Menu ✖

Mode Gelap

Rupiah Borobudur Playon 2026 Resmi Dibuka, Targetkan 4000 Peserta

26 Mei 2026 · 14:02 WIB ·


					Rupiah Borobudur Playon 2026 Resmi Dibuka, Targetkan 4000 Peserta Perbesar

SEMARANG — Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Provinsi Jawa Tengah bersama Pemerintah Provinsi Jawa Tengah resmi meluncurkan kegiatan “Rupiah Borobudur Playon 2026: Lari untuk Berbagi” di Kantor Perwakilan BI Jawa Tengah, Senin (25/5/2026). Event tahunan yang memasuki tahun keempat ini ditargetkan diikuti sekitar 10 ribu orang dan menjadi bagian penguatan literasi Rupiah sekaligus pengembangan sport tourism di Jawa Tengah.

Kegiatan Peluncuran tersebut diresmikan langsung oleh Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Tengah, M. Noor Nugroho bersama Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Jawa Tengah, Sumarno.

Noor Nugroho menjelaskan, kegiatan tersebut merupakan kolaborasi BI dan Pemprov Jateng yang telah masuk dalam Calendar of Events Pariwisata Jawa Tengah 2026.

“Ini merupakan event tahunan dan tahun yang keempat kita menyelenggarakan Rupiah Borobudur Playon. Tahun ini masih sama dengan tahun lalu, ada dua kategori 5K dan 10K yang akan dilaksanakan di Borobudur,” terangnya.

Rangkaian kegiatan akan digelar pada 4-5 Juli 2026 di kawasan Taman Lumbini, Candi Borobudur, Magelang. Perlombaan lari dilaksanakan pada 5 Juli, sedangkan sehari sebelumnya diisi dengan berbagai kegiatan edukasi, pameran UMKM, hingga hiburan masyarakat.

Noor menjelaskan, BI menargetkan sekitar 4.000 peserta lari dan 6.000 pengunjung selama dua hari pelaksanaan. Menurutnya, jumlah peserta sengaja dibatasi demi menjaga kenyamanan para pelari dan kualitas penyelenggaraan.

“Kita tetap di angka target 4.000 karena mempertimbangkan kapasitas dan kenyamanan peserta. Jangan sampai terlalu padat dan sulit dikelola,” ujarnya.

Selain mengusung konsep sport tourism, kegiatan tersebut juga membawa misi sosial melalui tema “Lari untuk Berbagi”. Seluruh hasil pendaftaran peserta akan disalurkan untuk pengembangan wilayah di sekitar Kecamatan Borobudur.

“Tahun lalu ada sekitar 20 desa atau dusun yang menerima bantuan. Tahun ini kemungkinan kita lakukan hal yang sama. Fokusnya salah satunya untuk pengolahan sampah karena itu yang diminta langsung oleh Bupati,” katanya.

Menurut Noor, konsep tersebut sejalan dengan pengembangan ekonomi berkelanjutan dan pariwisata ramah lingkungan yang tengah didorong Pemprov Jawa Tengah pada 2026-2027.

Ia menambahkan, selain perlombaan lari, kegiatan juga akan diramaikan dengan edukasi Cinta, Bangga, dan Paham Rupiah (CBP Rupiah), edukasi kebanksentralan, literasi keuangan, kampanye pembayaran digital melalui QRIS, hingga showcase UMKM unggulan Jawa Tengah.

“Jadi masyarakat bukan hanya berlari, tapi juga bisa berbelanja, berwisata, dan mendapatkan edukasi tentang Rupiah maupun sistem pembayaran digital,” ucapnya.

Noor juga menegaskan, kegiatan tersebut menjadi sarana edukasi kepada masyarakat agar lebih memahami cara memperlakukan Rupiah dengan baik serta mampu mengenali uang palsu.

“Kita ingin masyarakat lebih bangga terhadap Rupiah sebagai simbol kedaulatan negara dan memahami bagaimana memperlakukan uang dengan benar supaya tidak cepat rusak,” katanya.

