Sabtu, 4 Juli 2026
30 C
Semarang

Wagub Taj Yasin: Toriqoh Perkuat Moral Masyarakat dan Cegah Praktik Korupsi

Berita Terkait


CILACAP
 – Ribuan jamaah toriqoh memadati Pondok Pesantren Al Ihya Ulumaddin, Kesugihan, Kabupaten Cilacap, Sabtu (4/7/2026). Mereka menghadiri Manaqib Qubra, Istighosah, Bahtsul Masail, Temu Mursyid, dan Pengajian Akbar JATMAN Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).

Mewakili gubernur Jateng Ahmad Luthfi, Wagub Taj Yasin Maimoen menghadiri kegiatan tersebut.

Menurutnya, toriqoh memiliki peran penting dalam membangun spiritualitas sekaligus memperkuat karakter masyarakat.

Ia katakan, zikir yang diamalkan dalam toriqoh tidak hanya diperuntukkan bagi diri sendiri atau jamaah. Tetapi juga menjadi doa bagi seluruh makhluk, termasuk untuk bangsa, negara, dan jalannya pemerintahan.

“Ini yang penting dan benar-benar saya harapkan,” kata Taj Yasin.

Pria yang akrab disapa Gus Yasin itu berharap doa para ulama dan jamaah toriqoh senantiasa mengiringi para pemimpin agar mampu menjalankan amanah dengan baik.

“Semoga jalannya roda pemerintahan masuk dalam doa-doa panjenengan. Pemerintahan akan berlangsung dengan baik berkat doa ahli toriqoh dan ulama,” ujarnya.

Menurutnya, penguatan keimanan merupakan ajaran pertama yang ditanamkan Rasulullah SAW kepada umat Islam. Dalam konteks tersebut, toriqoh menjadi salah satu jalan untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT sekaligus memperkokoh kualitas keimanan.

Ia menambahkan, seseorang yang istiqamah dalam berzikir akan memiliki kesadaran spiritual yang mampu mencegah dirinya melakukan perbuatan tercela, termasuk tindak korupsi.

“Zikir itu membuat takut kepada Allah, sehingga dapat mencegah perbuatan-perbuatan yang kurang terpuji,” tegasnya.

Sementara itu, dalam mauidhah hasanahnya, Rais Jatman Jawa Tengah-DIY, KH Achmad Chalwani Nawawi menyampaikan, bahwa perjalanan sejarah bangsa tidak terlepas dari peran para ulama dan ahli toriqoh.

Ia menyebut sejumlah tokoh bangsa yang memiliki kedekatan dengan dunia pesantren dan toriqoh, di antaranya Mohammad Hatta serta Pangeran Diponegoro.

Menurutnya, nilai-nilai spiritual yang diwariskan para ulama menjadi fondasi penting dalam perjuangan membangun bangsa dan negara.***

Berita Terkait

spot_img

Berita Terbaru