Senin, 5 Oktober 2026
32.1 C
Semarang

Sholawat Menggema, Puluhan Ribu Jemaah Bersama Kejati Jateng: Raih Keberkahan, Rajut Kepercayaan

Berita Terkait


SUKOHARJO
– Lantunan sholawat menggema di Lapangan Desa Gentan, Kecamatan Baki, Kabupaten Sukoharjo, Minggu (4/10). Sekitar 60 jemaah mengikuti Sholawat Bersama Kejaksaan Tinggi Jawa Tengah dan Aslinmas Jawa Tengah bersama Habib Ali Zainal Abidin Assegaf.

Kegiatan tersebut tidak hanya menjadi ruang untuk bersilaturahmi dan memperkuat nilai-nilai keagamaan, tetapi juga menjadi ungkapan syukur atas terselenggaranya Apel Akbar Satlinmas se-Jawa Tengah yang digelar di Stadion Pandanaran, Wujil, Kabupaten Semarang, Rabu (30/9) lalu.

Suasana khidmat terasa ketika Habib Ali Zainal Abidin Assegaf memimpin lantunan sholawat. Para jemaah mengikuti dengan penuh kekhusyukan, sembari memanjatkan doa untuk keselamatan, kesehatan, dan keberkahan bagi masyarakat Jawa Tengah.

Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Jawa Tengah sekaligus Ketua DPD Aslinmas Provinsi Jawa Tengah, Teguh Subroto, SH, MH mengatakan sholawat menjadi momentum untuk mengungkapkan rasa syukur sekaligus memanjatkan doa bagi keluarga besar Kejaksaan dan masyarakat Jawa Tengah.

“Dengan sholawat ini, keluarga Kejaksaan Tinggi Jawa Tengah diberikan kesehatan oleh Allah SWT. Teman-teman di Jawa Tengah juga sesuai dengan harapan kita dan masyarakat di Jawa Tengah,” ujar Teguh.

Ia berharap doa yang dipanjatkan bersama tersebut membawa keberkahan bagi Jawa Tengah serta memperkuat semangat kebersamaan dalam menjaga keamanan dan ketenteraman masyarakat.

“Semoga negara kita menjadi negara yang aman, damai, dan makmur. Masyarakat juga semakin sejahtera,” katanya.

Dari Apel Akbar Menuju Pemberdayaan

Apel Akbar Satlinmas se-Jawa Tengah yang digelar pada 30 September 2026 menjadi salah satu momentum penting untuk memperkuat keberadaan Satlinmas di tengah masyarakat.

Dalam perkembangannya, Aslinmas Jawa Tengah tidak hanya diarahkan sebagai wadah berhimpun, tetapi juga menjadi ruang untuk pemberdayaan dan penguatan peran anggota Satlinmas.

Organisasi tersebut diharapkan mampu mendorong berbagai program yang memberikan manfaat langsung, termasuk membuka peluang usaha produktif dan meningkatkan kemandirian ekonomi anggota maupun masyarakat.

Teguh menekankan, keberadaan organisasi harus memiliki manfaat yang dapat dirasakan secara nyata.

“Keberadaan organisasi harus memberikan manfaat nyata, tidak hanya dalam hal konsolidasi, tetapi juga melalui program-program yang menyentuh kebutuhan dan kesejahteraan anggota,” ujarnya.

Pesan tersebut menjadi penting karena Satlinmas memiliki posisi yang dekat dengan masyarakat. Anggotanya berada di desa dan kelurahan serta bersentuhan langsung dengan berbagai persoalan sosial di lingkungan masing-masing.

Tidak Berhenti pada Konsolidasi

Karena itu, penguatan organisasi tidak cukup hanya melalui kegiatan apel, pertemuan, maupun konsolidasi kelembagaan.

Aslinmas didorong menjadi wadah yang mampu mengembangkan potensi anggota melalui kegiatan produktif. Dengan demikian, keberadaan organisasi tidak hanya memperkuat solidaritas, tetapi juga membuka ruang bagi peningkatan kesejahteraan.

Semangat tersebut sejalan dengan pesan yang dibawa dalam kegiatan sholawat: “Raih Keberkahan, Rajut Kepercayaan.”

Keberkahan diharapkan hadir melalui doa dan ibadah, sedangkan kepercayaan dibangun melalui kebersamaan dan kerja nyata di tengah masyarakat.

Doa untuk Jawa Tengah

Di Lapangan Desa Gentan, suasana religius berpadu dengan semangat kebersamaan. Sekitar 60 jemaah hadir mengikuti rangkaian sholawat dan doa bersama.

Kegiatan tersebut sekaligus menjadi penutup rangkaian momentum kebersamaan setelah Apel Akbar Satlinmas se-Jawa Tengah.

Dari Sukoharjo, pesan yang disampaikan Teguh pun sederhana: kerja bersama harus disertai doa, sementara doa harus diterjemahkan menjadi kerja nyata yang memberi manfaat bagi masyarakat.

Dengan semangat itu, Aslinmas Jawa Tengah diharapkan tidak hanya menjadi organisasi tempat berhimpun, tetapi juga menjadi kekuatan sosial yang mampu memberdayakan anggota, membuka peluang ekonomi produktif, serta ikut menjaga ketenteraman masyarakat.

Dan di tengah lantunan sholawat, harapan itu dipanjatkan bersama: Jawa Tengah tetap aman, damai, sehat, makmur, dan masyarakatnya semakin sejahtera.***

Berita Terkait

spot_img

Berita Terbaru