Minggu, 26 Juli 2026
27.8 C
Semarang

Permata Bangsa School Perkuat Pendidikan Global, Orang Tua Jadi Mitra Strategis

Berita Terkait


SEMARANG
 – Permata Bangsa School menggelar kegiatan Management Meet-Up with Parents (MMU) 2026 di kampus Permata Bangsa School, Sabtu (25/7/2026). Kegiatan tahunan yang digelar pada awal tahun ajaran baru tersebut menjadi wadah mempererat komunikasi antara manajemen sekolah dan orang tua sekaligus menyampaikan arah pengembangan pendidikan untuk tahun ajaran 2026/2027.

CEO Permata Bangsa, Stefanus Suryaatmadja, MBA, mengatakan pendidikan yang berkualitas tidak dapat diserahkan sepenuhnya kepada sekolah, tetapi membutuhkan kolaborasi erat dengan orang tua. Menurutnya, sinergi tersebut menjadi fondasi penting dalam membentuk karakter, kompetensi, dan kesiapan anak menghadapi tantangan masa depan.

“Forum ini menjadi kesempatan bagi kita untuk saling mengenal, berbagi pemikiran, sekaligus menyampaikan visi Permata Bangsa dalam beberapa tahun ke depan. Kami juga ingin mendengar masukan dari orang tua agar sekolah terus berkembang sesuai kebutuhan anak-anak,” ujar Stefanus.

Ia menjelaskan, dunia kerja saat ini tidak hanya membutuhkan lulusan yang unggul secara akademik, tetapi juga memiliki kemampuan berkomunikasi, bekerja sama, kecerdasan sosial, serta karakter dan akhlak yang baik. Karena itu, Permata Bangsa terus mendorong keseimbangan antara pencapaian akademik dengan pengembangan soft skills, minat, dan bakat peserta didik.

Menurut Stefanus, metode pembelajaran juga harus terus beradaptasi dengan perubahan zaman. Pembelajaran tidak lagi berorientasi pada hafalan semata, tetapi lebih menekankan pemahaman konsep, praktik langsung, diskusi terbuka, eksperimen, dan pengalaman nyata agar siswa mampu berpikir kritis serta menyelesaikan persoalan di kehidupan sehari-hari.

“Anak-anak harus dipersiapkan agar siap berkompetisi, siap berkontribusi, dan menjadi bagian dari solusi di masa depan. Karena itu kami ingin membekali mereka dengan kemampuan akademik sekaligus keterampilan nonakademik sejak dini,” katanya.

Ia menambahkan, sekolah membuka ruang seluas-luasnya bagi orang tua untuk memberikan saran, kritik, maupun masukan sebagai bagian dari upaya bersama meningkatkan kualitas pendidikan.

“Kepercayaan yang diberikan kepada Permata Bangsa adalah amanah bagi kami. Karena itu kami ingin memastikan setiap anak mendapatkan pendidikan terbaik melalui kerja sama yang kuat antara sekolah dan orang tua,” tuturnya.

Sementara itu, Managing Director Permata Bangsa School, Prof. Dr. Drs. Jumanto, M.Pd., mengatakan MMU merupakan agenda rutin yang diselenggarakan setiap awal tahun ajaran baru. Tahun ini sekitar 150 orang tua diundang, dengan mayoritas peserta merupakan wali murid baru dari jenjang Early Years hingga High School.

Menurutnya, melalui forum tersebut pihak sekolah memaparkan berbagai program pembelajaran yang akan diterapkan sepanjang tahun ajaran 2026/2027, termasuk penguatan konsep student-centered learning atau pembelajaran yang berpusat pada siswa.

“Kami tetap mengedepankan literasi global yang diterapkan dalam berbagai kegiatan, baik pembelajaran di kelas, field trip, kompetisi, maupun aktivitas pengembangan karakter siswa,” ujarnya.

Untuk jenjang SMA kelas 10 hingga 12, Permata Bangsa mulai menerapkan program academic mapping, yakni penyusunan portofolio akademik siswa sejak kelas 10 sebagai panduan menentukan minat studi dan pilihan perguruan tinggi, termasuk universitas internasional.

Selain itu, sekolah juga menerapkan kurikulum internasional sesuai jenjang pendidikan. Pada tingkat Early Years digunakan pendekatan Kurikulum Australia yang menekankan pembelajaran melalui bermain. Sementara jenjang SD hingga SMP menggunakan afiliasi Cambridge, sedangkan siswa SMA menggunakan Oxford AQA, terutama untuk memperkuat kompetensi bahasa Inggris bertaraf internasional.

“Dengan Oxford AQA kami berharap lulusan memiliki kesiapan yang lebih baik untuk melanjutkan studi ke perguruan tinggi luar negeri maupun program internasional di universitas-universitas terbaik di Indonesia,” jelas Jumanto.

Ia mengungkapkan, kepercayaan masyarakat terhadap Permata Bangsa terus meningkat. Pada tahun ajaran 2026/2027 jumlah peserta didik bertambah hampir 200 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Seiring meningkatnya jumlah siswa, sekolah juga terus mengembangkan fasilitas pendukung pembelajaran. Dalam waktu dekat, Permata Bangsa akan membangun roof dome yang menutupi lapangan basket dan lapangan tenis agar dapat digunakan secara optimal sepanjang tahun tanpa terkendala cuaca.

“Fasilitas ini akan menjadi ruang yang lebih nyaman bagi siswa untuk belajar, berolahraga, berinteraksi, dan mengembangkan minat serta bakat. Kami ingin pertumbuhan jumlah siswa diikuti dengan peningkatan kualitas layanan dan infrastruktur sekolah,” katanya.

Salah seorang wali murid, Rebecca, warga New York, Amerika Serikat, mengaku memilih Permata Bangsa karena menawarkan pembelajaran dwibahasa dengan kurikulum internasional yang sesuai dengan kebutuhan putrinya, Malaya.

Menurut Rebecca, sebelum mendaftarkan putrinya, ia sempat membandingkan beberapa sekolah. Namun, Permata Bangsa dinilai memiliki tenaga pengajar yang berkualitas serta mampu memadukan kurikulum internasional dengan kurikulum nasional.

“Kami mencari sekolah yang menggunakan bahasa Inggris dan bahasa Indonesia serta memiliki kurikulum internasional. Setelah mencoba beberapa sekolah, kami memilih Permata Bangsa karena guru-gurunya luar biasa dan pendekatannya sangat holistik,” ujarnya.

Rebecca mengatakan putrinya yang kini memasuki tahun kedua di Permata Bangsa mampu beradaptasi dengan baik berkat dukungan guru dan lingkungan sekolah yang kondusif. Menurutnya, sekolah tidak hanya fokus pada pencapaian akademik, tetapi juga memperhatikan perkembangan sosial, kemampuan beradaptasi, dan pembentukan karakter siswa.

“Kami sangat bersyukur karena guru-guru selalu membantu Malaya sejak hari pertama masuk sekolah. Sekarang dia sudah nyaman belajar, memiliki banyak teman, dan berkembang dengan baik,” pungkasnya.

Berita Terkait

spot_img

Berita Terbaru