Sementara itu, Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Tengah, Sumarno, menyebut kegiatan sport tourism seperti Rupiah Borobudur Playon memiliki dampak besar terhadap pertumbuhan ekonomi daerah.

“Lari ini tidak sekadar olahraga, tapi bagian dari pengembangan ekonomi Jawa Tengah. Kegiatan seperti ini mendatangkan banyak orang dari luar daerah untuk makan, menginap di hotel, dan berbelanja sehingga meningkatkan konsumsi,” ujarnya.

Menurut Sumarno, konsep “Lari untuk Berbagi” juga dinilai selaras dengan program pemerintah daerah dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekitar Borobudur, termasuk penanganan sampah.

“Kami sangat berterima kasih karena bantuan yang diberikan nanti diarahkan untuk pengolahan sampah di desa-desa sekitar Borobudur. Ini bagian dari ekonomi berkelanjutan yang ramah lingkungan,” katanya.

Pemprov Jawa Tengah, lanjut Sumarno, juga terus mendorong pengembangan sport tourism di berbagai daerah lain melalui event lari dan trail run. Beberapa di antaranya seperti Dieng Caldera Trail Run, Merapi Merbabu Trail, Geopark Trail Run Kebumen, hingga event trail di kawasan Gunung Slamet dan Muria.

“Sekarang event lari itu paling mudah mendatangkan orang. Karena itu kami ingin setiap kabupaten di Jawa Tengah punya event olahraga dengan karakteristik daerah masing-masing,” ujarnya.

Noor Nugroho menambahkan, panitia akan melibatkan masyarakat desa di sepanjang rute untuk menciptakan suasana meriah bagi para pelari. Bahkan, panitia menyiapkan penghargaan bagi desa dengan dukungan paling kreatif dan meriah.

“Nanti tiap desa kita dorong menampilkan yang paling menarik. Akan ada hadiah untuk desa yang paling meriah memberikan dukungan kepada pelari,” kata Noor.

Artikel ini telah dibaca 0 kali

badge-check

Penulis

Bagikan ke WhatsApp Bagikan ke Facebook Bagikan ke Line Salin tautan artikel
Baca Lainnya

Penanganan TBC Jateng Dinilai Efektif, Wamendagri Dorong Replikasi Nasional

14 Oktober 2026 - 18:14 WIB

Penanganan TBC Jateng Dinilai Efektif, Wamendagri Dorong Replikasi Nasional

Solusi Bangun Indonesia Raih ASEAN Energy Awards 2026 Berkat Inovasi RDF

14 Oktober 2026 - 13:58 WIB

Dalam malam penganugerahan di Manila, Filipina, Rabu (7/10/2026), Direktur Operasi Solusi Bangun Indonesia Edi Sarwono menerima penghargaan dari Wakil Menteri Perindustrian dan Perdagangan Vietnam, Nguyen Viet Son.

Pemerintah Siapkan Rp120 Miliar untuk Renovasi RSUD RA Kartini Jepara

13 Oktober 2026 - 19:11 WIB

Pemerintah Siapkan Rp120 Miliar untuk Renovasi RSUD RA Kartini Jepara

OJK Gandeng Nasyiatul Aisyiyah, Siapkan 70 Duta Literasi Keuangan di Jawa Tengah

13 Oktober 2026 - 13:29 WIB

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Jawa Tengah berkolaborasi dengan Nasyiatul Aisyiyah Jawa Tengah, menyiapkan 70 kader perempuan muda menjadi Duta Literasi dan Inklusi Keuangan (DILAN).

Pemprov Jateng Dorong Pemutakhiran Data Bansos 2027, Warga Bisa Daftar Mandiri

13 Oktober 2026 - 13:12 WIB

Pemprov Jateng Dorong Pemutakhiran Data Bansos 2027, Warga Bisa Daftar Mandiri

Cegah Penularan TBC, Warga Jepara Antusias Ikuti Pemeriksaan Gratis

13 Oktober 2026 - 12:57 WIB

Cegah Penularan TBC, Warga Jepara Antusias Ikuti Pemeriksaan Gratis
Trending di Daerah

Tinggalkan Komentar