BANDUNG, PortalJateng.id – Jalur kereta api Jakarta-Bandung telah menghubungkan dua kota sejak 1884. KAI Wisata bersama Plataran Indonesia dan Whoosh menghidupkan kembali romantismenya.
Program eksklusif “Nostalgic Parahyangan Escape” resmi diluncurkan. Perjalanan perdana digelar pada Sabtu (6/6/2026).
Program ini menghadirkan pengalaman perjalanan premium berbasis heritage dan hospitality. Tiga entitas besar berkolaborasi, transportasi, budaya, dan kemewahan layanan kelas dunia.
Perjalanan Perdana yang Mewah
Perjalanan perdana dihadiri para pimpinan tiga entitas:
- Yozua Makes, CEO dan Founder Plataran Indonesia
- Hetty Herawati, Direktur Komersial KAI Wisata
- Zuhril Alim, EVP Transport Passenger Sales
Rangkaian perjalanan dimulai dari VIP Lounge KAI pukul 08.15 WIB. Para tamu berangkat menggunakan Kereta Panoramic Privat dari Stasiun Gambir menuju Bandung.
Selama perjalanan, tamu menikmati light breakfast dari Teras by Plataran. Pemandangan pegunungan dan sawah terasering Jawa Barat terbentang di luar jendela luas.
Guided storytelling menambah kedalaman pengalaman. Para tamu diajak menyelami kisah-kisah masa lalu jalur kereta api yang menjadi saksi perkembangan peradaban di Pulau Jawa.
Pesona Nama “Parahyangan”

Komisaris PT Kereta Api Pariwisata, Yudhistira Amran Saleh, menjelaskan inspirasi program ini.
“Kolaborasi ini merupakan wujud komitmen KAI Wisata untuk terus berinovasi menghadirkan pengalaman Next Level Indonesian Hospitality. Melalui Kereta Panoramic Privat, kami mengajak para tamu menikmati keindahan lanskap Jawa Barat yang memukau sambil mendengarkan guided storytelling tentang sejarah jalur kereta yang kaya,” ujar Yudhistira.
Nama “Parahyangan” sendiri merujuk pada tanah Sunda. Tempat tinggal para hyang atau dewa. Sebuah sebutan yang mencerminkan keindahan alam dan spiritualitas khas Jawa Barat.
Program ini terinspirasi dari kejayaan Kereta Parahyangan sejak 1971. Jalur kereta api Jakarta-Bandung sendiri telah beroperasi sejak 1884.
Aktivitas Budaya di Bandung
Di Bandung, peserta mengikuti rangkaian aktivitas budaya dan heritage:
- Santap siang istimewa di Plataran Bandung dengan eksplorasi Lorong Gallery
- Museum Gedung Sate
- Villa Isola (UPI)
- Observatorium Bosscha
- Institut Teknologi Bandung (ITB)
- Tur Kota Bandung menggunakan Bandros
Setiap destinasi dipilih secara cermat. Memberikan pengalaman komprehensif tentang kekayaan budaya, sejarah, dan ilmu pengetahuan Kota Bandung.
Dari kemegahan arsitektur Art Deco Museum Gedung Sate hingga keagungan Observatorium Bosscha (pusat astronomi Indonesia sejak 1928), setiap titik kunjungan menyajikan cerita yang memperkaya wawasan.
Harmonisasi Tradisi dan Modernitas

Perjalanan pulang menggunakan kombinasi:
- Kereta Api Feeder menuju Padalarang
- Kereta Cepat Whoosh menuju Halim
Kombinasi ini menjadi simbol harmonisasi antara tradisi dan modernitas. Para tamu merasakan perjalanan kereta konvensional yang sarat nostalgia, lalu beralih ke kecanggihan Whoosh yang merepresentasikan masa depan transportasi Indonesia.
Yudhistira menambahkan pesan tentang kolaborasi ini.
“Kolaborasi dengan Plataran dan Whoosh dalam program Nostalgic Parahyangan Escape ini membuktikan bahwa sinergi antarpemangku kepentingan dapat menghasilkan produk wisata yang benar-benar berbeda dan bernilai tinggi. Kami tidak hanya menjual perjalanan, tetapi menghadirkan sebuah narasi besar yang menghubungkan masa lalu, masa kini, dan masa depan perjalanan kereta api di Indonesia,” tambah Yudhistira.
Jadwal dan Harga
Program Nostalgic Parahyangan Escape akan diselenggarakan dua kali setiap bulan sepanjang tahun 2026-2027. Harga Rp1.500.000 per orang.
Pendaftaran dapat dilakukan paling lambat setiap hari Jumat pukul 12.00 WIB melalui kanal resmi Plataran.
Harga sudah mencakup:
- Penyambutan di VIP Lounge
- Perjalanan Kereta Panoramic Privat
- Light breakfast
- Santap siang
- Tur budaya dan heritage di Bandung
- Perjalanan kembali ke Jakarta menggunakan Kereta Cepat Whoosh
Yudhistira menutup dengan harapannya.
“Ke depannya, KAI Wisata akan terus menjajaki kolaborasi-kolaborasi strategis yang dapat menghadirkan pengalaman perjalanan berkelas internasional bagi masyarakat Indonesia. Nostalgic Parahyangan Escape adalah contoh nyata bahwa kereta api bukan hanya moda transportasi, tetapi dapat menjadi bagian dari pengalaman wisata premium yang memadukan heritage, hospitality, dan inovasi. Kami berharap program ini dapat menjadi inspirasi bagi pengembangan produk wisata berbasis kereta api yang semakin beragam dan berkualitas,” tutup Yudhistira.
Dengan semangat More Experience, Elevating Every Journey, KAI Wisata terus berkomitmen menghadirkan layanan dan pengalaman yang lebih personal, lebih berkesan, dan semakin relevan bagi pelanggan masa kini.
Perjalanan bukan hanya tentang sampai di tujuan. Ia adalah tentang cerita yang terbentuk di sepanjang rel, pemandangan yang tertangkap dari balik jendela, dan kenangan yang dibawa pulang.
KAI Wisata menghidupkan kembali romantisme Kereta Parahyangan yang legendaris. Bukan sekadar naik kereta, tetapi menyusuri lorong waktu, dari stasiun bersejarah, gedung-gedung tua di Bandung, hingga keagungan Observatorium Bosscha.
Kolaborasi dengan Plataran dan Whoosh menjadi simbol yang indah, bahwa masa lalu, masa kini, dan masa depan bisa berjalan beriringan. Kereta konvensional yang sarat nostalgia, lalu beralih ke kereta cepat yang membawa mimpi.
Program ini tidak murah. Rp1.500.000 per orang. Tapi untuk pengalaman yang merangkum sejarah, budaya, kemewahan, dan inovasi dalam satu perjalanan, mungkin itulah harga yang pantas.
Semoga program ini terus berjalan. Semoga semakin banyak orang yang bisa merasakan keajaiban perjalanan dengan kereta api. Dan semoga warisan jalur Parahyangan tidak hanya dikenang, tetapi juga dihidupkan setiap hari.



