SEMARANG, PortalJateng.id – Hari Bhayangkara tidak hanya dirayakan dengan upacara dan seremoni. Di Polrestabes Semarang, peringatan ke-80 tahun ini diwujudkan dengan kepedulian nyata.
Kapolrestabes Semarang Kombes Pol. Heri Wahyudi, S.I.K., M.M., didampingi Ketua Bhayangkari Cabang Polrestabes Semarang Ny. Donna Hery Wahyudi, mengunjungi anggota Polri, ASN Polri, dan purnawirawan yang sakit menahun, Kamis (18/6/2026).
Kegiatan anjangsana ini menjadi momentum mempererat tali silaturahmi. Sekaligus memberikan dukungan moral kepada anggota dan keluarga yang sedang menghadapi ujian kesehatan.
Doa Bersama untuk Kesembuhan
Rombongan mengunjungi sejumlah personel aktif maupun purnawirawan. Mereka berjuang melawan berbagai penyakit:
- Kanker payudara
- Stroke
- Gagal ginjal yang menjalani cuci darah
- Penyakit jantung
- Diabetes
- Patah tulang
Kapolrestabes bersama rombongan menyerahkan santunan dan tali asih. Bentuk perhatian institusi kepada anggota yang telah mengabdikan diri.
Suasana penuh kehangatan dan haru terasa dalam setiap kunjungan. Diiringi doa bersama agar seluruh anggota yang sakit segera diberikan kesembuhan dan kekuatan.
Polri Satu Keluarga

Kasihumas Polrestabes Semarang, Kompol Riki Fahmi Mubarok, mengatakan kegiatan ini adalah bentuk perhatian pimpinan.
“Hari Bhayangkara menjadi momentum untuk memperkuat nilai-nilai kebersamaan dan kekeluargaan di lingkungan Polri. Melalui kegiatan anjangsana ini, Kapolrestabes Semarang ingin memastikan bahwa setiap anggota yang sedang sakit tidak pernah merasa sendiri. Kehadiran pimpinan beserta jajaran diharapkan dapat memberikan semangat, dukungan moril, serta menjadi bukti bahwa Polri selalu hadir untuk saling menguatkan sebagai satu keluarga besar,” ujar Kompol Riki.
Ia menambahkan bahwa kepedulian terhadap anggota adalah bagian penting dari pembinaan internal institusi.
“Semangat solidaritas dan empati menjadi fondasi dalam membangun organisasi yang kuat sekaligus humanis,” tambah Kompol Riki.
Makna di Balik Peringatan

Melalui kegiatan ini, Polrestabes Semarang berharap tali persaudaraan antaranggota semakin erat. Serta mampu menumbuhkan semangat kebersamaan dalam menjalankan pengabdian kepada masyarakat, bangsa, dan negara.
Sejalan dengan semangat Hari Bhayangkara Ke-80 yang mengedepankan Polri yang Presisi, humanis, dan semakin dekat dengan masyarakat maupun keluarga besarnya.
Hari Bhayangkara ke-80 tahun ini tidak hanya tentang parade dan penghargaan. Ia adalah tentang kehadiran di saat anggota sedang jatuh sakit, tentang doa yang dipanjatkan bersama, dan tentang tangan yang digenggam di ruang perawatan.
Kanker payudara, stroke, gagal ginjal, jantung, diabetes, patah tulang semua adalah musuh yang tidak kenal pangkat. Anggota Polri, ASN, dan purnawirawan yang mengabdikan diri bertahun-tahun pun bisa jatuh sakit.
Kapolrestabes dan Bhayangkari datang. Mereka tidak membawa janji, tapi membawa perhatian. Santunan dan tali asih adalah simbol bahwa institusi tidak melupakan.
Sakit mungkin terasa sendirian. Tapi kehadiran pimpinan dan rekan-rekan mengingatkan: dalam Polri, tidak ada yang berjuang sendiri.
Semoga doa yang dipanjatkan bersama dikabulkan. Semoga yang sakit segera pulih. Dan semoga semangat kebersamaan ini terus menyala, tidak hanya di Hari Bhayangkara, tapi setiap hari.
Karena pada akhirnya, institusi yang kuat adalah institusi yang tidak pernah melupakan anak buahnya.



