SEMARANG — Optimisme masyarakat Jawa Tengah terhadap kondisi perekonomian tetap terjaga pada Juni 2026. Hal itu tercermin dari Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) yang mencapai 113,55 atau masih berada di atas level optimistis sebesar 100.
Capaian tersebut juga sejalan dengan hasil Survei Konsumen secara nasional. Di tingkat daerah, indeks keyakinan konsumen di Kota Semarang, Solo, Purwokerto, dan Tegal juga sama-sama bertahan di zona optimistis.
Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Tengah, Andi Reina Sari, mengatakan, keyakinan konsumen yang tetap kuat menunjukkan masyarakat masih memiliki pandangan positif terhadap kondisi ekonomi saat ini maupun prospeknya dalam beberapa bulan ke depan.
“Optimisme konsumen terhadap perekonomian Jawa Tengah pada Juni 2026 tetap terjaga. Hal ini tercermin dari Indeks Keyakinan Konsumen sebesar 113,55 yang berada pada level optimis atau di atas 100,” kata Andi dalam siaran pers, Rabu (22/7/2026).
Keyakinan tersebut tidak hanya ditopang oleh persepsi terhadap kondisi ekonomi saat ini, tetapi juga ekspektasi masyarakat terhadap perkembangan ekonomi ke depan.
Pada Juni 2026, Indeks Kondisi Ekonomi Saat Ini (IKE) tercatat sebesar 106,31. Angka tersebut menunjukkan masyarakat masih menilai kondisi ekonomi berada dalam kategori optimistis.
Menurut Bank Indonesia, persepsi positif itu terutama didorong oleh keyakinan konsumen terhadap tingkat penghasilan yang tetap baik serta meningkatnya konsumsi barang tahan lama. Kedua komponen tersebut masih berada pada level optimistis.
Meski demikian, persepsi terhadap ketersediaan lapangan kerja belum sepenuhnya pulih. Indikator tersebut masih berada di bawah level optimistis sehingga menjadi salah satu aspek yang masih perlu mendapat perhatian.
Sementara itu, harapan masyarakat terhadap kondisi ekonomi enam bulan mendatang tetap menguat. Hal itu tercermin dari Indeks Ekspektasi Konsumen (IEK) yang mencapai 120,79.
“Ekspektasi konsumen terhadap perekonomian Jawa Tengah diprakirakan tetap kuat. Hal ini tercermin dari Indeks Ekspektasi Konsumen Juni 2026 sebesar 120,79, yang menunjukkan optimisme konsumen terhadap penghasilan, ketersediaan lapangan kerja, dan kegiatan usaha pada enam bulan mendatang,” ujar Andi.
Terjaganya keyakinan konsumen tersebut menjadi sinyal positif bagi aktivitas ekonomi Jawa Tengah. Optimisme masyarakat berpotensi menopang konsumsi rumah tangga yang selama ini menjadi salah satu motor utama pertumbuhan ekonomi daerah.



