SEMARANG – Idul Adha tahun ini menjadi momen istimewa bagi warga RT 05 RW 03 Candipersil, Kelurahan Kaliwiru, Kota Semarang. Pada Rabu, 27 Mei 2026, Pengajian Endo Semoyo untuk pertama kalinya mengadakan penyembelihan hewan kurban dalam jumlah besar.
Sebanyak 24 ekor kambing berhasil dihimpun dari jamaah, donatur, dan relasi pengajian untuk dibagikan kepada masyarakat sekitar.
Suasana kebersamaan begitu terasa sejak pagi. Warga dan jamaah pengajian berkumpul sambil saling membantu proses penyembelihan hingga pembagian daging kurban. Bagi jamaah Endo Semoyo, kegiatan tersebut bukan hanya menjadi bagian dari perayaan Idul Adha, tetapi juga wujud kepedulian sosial yang selama ini dibangun lewat pengajian sederhana di lingkungan kampung.
Pendiri Pengajian Endo Semoyo, Nur Priyo (61), mengatakan pengajian tersebut berdiri sejak 2019 dan awalnya hanya diikuti tujuh orang jamaah. Pengajian dengan konsep manakib itu dibentuk sebagai sarana belajar agama sekaligus mempererat kebersamaan warga.
“Awalnya kami hanya pengajian kecil. Kami ingin pengajian ini bisa bermanfaat untuk lingkungan,” ujarnya.
Nur Priyo mengaku dirinya merupakan seorang mualaf sejak 1997. Keinginannya untuk terus memperdalam ilmu agama menjadi alasan utama mendirikan pengajian tersebut.
“Saya merasa belum punya bekal agama yang benar, sehingga saya terus belajar mendekatkan diri kepada Allah lewat pengajian,” katanya.
Menurut dia, pelaksanaan kurban tahun ini awalnya hanya direncanakan dengan dua ekor kambing. Namun dukungan dari jamaah dan para donatur terus mengalir hingga jumlah hewan kurban meningkat menjadi 24 ekor kambing.
Donasi tersebut datang dari sejumlah sponsor, jamaah, serta relasi pengajian, termasuk dukungan dari BMT Puspa dan Dam Haji.
“Awalnya hanya lima kambing, lalu bertambah terus sampai akhirnya menjadi 24 kambing,” kata Ketua RT 05 Kaliwiru, Soegi Herri.
Daging kurban nantinya dibagikan secara door to door agar lebih tertib dan tepat sasaran. Warga RT 05 menjadi prioritas utama, disusul jamaah pengajian dan sebagian warga di RT lain wilayah RW 03 melalui koordinasi masing-masing pengurus lingkungan.
Saat ini jamaah Pengajian Endo Semoyo telah mencapai sekitar 40 orang yang berasal dari berbagai wilayah, seperti Kaliwiru, Tembalang hingga Ungaran. Bagi warga, kurban perdana tersebut menjadi bukti bahwa pengajian kecil yang tumbuh dari semangat belajar agama kini berkembang menjadi wadah kebersamaan dan kepedulian sosial di tengah masyarakat.***



