Kamis, 11 Juni 2026
28.1 C
Semarang

Harga Cabai dan Bawang Melonjak, Inflasi Jawa Tengah Tetap Terjaga di Sasaran

Berita Terkait

SEMARANG — Provinsi Jawa Tengah mencatat inflasi sebesar 0,23 persen secara bulanan (month to month/mtm) pada Mei 2026 setelah pada April mengalami deflasi 0,03 persen. Meski terjadi kenaikan harga sejumlah komoditas hortikultura, inflasi tahunan Jawa Tengah masih berada dalam rentang sasaran nasional 2,5±1 persen.

Kenaikan inflasi pada Mei terutama dipicu oleh meningkatnya harga cabai merah, cabai rawit, dan bawang merah. Lonjakan harga terjadi akibat penurunan produktivitas di sejumlah sentra produksi karena cuaca ekstrem, serangan organisme pengganggu tanaman, serta kekeringan. Kondisi tersebut terjadi antara lain di Temanggung untuk komoditas cabai, serta Pati dan Demak untuk bawang merah.

Selain faktor pasokan, peningkatan permintaan menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Iduladha dan musim hajatan turut mendorong kenaikan harga. Inflasi juga dipengaruhi naiknya harga minyak goreng akibat keterbatasan pasokan dan meningkatnya biaya produksi, terutama untuk bahan kemasan.

Di luar sektor pangan, inflasi disumbang oleh kenaikan harga telepon seluler yang dipicu mahalnya komponen elektronik seperti chipset dan memori di pasar global. Sementara itu, penyesuaian harga LPG nonsubsidi yang dilakukan pada April masih memberikan dampak terhadap harga konsumen pada Mei.

Namun, laju inflasi yang lebih tinggi berhasil tertahan oleh penurunan harga beberapa komoditas. Harga telur ayam ras dan daging ayam ras mengalami penurunan seiring melimpahnya pasokan di tingkat peternak. Selain itu, harga emas perhiasan juga turun mengikuti tren koreksi harga emas global.

Pelaksana Harian (Plh.) Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Tengah, Anggis Rakhmi, mengatakan, Bank Indonesia bersama pemerintah daerah akan terus memperkuat langkah pengendalian inflasi agar tetap berada dalam sasaran yang ditetapkan.

“Bank Indonesia bersama TPID Provinsi Jawa Tengah dan TPID kabupaten/kota akan terus berkoordinasi menjaga kecukupan pasokan dan kelancaran distribusi barang sehingga inflasi tetap terjaga dalam rentang sasaran 2,5±1 persen,” ujarnya.

Secara spasial, seluruh kota dan kabupaten yang menjadi lokasi penghitungan Indeks Harga Konsumen (IHK) di Jawa Tengah mengalami inflasi pada Mei 2026. Inflasi bulanan tertinggi tercatat di Surakarta, Kudus, dan Cilacap sebesar 0,31 persen, disusul Wonogiri 0,30 persen dan Purwokerto 0,28 persen. Sementara secara tahunan, inflasi tertinggi terjadi di Cilacap sebesar 3,22 persen, diikuti Wonogiri 3,02 persen dan Kota Tegal 2,90 persen.

Ke depan, upaya pengendalian inflasi akan difokuskan pada penguatan pasokan dan distribusi komoditas strategis, khususnya pangan hortikultura yang menjadi penyumbang utama kenaikan harga dalam beberapa bulan terakhir.

Berita Terkait

spot_img

Berita Terbaru