SEMARANG, PortalJateng.id – Setiap tahun, masih ada pelanggan kereta yang salah naik. Bukan karena tidak tahu, tapi karena terburu-buru.
PT KAI Daop 4 Semarang mencatat 104 pelanggan salah naik kereta sejak Januari hingga awal Juni 2026. Angka ini turun dibanding tahun sebelumnya, tapi masih terjadi.
Manager Humas KAI Daop 4 Semarang, Luqman Arif, dalam rilis resminya beberapa waktu lalu mengimbau pelanggan untuk lebih teliti.
“Kami menghimbau seluruh pelanggan kereta api untuk selalu memeriksa kembali nama kereta api, nomor perjalanan, relasi, jam keberangkatan, serta peron keberangkatan sebelum naik ke dalam kereta. Ketelitian pelanggan sangat penting agar perjalanan berlangsung aman, nyaman, dan sesuai tujuan,” ujar Luqman.
Tren Menurun, tapi Masih Perhatian
Data KAI Daop 4 Semarang menunjukkan tren positif:
| Tahun | Jumlah Pelanggan Salah Naik |
|---|---|
| 2024 | 231 orang |
| 2025 | 162 orang (turun 30%) |
| 2026 (Jan-Jun) | 104 orang |
Kelima stasiun dengan kasus terbanyak:
- Stasiun Semarang Poncol: 43 pelanggan
- Stasiun Pekalongan: 28 pelanggan
- Stasiun Tegal: 18 pelanggan
- Stasiun Semarang Tawang: 14 pelanggan
- Stasiun Weleri: 1 pelanggan
Luqman menyebut penyebab utama adalah ketidaktelitian. Pelanggan terburu-buru saat boarding sehingga kurang memperhatikan informasi perjalanan.
Upaya Pencegahan dari KAI
KAI Daop 4 Semarang terus memperkuat sistem informasi perjalanan:
- Pengumuman berulang di area keberangkatan dengan menyebut nomor peron, nama kereta, dan stasiun tujuan akhir
- Kondektur memberikan pengumuman relasi kereta sebelum dan setelah keberangkatan
- Penguatan fasilitas visual seperti signage, papan informasi jadwal, dan monitor digital di titik-titik strategis
- Petugas boarding memeriksa tiket sebelum pelanggan memasuki peron
Pelanggan yang salah naik kereta berpotensi mengalami kendala perjalanan. Mereka harus diturunkan di stasiun terdekat untuk penanganan lebih lanjut.
Imbauan untuk Pelanggan
KAI Daop 4 Semarang menghimbau pelanggan untuk:
- Datang lebih awal ke stasiun sebelum jadwal keberangkatan
- Memastikan nama kereta, nomor perjalanan, relasi, dan tujuan sesuai tiket
- Memperhatikan informasi peron yang diumumkan petugas atau ditampilkan di layar
- Bertanya kepada petugas jika ragu
- Memeriksa kembali nomor kereta dan nomor tempat duduk setelah naik
KAI juga tengah mengevaluasi pola pelayanan di stasiun dengan angka salah naik tertinggi. Termasuk pengaturan arus pelanggan, penataan ruang tunggu, dan peningkatan peran petugas.
“Kami mengajak seluruh pelanggan untuk selalu teliti dan tidak terburu-buru saat akan naik kereta api. Dengan memastikan kesesuaian kereta yang dinaiki, pelanggan dapat terhindar dari salah tujuan sehingga perjalanan dapat berlangsung dengan aman, nyaman, dan lancar,” tutup Luqman.
Salah naik kereta mungkin terdengar sepele. Tapi akibatnya tidak main-main: tujuan meleset, waktu terbuang, dan rencana berantakan.
Stasiun Semarang Poncol mencatat 43 kasus tertinggi. Itu artinya, rata-rata satu orang salah naik setiap minggu.
Apa penyebabnya? Terburu-buru. Tidak membaca ulang tiket. Tidak mendengar pengumuman petugas.
Untungnya , KAI terus berbenah. Pengumuman diulang. Signage diperbanyak. Petugas diperbantukan.
Tapi pada akhirnya, keselamatan dan kenyamanan perjalanan ada di tangan kita sendiri.
Jadi , lain kali naik kereta, datang lebih awal. Baca tiket dengan saksama. Dengar pengumuman. Jangan malu bertanya.
Karena satu menit ketelitian bisa menyelamatkan satu hari perjalanan.



