SEMARANG, PortalJateng.id – Sebanyak 945.189 pelanggan Kereta Api Jarak Jauh di Daop 4 Semarang telah beralih ke Face Recognition Boarding Gate hingga Juli 2026. Angka ini meningkat 3,9 persen dibanding periode sama tahun lalu, menunjukkan kepercayaan publik pada layanan digital yang menawarkan kecepatan dan kemudahan tanpa kertas.
Pertumbuhan ini bukan sekadar angka. Di baliknya ada pergeseran budaya: masyarakat mulai percaya bahwa teknologi bisa membuat perjalanan lebih manusiawi. Cukup dengan pemindaian wajah, penumpang tak perlu lagi repot menunjukkan dokumen fisik atau antre mencetak boarding pass. Proses yang dulu memakan waktu kini hanya hitungan detik.
Manager Humas KAI Daop 4 Semarang, Luqman Arif, menyampaikan bahwa inovasi ini dirancang untuk menghadirkan pengalaman perjalanan yang nyaman sekaligus mendukung operasional yang lebih efektif dan ramah lingkungan. Menurutnya, setiap pelanggan yang memilih boarding digital turut berkontribusi dalam upaya menciptakan transportasi yang berkelanjutan.
“Face Recognition Boarding Gate memberikan kemudahan nyata bagi pelanggan. Proses boarding menjadi lebih cepat dan praktis, sementara penggunaan kertas dapat ditekan secara signifikan. Semakin banyak yang memanfaatkan layanan ini, semakin besar pula manfaat efisiensi dan dampak positif yang dihasilkan,” ujar Luqman.
Ia menambahkan, digitalisasi tidak hanya mempermudah pelanggan tetapi juga memberikan manfaat luas bagi lingkungan dan operasional perusahaan. Dengan mengurangi kebutuhan kertas boarding pass, KAI turut menekan penggunaan sumber daya dan biaya operasional secara bertahap dan berkesinambungan.
Berdasarkan data hingga Juli 2026, Stasiun Semarang Tawang Bank Jateng menjadi stasiun dengan pengguna Face Recognition Boarding Gate tertinggi di wilayah Daop 4 Semarang, mencapai 434.079 pelanggan. Disusul Stasiun Semarang Poncol 238.905 pelanggan, Stasiun Tegal 148.274 pelanggan, dan Stasiun Pekalongan 123.931 pelanggan.
KAI Daop 4 Semarang berkomitmen terus mengoptimalkan pemanfaatan teknologi digital untuk meningkatkan kualitas pelayanan. Pengembangan layanan berbasis teknologi menjadi bagian dari upaya menghadirkan transportasi yang aman, nyaman, efisien, dan berkelanjutan.
“Digitalisasi tidak hanya menghadirkan kemudahan bagi pelanggan, tetapi juga memberikan manfaat yang lebih luas bagi lingkungan dan operasional perusahaan. Melalui inovasi seperti Face Recognition Boarding Gate, KAI terus berupaya menghadirkan layanan transportasi masa depan yang semakin modern dan berorientasi pada kebutuhan pelanggan,” tutup Luqman.
Di balik hiruk-pikuk stasiun dan deru kereta yang melaju, ada sebuah perubahan diam-diam terjadi. Sebuah wajah yang dipindai bukan sekadar akses masuk, melainkan simbol keberanian untuk meninggalkan kebiasaan lama menuju cara baru yang lebih ringkas. Dalam setiap tetes tinta yang tidak tercetak, ada ruang yang terbuka untuk hal-hal lain yang lebih berarti. Perjalanan bukan lagi soal formalitas, tetapi tentang kemudahan dan ruang untuk bernapas, sebuah pengingat bahwa kemajuan sejati terjadi ketika kita berani menyederhanakan, dan di dalam kesederhanaan itu, kita menemukan kembali esensi dari bergerak, untuk sampai, bukan sekadar untuk pergi.



