulkan kembali tiang-tiang yang roboh.

“Ya ini inisiatif spontan saja. Tadi saya lihat tiangnya pada roboh, terus banyak motor yang akhirnya tetap putar balik di sini. Entah disengaja atau tidak, tapi kalau sudah ada aturan, mbok ya warga juga mentaati demi keselamatan bersama. Saya yakin pak polisi juga tidak bisa mengawasi 24 jam. Itu butuh kesadaran kita untuk saling mengingatkan,” tutur Davi.

21 Gardu Siaga + Mobile Reader

Kembali ke jalur tol, untuk mengantisipasi kepadatan di gerbang, pengelola membuka maksimal 21 gardu pembayaran yang terdiri dari 12 gardu utama dan 9 gardu satelit. Petugas dengan mobile reader juga diterjunkan untuk mempercepat transaksi, terutama di jam-jam sibuk.

“Sebanyak 12 gardu utama dan 9 gardu satelit dibuka untuk melayani kendaraan yang melintas,” kata AKP Dimas.

Ia menambahkan bahwa meski terjadi lonjakan, kepadatan di ruas gerbang Tol Kalikangkung masih relatif terkendali berkat kesiapan petugas dan tambahan gardu.

Dari Kalikangkung ke Salatiga: Mengapa Diperpanjang?

Pilihan memperpanjang one way hingga Salatiga bukan tanpa alasan. Dengan volume yang terus mengalir, titik-titik penumpukan berpotensi terjadi tidak hanya di Kalikangkung, tetapi juga di ruas tol setelahnya. Dengan one way lokal dari KM 414 hingga KM 459, kendaraan dari arah barat bisa terus mengalir tanpa hambatan berarti hingga keluar di Salatiga atau melanjutkan perjalanan ke Solo dan Surabaya.

Keputusan ini diambil secara situasional, berdasarkan evaluasi langsung di lapangan. “Terkait sampai kapan, kami melihat situasi dan menunggu instruksi lebih lanjut, karena sifatnya situasional, melihat situasi di lapangan seperti apa,” terang Dimas.

Yang Perlu Diketahui Pemudik

Bagi pemudik yang masih dalam perjalanan atau baru akan berangkat, beberapa informasi ini penting dicermati:

  • One way nasional diberlakukan dari KM 70 (Cikampek Utama) hingga KM 414 (Kalikangkung).
  • One way lokal diperpanjang hingga KM 459 (Salatiga) mulai Rabu sore (18/3) pukul 16.45 WIB.
  • Durasi bersifat situasional, tergantung kondisi lapangan.
  • Gardu transaksi dibuka maksimal 21 unit (12 utama + 9 satelit) dengan mobile reader siaga.
  • Jalur nasional Ungaran-Bawen: ramai lancar, namun warga diminta menjaga kesadaran untuk tidak merobohkan barikade demi keselamatan bersama.

Catatan Redaksi

Lonjakan 36.372 kendaraan dalam 11 jam adalah fakta yang tak terbantahkan: puncak arus mudik benar-benar sudah tiba. Tapi yang lebih menarik adalah bagaimana para petugas di lapangan, dari kepolisian, Jasa Marga, hingga tim transaksi—bekerja dengan data real-time.

Namun di luar itu, ada pelajaran lain dari Ungaran. Tiang-tiang beton yang roboh dan upaya warga seperti Davi yang membetulkannya jadi pengingat bahwa keamanan lalu lintas bukan hanya urusan polisi. Ada dimensi kesadaran kolektif yang tak kalah penting.

“Kalau sudah ada aturan, mbok ya warga juga mentaati demi keselamatan bersama,” pesan Davi. Sederhana, tapi dalam.

Inilah wajah lain dari mudik: bukan hanya soal pemudik yang pulang kampung, tapi juga soal sistem yang bekerja, dan warga yang turut menjaga. 21 gardu dibuka, mobile reader diterjunkan, one way diperpanjang, dan warga seperti Davi membetulkan tiang yang roboh. Semua dilakukan demi satu tujuan, arus mudik tetap aman dan selamat.

Bagi yang masih di jalan, selamat melanjutkan perjalanan. Bagi yang telah tiba, selamat berkumpul dengan keluarga. Dan bagi para petugas serta warga seperti Davi yang turut menjaga, terima kasih.

Berita Terkait

spot_img

Berita Terbaru