SEMARANG, PortalJateng.id – Sebuah gerbong kereta melaju pelan meninggalkan Stasiun Semarang Tawang. Di dalamnya, ada seorang bapak yang menggenggam tiket mudik untuk pertama kalinya dalam tiga tahun. Ada seorang ibu yang memangku putrinya yang tertidur lelah. Ada juga seorang pemuda yang menatap jendela, membayangkan wajah ibunya di ujung perjalanan.
Mereka adalah bagian dari 1.225.518 jiwa yang menggunakan kereta api di Daerah Operasi (Daop) 4 Semarang selama masa Angkutan Lebaran 2026, yang berlangsung dari 11 Maret hingga 1 April 2026.
Angka itu naik 14 persen dibanding Lebaran tahun lalu.
Ketika Kereta Api Bukan Sekadar Transportasi
“Tingginya minat masyarakat ini menunjukkan kepercayaan yang semakin kuat terhadap moda transportasi kereta api sebagai pilihan utama yang aman, nyaman, dan tepat waktu,” ujar Luqman Arif, Manager Humas KAI Daop 4 Semarang, dalam siaran pers yang diterima PortalJateng.id, Kamis (2/4/26).
Kepercayaan itu tidak datang begitu saja. Di balik angka, ada kerja senyap yang tidak terlihat oleh penumpang, peningkatan perawatan sarana dan prasarana, kesiapan SDM, hingga optimalisasi pelayanan di stasiun dan di atas kereta api.
Hasilnya? On Time Performance (OTP) kereta api keberangkatan Daop 4 mencapai 99,50 persen untuk keberangkatan dan 98,15 persen untuk kedatangan.
Hampir sempurna. Hampir tidak ada yang tertinggal.
Angka-Angka yang Berbicara
Selama 22 hari angkutan Lebaran, Daop 4 Semarang mengoperasikan 746 kereta api — meningkat 1 persen dari tahun lalu. Kapasitas tempat duduk naik 4 persen, dari 408.368 menjadi 424.260 kursi.
Puncak arus mudik terjadi pada Rabu, 18 Maret, dengan 60.108 penumpang.
Puncak arus balik terjadi pada Selasa, 24 Maret, dengan 74.838 penumpang.
Penumpang terbanyak berasal dari rute:
- Jakarta — 128.742 orang
- Surabaya — 54.464 orang
- Solo — 35.122 orang
- Purwokerto — 19.405 orang
Dan kereta favorit mereka?
Kaligung (42.973 penumpang), Ambarawa Ekspress (40.403), Kamandaka (32.977), Tawang Jaya (16.539), dan Banyubiru (14.641).
Stasiun-Saksi Bisu Perjalanan
Stasiun Semarang Tawang menjadi stasiun paling padat di Daop 4, dengan 170.165 penumpang naik dan 178.447 penumpang turun. Disusul Stasiun Semarang Poncol (146.178 naik, 131.975 turun), Stasiun Tegal (146.178 naik, 92.277 turun), Stasiun Pekalongan (66.445 naik, 69.514 turun), dan Stasiun Cepu (30.634 naik, 33.897 turun).
Angka-angka itu adalah denyut nadi pergerakan manusia. Di setiap naik dan turun, ada air mata, pelukan, senyum, dan mungkin juga luka yang tak tertulis dalam laporan resmi.
Ucapan Terima Kasih di Akhir Perjalanan
Luqman Arif juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang menyukseskan angkutan Lebaran 2026:
“Kepada Pemerintah Daerah, Kepolisian, TNI, BMKG, serta para relawan yang telah bersinergi dalam menjaga keamanan, keselamatan, dan kelancaran operasional transportasi kereta api, KAI Daop 4 mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya.”
Sebuah penghormatan. Sebuah pengakuan bahwa perjalanan yang aman tidak pernah hasil kerja sendiri.
Catatan Redaksi
Angkutan Lebaran 2026 usai. Angka-angka sudah dicatat. Rilis sudah disebar.
Tapi yang tidak pernah tercatat dalam siaran pers adalah, berapa banyak hati yang dipertemukan kembali? Berapa banyak air mata kebahagiaan yang tumpah di stasiun? Berapa banyak doa yang dipanjatkan di dalam gerbong yang melaju kencang?
Kereta api bukan hanya mesin dan rel. Ia adalah jembatan antara rindu dan bertemu. Dan KAI Daop 4 Semarang, dengan segala angka dan peningkatannya, telah menjadi bagian dari cerita-cerita itu.
“KAI berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan serta menjaga keselamatan dan ketepatan waktu perjalanan kereta api, tidak hanya pada masa Angkutan Lebaran, tetapi juga dalam operasional sehari-hari,” tegas Luqman.
Semoga begitu. Karena bagi para pemudik, tepat waktu bukan sekadar angka, tapi jaminan bahwa pelukan dengan orang tercinta tidak perlu menunggu lebih lama lagi.
PortalJateng.id mengucapkan selamat beraktivitas kembali bagi seluruh pemudik. Perjalanan usai, kehidupan terus bergerak. Seperti kereta yang tak pernah berhenti melaju.



