Menu ✖

Mode Gelap

Gubernur Luthfi Respons Keluhan Warga Pati, Bangkai Ikan Sapu-Sapu Segera Dikubur

9 Sep 2026 · 10:53 WIB ·


					Gubernur Luthfi Respons Keluhan Warga Pati, Bangkai Ikan Sapu-Sapu Segera Dikubur Perbesar

PATI – Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi merespon keluhan warga Pati terkait bau ikan sapu-sapu yang mati akibat mengeringnya Bendung Karet Sungai Juana. Bangkai ikan sapu-sapu bakal diambil dan dikubur di lahan kosong sekitar sungai.

Asisten Ekonomi dan Pembangunan Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Tengah, Urip Sihabudin, menyampaikan, ia sudah mengecek lokasi dan bertemu dengan warga serta perangkat desa setempat. Merujuk pada keluhan masyarakat ada dua hal utama.

Pertama bau bangkai ikan sapu-sapu yang mengganggu. Kedua, permintaan dibukanya aliran air dari waduk sehingga sungai akan tergenangi. Aliran air ini diharapkan bisa mencukupi untuk kebutuhan pengairan pertanian milik warga.

“Intinya, masyarakat mengharapkan sungai ada air kembali, sehingga bisa dimanfaatkan dan juga menghilangkan dampak bau dari ikan sapu-sapu,” kata Urip, Selasa, 8 September 2026.

Untuk penanganan bau bangkai ikan sapu-sapu, pihaknya bersama dengan Pemkab Pati sepakat segera memindahkan agar bau tak lagi mengganggu. Rencananya, bangkai akan diambil dan dikubur di sekitar Bendung Karet.

“Ada lahan kosong. Bangkai nanti dikubur agar bau tidak lagi mengganggu,” ujar pria yang memimpin Jawa Tengah bersama Wagub Taj Yasin.

Untuk menyelesaikanya, diperkirakan butuh waktu sepekan. Lantaran perlu mendatangkan alat berat yang digunakan untuk menggali tanah. Perihal aliran air untuk pertanian, kata Urip, perlu waktu. Lantaran harus berkoordinasi dengan instansi yang menaunginya.

Sementara itu, Sekretaris Desa Bungasrejo Kecamatan Jakenan, Luwito Kito, mengatakan, kejadian mengeringnya Bendung Karet Sungai Juana ini adalah kali kedua.

Sebelumnya juga terjadi pada tahun 2024. Ia meminta bau bangkai ikan sapu-sapu ini segera diatasi agar tak menimbulkan dampak negatif lainnya seperti penyebaran penyakit.

Harapannya, air waduk bisa dialirkan di sungai. Hal itu menjadi permintaan petani yang berada di sekitar lokasi.

“Permintaan kami, air dialirkan lagi untuk pertanian dan bau bangkai ikan tertangani,” kata Lukito Kito.***

Artikel ini telah dibaca 0 kali

badge-check

Penulis

Bagikan ke WhatsApp Bagikan ke Facebook Bagikan ke Line Salin tautan artikel
Baca Lainnya

Perjuangan Relawan Padamkan Api Sumbing, dari Kayu Manual hingga Menembus Jurang

25 Oktober 2026 - 20:10 WIB

Perjuangan Relawan Padamkan Api Sumbing, dari Kayu Manual hingga Menembus Jurang

Ahmad Luthfi Acungi Jempol Semangat Gotong Royong Padamkan Api Gunung Sumbing

25 Oktober 2026 - 17:33 WIB

Ahmad Luthfi Acungi Jempol Semangat Gotong Royong Padamkan Api Gunung Sumbing

Gunung Sumbing Kembali Aman, Ahmad Luthfi Fokus Rehabilitasi Hutan dan Pemulihan Warga

25 Oktober 2026 - 17:25 WIB

Gunung Sumbing Kembali Aman, Ahmad Luthfi Fokus Rehabilitasi Hutan dan Pemulihan Warga

Perjuangan Pelari Taklukkan Gunung Slamet, Sambutan Warga dan Panorama Guci Jadi Kenangan

25 Oktober 2026 - 11:55 WIB

Perjuangan Pelari Taklukkan Gunung Slamet, Sambutan Warga dan Panorama Guci Jadi Kenangan

Ketua INTI Jateng Apresiasi Respons Kementerian Hukum terhadap Pengaduan Masyarakat

24 Oktober 2026 - 19:04 WIB

Ketua INTI Jateng Apresiasi Respons Kementerian Hukum terhadap Pengaduan Masyarakat

LDII Gelar Diklat Dai Kamtibmas 2026, Perkuat Toleransi dan Kerukunan Wujudkan Kota Semarang yang Harmoni

24 Oktober 2026 - 15:42 WIB

LDII Gelar Diklat Dai Kamtibmas 2026, Perkuat Toleransi dan Kerukunan Wujudkan Kota Semarang yang Harmoni
Trending di Daerah

Tinggalkan Komentar