Jumat, 7 Agustus 2026
31.7 C
Semarang

BI Jateng Gelar FAJAR 2026, Perkuat Literasi dan Halal Value Chain untuk Akselerasi Ekonomi Syariah

Berita Terkait

SEMARANG – Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Jawa Tengah menggelar Festival Jateng Syariah (FAJAR) 2026 sebagai upaya memperkuat literasi masyarakat sekaligus mengembangkan ekosistem ekonomi dan keuangan syariah di Jawa Tengah.

Kegiatan yang berlangsung pada 6–9 Agustus 2026 di Queen City Mall Semarang tersebut merupakan bagian dari rangkaian menuju Festival Ekonomi Syariah (FESyar) Jawa dan Indonesia Sharia Economic Festival (ISEF) 2026.

Mengusung tema “Akselerasi Pertumbuhan Ekonomi dan Keuangan Syariah yang Inklusif dan Berkelanjutan melalui Sinergi Penguatan Literasi dan Halal Value Chain”, FAJAR 2026 melibatkan berbagai pemangku kepentingan, mulai dari pemerintah, regulator, perbankan syariah, akademisi, pondok pesantren, pelaku usaha, hingga masyarakat.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Tengah, M. Noor Nugroho, mengatakan pengembangan ekonomi dan keuangan syariah membutuhkan kolaborasi seluruh pihak, terutama dalam meningkatkan literasi masyarakat dan memperkuat rantai nilai halal atau Halal Value Chain (HVC).

“Perlu sinergi seluruh stakeholder dalam mengakselerasi pengembangan ekonomi dan keuangan syariah di Jawa Tengah, antara lain melalui penguatan literasi dan Halal Value Chain,” ujar Noor Nugroho saat membuka FAJAR 2026 di The Suri Ballroom, Queen City Mall Semarang, Kamis (6/8/2026).

Menurutnya, BI Jawa Tengah telah menjalankan berbagai program untuk memperkuat literasi ekonomi syariah. Salah satunya melalui pembentukan Sekolah Pelopor Ekonomi Syariah (SPES) yang melibatkan sekitar 450 guru dan kepala sekolah SMA se-Jawa Tengah bekerja sama dengan Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Tengah.

Melalui program tersebut, sekolah didorong memasukkan materi ekonomi syariah dalam proses pembelajaran serta membangun budaya halal di lingkungan sekolah, seperti pengelolaan kantin sehat, koperasi siswa, hingga pembentukan Unit Pengumpul Zakat (UPZ).

Selain penguatan literasi, BI Jawa Tengah juga mendorong pengembangan Halal Value Chain melalui edukasi ekonomi syariah, pelatihan dan sertifikasi penyelia serta auditor halal, pendampingan sertifikasi halal bagi pelaku usaha, hingga pengembangan Zona Kuliner Halal, Aman, dan Sehat (KHAS).

Sementara itu, Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen menilai, literasi menjadi fondasi penting dalam memperkuat ekonomi dan keuangan syariah.

“Peningkatan literasi diperlukan agar masyarakat semakin memahami manfaat produk dan layanan keuangan syariah, sekaligus mampu menerapkan prinsip-prinsip syariah dalam aktivitas ekonomi sehari-hari,” katanya.

Taj Yasin menegaskan, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah terus berkomitmen mengembangkan ekonomi syariah sebagai salah satu strategi mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif, meningkatkan daya saing daerah, dan memperkuat kesejahteraan masyarakat.

Dalam pembukaan FAJAR 2026, BI Jawa Tengah bersama para mitra juga menyerahkan berbagai capaian pengembangan ekonomi syariah. Di antaranya penetapan Sekolah Pelopor Ekonomi Syariah (SPES), penetapan Zona KHAS, hasil business matching pembiayaan dari perbankan syariah, sertifikasi halal bagi sejumlah pelaku usaha, hingga penyerahan sertifikat penyelia dan auditor halal.

Pada kesempatan yang sama, BI Jawa Tengah turut memberikan penghargaan kepada para pemenang Halal Chef Competition kategori profesional, yakni Mohamad Rozikin dari Jepara, Wahyu Bagas Widiyanto dari Gumaya Tower Hotel Semarang, dan Dhani Ardiansyah dari Bodega at Somerset Queen City Semarang.

Selama penyelenggaraan FAJAR 2026, masyarakat dapat mengikuti berbagai kegiatan edukasi, talkshow, pelatihan, serta mengunjungi Halal Experience yang menghadirkan 18 tenant kuliner halal dan sembilan booth edukasi. Tahun ini, BI juga menghadirkan Halal Value Chain Hub, Business & Financial Hub, dan Sustainability Hub yang memberikan layanan konsultasi sertifikasi halal, layanan keuangan syariah, hingga edukasi gaya hidup berkelanjutan.

Melalui FAJAR 2026, BI Jawa Tengah berharap literasi ekonomi dan keuangan syariah masyarakat semakin meningkat, akses pembiayaan dan pasar bagi pelaku usaha syariah semakin luas, serta sinergi antarpemangku kepentingan semakin kuat dalam mendukung pertumbuhan ekonomi Jawa Tengah yang inklusif dan berkelanjutan.

Berita Terkait

spot_img

Berita Terbaru