Rabu, 12 Agustus 2026
27.7 C
Semarang

Ekonomi Jawa Tengah Tumbuh Kuat, Industri Pengolahan dan Perdagangan Jadi Penopang

Berita Terkait

SEMARANG – Perekonomian Jawa Tengah tetap tumbuh kuat pada triwulan II 2026. Pertumbuhan ekonomi terutama ditopang oleh konsumsi rumah tangga dan investasi dari sisi pengeluaran, sementara dari sisi lapangan usaha didukung industri pengolahan dan perdagangan.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Tengah Noor Nugroho mengatakan, konsumsi rumah tangga masih menjadi komponen dengan kontribusi terbesar terhadap Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Jawa Tengah, dengan pangsa 59,73%.

Pada triwulan II 2026, konsumsi rumah tangga tumbuh 4,31% secara tahunan atau year on year (yoy). Pertumbuhan tersebut melambat dibandingkan triwulan I 2026 yang mencapai 5,08% yoy.

“Pertumbuhan dari sisi pengeluaran terutama berasal dari konsumsi rumah tangga dan Pembentukan Modal Tetap Bruto atau investasi. Sementara dari sisi lapangan usaha, sumber pertumbuhan terutama berasal dari industri pengolahan dan perdagangan,” ungkap Noor.

Menurutnya, konsumsi rumah tangga masih ditopang peningkatan mobilitas masyarakat Jawa Tengah, terutama saat Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Idul Adha 2026 dan periode libur panjang.

Optimisme konsumen juga masih terjaga. Hal tersebut tercermin dari Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) pada triwulan II 2026 yang masih berada pada level optimis.

Di sisi lain, investasi juga menjadi penopang pertumbuhan ekonomi Jawa Tengah. Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB) pada triwulan II 2026 tumbuh 8,84% yoy, meski melambat dibandingkan triwulan I 2026 yang tumbuh 9,61% yoy.

Kinerja investasi masih terjaga seiring peningkatan realisasi investasi. Realisasi investasi Jawa Tengah naik dari Rp23,73 triliun pada triwulan II 2025 menjadi Rp25,53 triliun pada triwulan II 2026.

Peningkatan tersebut didorong oleh pembangunan kawasan industri serta berlanjutnya Proyek Strategis Nasional (PSN) di Jawa Tengah.

Sementara itu, konsumsi pemerintah tumbuh 15,69% yoy pada triwulan II 2026. Angka tersebut lebih rendah dibandingkan pertumbuhan pada triwulan I 2026 yang mencapai 19,39% yoy.

Konsumsi pemerintah yang tetap tumbuh kuat terutama didukung akselerasi pembangunan program prioritas nasional.

Industri Pengolahan Menguat

Dari sisi lapangan usaha, industri pengolahan masih menjadi kontributor terbesar terhadap PDRB Jawa Tengah dengan pangsa mencapai 33,18%.

Sektor industri pengolahan tumbuh 5,03% yoy pada triwulan II 2026, meningkat dibandingkan pertumbuhan triwulan I 2026 sebesar 4,04% yoy.

Peningkatan tersebut terutama dipengaruhi kinerja ekspor barang industri yang tumbuh 41,26% yoy pada periode laporan.

Ekspor sejumlah komoditas industri Jawa Tengah meningkat, antara lain tekstil dan produk tekstil (TPT), kayu dan furnitur, alas kaki, serta bahan makanan.

Perbaikan kinerja industri pengolahan juga tercermin dari peningkatan Saldo Bersih Tertimbang (SBT) industri pengolahan berdasarkan hasil Survei Kegiatan Dunia Usaha (SKDU) pada triwulan II 2026.

Selain industri pengolahan, sektor perdagangan turut menjadi sumber pertumbuhan ekonomi Jawa Tengah.

Perdagangan tumbuh 7,52% yoy pada triwulan II 2026, meningkat dibandingkan triwulan I 2026 yang tumbuh 5,22% yoy.

Pertumbuhan sektor perdagangan didorong konsumsi masyarakat yang masih terjaga, terutama selama HBKN Idul Adha dan libur panjang.

Mobilitas masyarakat Jawa Tengah pada periode tersebut meningkat 5,09% yoy dibandingkan tahun sebelumnya.

Momentum Piala Dunia 2026 yang berlangsung pada triwulan II 2026 juga turut mendorong aktivitas perdagangan, antara lain melalui peningkatan penjualan jersey, aksesori, dan produk terkait lainnya.

Akmamin Tumbuh 12,80%

Sektor Penyediaan Akomodasi dan Makan Minum (Akmamin) menjadi salah satu sumber pertumbuhan ekonomi Jawa Tengah dengan pertumbuhan tertinggi.

Pada triwulan II 2026, sektor tersebut tumbuh 12,80% yoy. Pertumbuhan ini melambat dibandingkan triwulan I 2026 yang mencapai 14,14% yoy.

Kinerja Akmamin tetap terjaga seiring meningkatnya mobilitas masyarakat pada HBKN Idul Adha dan libur panjang. Berlanjutnya sejumlah program prioritas nasional juga turut menopang aktivitas sektor akomodasi dan makan-minum.

Noor mengatakan, perkembangan konsumsi, investasi, serta sejumlah lapangan usaha tersebut menunjukkan aktivitas ekonomi Jawa Tengah masih terjaga.

“Industri pengolahan dan perdagangan menjadi sumber pertumbuhan utama dari sisi lapangan usaha, didukung konsumsi rumah tangga dan investasi dari sisi pengeluaran,” kata Noor Nugroho

Berita Terkait

spot_img

Berita Terbaru