SEMARANG – Perum Bulog Kantor Cabang Semarang terus mengintensifkan penyaluran beras program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) serta Minyakita untuk menjaga ketersediaan pasokan dan stabilitas harga pangan di wilayah kerjanya.
Hingga 4 September 2026, Bulog Kantor Cabang Semarang telah menyalurkan sebanyak 18.520 ton beras SPHP. Sementara itu, penyaluran Minyakita selama periode Januari hingga 4 September 2026 mencapai sekitar 2.758.994 liter.
Pemimpin Perum Bulog Kantor Cabang Semarang, Rendy Ardiansyah, mengatakan, penyaluran tersebut dilakukan melalui berbagai saluran distribusi agar masyarakat lebih mudah mendapatkan beras dan minyak goreng dengan harga yang sesuai ketentuan.
Beras SPHP dan Minyakita disalurkan melalui pasar-pasar tradisional, ritel modern, Koperasi Kelurahan Merah Putih (KKMP), Koperasi Desa Merah Putih (KDMP), Gerakan Pangan Murah (GPM), serta Rumah Pangan Kita (RPK) binaan Perum Bulog serta saluran resmi lainnya.
Menurut Rendy, perluasan saluran distribusi menjadi salah satu upaya untuk memastikan pasokan pangan tersedia hingga tingkat masyarakat. Selain melakukan dropping beras SPHP ke berbagai titik penjualan, Bulog juga terus memastikan ketersediaan stok di pasar.
“Penyaluran terus kami lakukan melalui berbagai saluran, mulai dari pasar tradisional hingga jaringan binaan Bulog. Tujuannya untuk memastikan beras SPHP dan Minyakita mudah diakses masyarakat serta membantu menjaga stabilitas harga,” ujar Rendy.
Untuk memastikan kondisi harga dan ketersediaan pasokan di lapangan, Bulog bersama instansi terkait seperti Dinas Ketahanan Pangan beserta Disperindag juga melakukan pemantauan di sejumlah pasar yang menjadi titik Sistem Pemantauan Pasar dan Kebutuhan Pokok (SP2KP) Kota Semarang.
Pemantauan dilakukan di Pasar Johar dan Pasar Karangayu. Dari kegiatan tersebut, jajaran Bulog melihat langsung perkembangan harga sekaligus mengecek ketersediaan stok beras SPHP di tingkat pedagang.
Kegiatan pemantauan kemudian dilanjutkan dengan pelaksanaan Gerakan Pangan Murah di Kecamatan Semarang Utara pada Sabtu, 5 September 2026. GPM menjadi salah satu langkah yang terus dilakukan untuk mendekatkan bahan pangan dengan harga terjangkau kepada masyarakat.
Gerakan Pangan Murah yang dilaksanakan di Kota Semarang mendapatkan dukungan penuh beberapa dari Pimpinan Daerah, seperti yang telah dilaksanakan diawal pekan ini dimana Ibu Walikota Semarang beserta jajaran meninjau langsung serta melakukan dialog interaktif melalui zoom online pada saat pelaksanaan Gerakan Pangan Murah Serentak Kota Semarang di 16 Kecamatan Se-Kota Semarang.
“Untuk menjaga harga beras dan minyak goreng tetap stabil, Perum Bulog terus bekerja sama dengan instansi terkait dalam pelaksanaan Gerakan Pangan Murah yang dilakukan setiap hari,” katanya.
Upaya menjaga stabilitas harga pangan tersebut juga mendapat perhatian langsung dari jajaran pusat. Direktur Utama Perum Bulog turun langsung memimpin pemantauan harga di pasar-pasar SP2KP.
Di sela kegiatan pemantauan, Direktur Utama Perum Bulog juga melakukan komunikasi melalui zoom meeting dengan seluruh jajaran pemimpin wilayah dan pemimpin cabang se-Indonesia yang secara bersamaan melakukan pemantauan harga dan kondisi ketersediaan pangan di daerah masing-masing.
Langkah tersebut dilakukan untuk memperoleh gambaran kondisi harga dan pasokan secara langsung di lapangan, sekaligus memastikan program stabilisasi pangan berjalan secara optimal.
Dengan terus dilakukannya dropping beras SPHP ke pasar-pasar serta penyaluran melalui berbagai jaringan distribusi, Bulog Kantor Cabang Semarang berupaya menjaga ketersediaan stok bagi masyarakat.
“Distribusi yang berkelanjutan diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan pangan sekaligus menjaga harga beras dan minyak goreng tetap stabil,” pungkasnya.***



