Jumat, 22 Mei 2026
28 C
Semarang

Pertamina Pastikan Stok BBM dan LPG Aman Jelang Idul Adha, Solar Tembus Ketahanan 18 Kali Lipat

Berita Terkait

SEMARANG — Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Bagian Tengah (RJBT) memastikan ketersediaan bahan bakar minyak (BBM) dan LPG di wilayah Jawa Tengah dan DIY dalam kondisi aman menjelang Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah pada 27 Mei 2026 mendatang. Bahkan, stok sejumlah produk BBM disebut sangat tebal untuk mengantisipasi lonjakan konsumsi selama masa libur panjang.

Area Manager Communication, Relations and CSR Pertamina Patra Niaga RJBT, Taufiq Kurniawan, mengatakan ketahanan stok solar saat ini mencapai 110.757 kiloliter (KL) atau setara 18 kali lipat konsumsi normal harian.

“Artinya ada lonjakan konsumsi sampai 18 kali lipat pun kita masih sanggup mengatasi. Jadi masyarakat supaya tenang dan tetap mengonsumsi BBM dengan hemat dan bijak,” ujar Taufiq dalam acara “Ngopi Bareng” bersama Wartawan di Kopitagram Semarang, Rabu (20/5/2026).

Selain solar, stok Pertamax tercatat mencapai 84.311 KL dengan ketahanan hingga 18 kali lipat konsumsi normal. Untuk Dex Series, ketahanan stok mencapai 47 kali lipat, sedangkan Pertalite berada di angka 14 kali lipat konsumsi harian.

Sementara itu, untuk LPG, Pertamina mencatat ketahanan stok mencapai empat kali lipat konsumsi normal. Meski angka tersebut terlihat lebih kecil dibanding BBM, Taufiq memastikan masyarakat tidak perlu khawatir karena pasokan LPG di Jawa Tengah dan DIY juga didukung suplai dari wilayah lain.

“Untuk LPG memang perhitungannya hanya berdasarkan wilayah Jateng dan DIY. Tetapi kami mendapat perbantuan stok dari Gresik, Balongan, Jawa Barat dan Jawa Timur, sehingga stok cadangannya tetap aman,” jelasnya.

Pertamina juga memprediksi konsumsi energi selama Idul Adha tahun ini berpotensi meningkat dibanding tahun lalu. Hal itu dipengaruhi momentum libur panjang yang berdekatan dengan Hari Kesaktian Pancasila pada 1 Juni 2026.

Menurut Taufiq, kondisi tersebut membuat masyarakat memiliki peluang menikmati libur lebih panjang mulai akhir Mei hingga awal Juni. Karena itu, Pertamina menyiapkan stok lebih besar dibanding Idul Adha tahun sebelumnya.

“Kalau dibandingkan tahun lalu, stok tahun ini memang kami tingkatkan lebih ekstra karena Idul Adha berbarengan dengan momen libur panjang,” katanya.

Meski demikian, Pertamina belum dapat memprediksi secara pasti kenaikan konsumsi BBM dan LPG selama Idul Adha tahun ini. Evaluasi baru akan dilakukan setelah periode libur selesai.

Sebagai gambaran, saat libur Kenaikan Yesus Kristus beberapa waktu lalu, realisasi konsumsi energi di Jawa Tengah dan DIY mengalami kenaikan sekitar 10 hingga 15 persen.

“Masih tergolong wajar dan tidak terlalu signifikan dibanding long weekend lain yang pernah terjadi di Jateng dan DIY,” pungkasnya.

Berita Terkait

spot_img

Berita Terbaru