SEMARANG – Perum Bulog Kantor Cabang Semarang menyiapkan penyaluran bantuan pangan (BanPang) untuk alokasi Juli hingga September 2026. Sebanyak 753.335 penerima bantuan pangan (PBP) di enam kabupaten/kota akan menerima bantuan beras dengan total kuantum mencapai 22.600.050 kilogram atau sekitar 22.600 ton.
Pemimpin Perum Bulog Kantor Cabang Semarang, Rendy Ardiansyah, mengatakan penyaluran bantuan pangan untuk tiga alokasi tersebut dilakukan secara bertahap dan ditargetkan selesai paling lambat akhir September 2026.
“Untuk alokasi Juli sampai September, total ada 753.335 PBP dengan kebutuhan beras sebanyak 22.600.050 kilogram. Bantuan pangan kali ini berupa beras saja, tidak ada Minyakita,” kata Rendy.
Enam wilayah yang menjadi cakupan penyaluran Bulog Semarang yakni Kabupaten Grobogan, Demak, Kendal, Semarang, Kota Semarang, dan Kota Salatiga.
Kabupaten Grobogan menjadi wilayah dengan jumlah penerima terbanyak, yakni 221.416 PBP dengan alokasi beras selama tiga bulan sebanyak 6.642.480 kilogram. Selanjutnya Kabupaten Demak memiliki 198.757 PBP dengan alokasi 5.962.710 kilogram.
Kabupaten Kendal tercatat memiliki 115.584 PBP dengan alokasi 3.467.520 kilogram. Kemudian Kabupaten Semarang sebanyak 104.101 PBP dengan alokasi 3.123.030 kilogram, Kota Semarang 99.234 PBP dengan alokasi 2.977.020 kilogram, dan Kota Salatiga 14.243 PBP dengan alokasi 427.290 kilogram.
Secara keseluruhan, kebutuhan beras untuk satu alokasi mencapai 7.533.350 kilogram. Sementara untuk tiga alokasi sekaligus, kebutuhan beras mencapai 22.600.050 kilogram.
Percepat Pengemasan Beras
Untuk memastikan penyaluran berjalan lancar, Bulog Semarang melakukan percepatan proses rebag atau pengemasan beras ke dalam kemasan 10 kilogram.
Percepatan tersebut dilakukan untuk memastikan ketersediaan beras siap salur dapat memenuhi kebutuhan bantuan pangan di masing-masing wilayah.
“Kami melakukan percepatan rebag beras ke kemasan 10 kilogram untuk penyediaan stok yang siap disalurkan. Ini bagian dari persiapan agar proses penyaluran berjalan lancar,” jelas Rendy.
Di sisi lain, Bulog Semarang memastikan ketersediaan stok beras saat ini dalam kondisi aman. Total stok setara beras yang tersedia mencapai 111.470 ton, yang tersebar di gudang-gudang Bulog di enam kabupaten/kota wilayah kerja Kantor Cabang Semarang.
Menurut Rendy, jumlah stok tersebut menjadi modal penting untuk mendukung penyaluran bantuan pangan sekaligus memenuhi kebutuhan penyaluran beras lainnya.
“Stok saat ini sangat melimpah dan aman. Ketersediaannya minimal dapat mencukupi kebutuhan sampai satu tahun ke depan,” ujarnya.
Dengan stok setara beras mencapai 111.470 ton, Bulog Semarang memiliki ketersediaan yang memadai untuk mendukung penyaluran bantuan pangan dengan kebutuhan 22.600 ton selama tiga bulan. Kesiapan stok tersebut juga menjadi bagian dari upaya menjaga kelancaran distribusi beras di enam wilayah kerja Bulog Semarang.
Ditargetkan Rampung September
Penyaluran BanPang untuk alokasi Juli, Agustus, dan September 2026 dilakukan secara bertahap. Bulog menargetkan seluruh penyaluran di wilayah kerjanya dapat diselesaikan paling lambat akhir September 2026.
Dengan jumlah penerima mencapai lebih dari 753 ribu orang dan kebutuhan beras lebih dari 22.600 ton, kesiapan stok, pengemasan, hingga distribusi menjadi perhatian utama Bulog Semarang.
Langkah tersebut dilakukan agar bantuan dapat diterima masyarakat sesuai data penerima yang telah ditetapkan.
Bantuan pangan ini diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan pangan masyarakat sekaligus mendukung stabilitas ketersediaan dan harga beras di wilayah kerja Perum Bulog Kantor Cabang Semarang.***



