Jumat, 14 Agustus 2026
27.3 C
Semarang

XLSMART Bukukan Laba Rp2,73 Triliun di Semester I 2026, Naik 294%

Berita Terkait

JAKARTA – PT XLSMART Telecom Sejahtera Tbk (EXCL) membukukan kinerja solid pada semester I 2026. Laba bersih yang dinormalisasi (Normalized PAT) perusahaan melonjak 294% secara tahunan menjadi Rp2,73 triliun.

Pertumbuhan laba tersebut sejalan dengan penguatan kinerja operasional dan semakin besarnya realisasi sinergi pascamerger. Pada periode yang sama, pendapatan XLSMART tumbuh 26% YoY menjadi Rp24,03 triliun.

EBITDA yang dinormalisasi juga meningkat 19% YoY menjadi Rp11,05 triliun, dengan margin EBITDA yang mencapai 46%. Perusahaan menyebut peningkatan profitabilitas turut didukung berkurangnya biaya integrasi serta percepatan realisasi sinergi merger.

Presiden Direktur & CEO XLSMART Rajeev Sethi mengatakan, semester pertama 2026 menjadi fase penting bagi perusahaan setelah melalui proses integrasi jaringan yang intensif.

“Setelah melalui proses integrasi yang intensif, kami kini memasuki fase optimalisasi dengan fondasi perusahaan yang semakin kuat — skala jaringan yang lebih besar, portofolio spektrum yang semakin luas, dan kekuatan multi-brand kini mulai terealisasi menjadi sinergi nyata,” ujar Rajeev dalam keterangan resminya, Rabu (12/8/2026).

Menurut dia, kondisi tersebut tercermin dari pertumbuhan pendapatan yang berkelanjutan, konsumsi data yang sehat, serta penguatan average revenue per user (ARPU). Momentum komersial juga terus membaik seiring peningkatan pengalaman pelanggan dan meluasnya adopsi layanan 5G.

Blended ARPU XLSMART pada semester I 2026 meningkat menjadi Rp47.100 dari Rp38.200 pada periode yang sama tahun sebelumnya. Kenaikan tersebut didorong strategi harga yang lebih disiplin dan optimalisasi portofolio pelanggan.

Di sisi lain, trafik data tumbuh 19% YoY menjadi 7.934 petabytes. Pertumbuhan tersebut menunjukkan semakin tingginya kebutuhan pelanggan terhadap layanan digital, mulai dari streaming, mobile gaming hingga layanan berbasis cloud.

Sinergi merger meningkat

Dari sisi efisiensi, XLSMART mencatatkan gross synergy sebesar US$153 juta sepanjang semester I 2026. Nilai tersebut meningkat lebih dari tiga kali lipat dibandingkan US$48 juta pada periode yang sama tahun lalu.

Sinergi tersebut berasal dari sejumlah langkah efisiensi, antara lain negosiasi dengan mitra dan kontrak, optimalisasi operasional site, utilitas dan fiber, penghematan biaya regulasi melalui penonaktifan site, optimalisasi organisasi dan pemasaran, serta penurunan biaya integrasi.

Hingga akhir Juni 2026, sekitar 92% site telah terintegrasi ke jaringan XLSMART. Perseroan juga telah membongkar sekitar 15.000 site duplikasi atau redundant sites yang dinilai dapat menekan biaya operasional berulang.

Total BTS XLSMART mencapai 265.442 unit pada semester I 2026, tumbuh 26% YoY. Sekitar 50% penambahan BTS dalam setahun terakhir berada di luar Jawa, terutama di Sulawesi dan Kalimantan.

Perluas jaringan 5G

XLSMART juga terus menggenjot ekspansi jaringan 5G dengan pendekatan blanket coverage. Hingga semester I 2026, layanan 5G perusahaan telah tersedia di 52 kota dengan dukungan sekitar 15.000 BTS 5G.

Cakupan populasi 5G XLSMART kini mencapai 23%. Sementara itu, trafik 5G menyumbang 27% terhadap pertumbuhan trafik secara keseluruhan, dengan kualitas pengalaman 5G yang disebut meningkat 2,5 kali dibandingkan 4G.

Penguatan jaringan turut ditopang peningkatan portofolio spektrum menjadi 217 MHz, atau sekitar empat kali lipat dibandingkan gabungan spektrum sebelum merger.

Atas peningkatan performa jaringan tersebut, XLSMART untuk pertama kalinya meraih sejumlah pengakuan dari Ookla, termasuk Indonesia’s Best Mobile Network 2026, Fastest 5G Network, Best 5G Network, dan Best 5G Video Experience.

Dari sisi kanal digital, jumlah pengguna aktif bulanan pada aplikasi myXL, AxisNet, dan mySF mencapai 36 juta. Lebih dari 60% pendapatan mobile XLSMART kini dihasilkan melalui kanal digital.

XLSMART juga menggandeng Google untuk menghadirkan Gemini AI Plus dan Cloud Storage bagi pelanggan tanpa biaya tambahan. Kerja sama ini ditujukan untuk meningkatkan ARPU, konsumsi data, keterlibatan digital, dan loyalitas pelanggan.

Rajeev menambahkan, fokus perusahaan ke depan bukan sekadar menyelesaikan integrasi, tetapi memastikan manfaat merger dapat diterjemahkan menjadi kualitas jaringan dan layanan yang lebih baik.

“Fokus kami ke depan bukan hanya menyelesaikan integrasi, tetapi memastikan seluruh kekuatan hasil merger, termasuk konsolidasi site dan efisiensi operasional yang mendorong ekspansi margin EBITDA, dapat diterjemahkan menjadi kualitas jaringan yang semakin baik, layanan 5G blanket coverage yang semakin luas, serta pengalaman digital yang semakin relevan bagi pelanggan,” jelasnya.

Dari sisi neraca, total utang bruto XLSMART turun menjadi Rp20,87 triliun per akhir Juni 2026. Rasio net debt terhadap EBITDA, termasuk pembiayaan sewa, berada di level 2,61 kali.

Perseroan menyatakan tidak memiliki utang dalam denominasi dolar Amerika Serikat. Adapun 90% pinjaman saat ini memiliki suku bunga mengambang dan 10% lainnya berbunga tetap.

Untuk mendukung integrasi jaringan dan ekspansi 5G, XLSMART mencatat capitalized capex sebesar Rp10,27 triliun hingga semester I 2026.

Berita Terkait

spot_img

Berita Terbaru