DELIK – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) UIN Walisongo Semarang Posko 43 Desa Delik mengajak siswa kelas 4 dan 5 SDN 01 Delik memanfaatkan tutup botol bekas menjadi kerajinan keychain atau gantungan kunci.
Kegiatan bertema “Kreatif Mengolah Sampah, Ciptakan Karya” tersebut dilaksanakan pada Rabu, 12 Agustus 2026, di SDN 01 Delik, Desa Delik, Kecamatan Tuntang, Kabupaten Semarang. Kegiatan ini menjadi bagian dari edukasi lingkungan yang dilakukan mahasiswa KKN melalui praktik langsung.
Dalam kegiatan tersebut, siswa diperkenalkan pada konsep pemanfaatan kembali barang bekas (reuse) sekaligus diajak mengembangkan kreativitas. Tutup botol yang sebelumnya tidak terpakai diolah menjadi benda yang memiliki fungsi baru.
Tutup botol dipilih karena mudah ditemukan dalam kehidupan sehari-hari dan sering kali langsung dibuang setelah minuman dikonsumsi. Melalui kegiatan ini, mahasiswa KKN menunjukkan bahwa barang bekas masih dapat dimanfaatkan menjadi karya apabila diolah dengan kreativitas.
Sebelum praktik dimulai, mahasiswa KKN memberikan penjelasan mengenai pentingnya mengelola barang bekas. Siswa kemudian diperkenalkan dengan bahan dan peralatan yang digunakan untuk membuat keychain.
Proses pembuatan dilakukan secara bertahap. Siswa terlebih dahulu memilih dan menyiapkan tutup botol yang akan digunakan. Tutup botol kemudian dipotong dan dipanaskan menggunakan setrika sebelum dibentuk dengan cetakan. Setelah bentuk diperoleh, bagian tersebut dipasangi pengait hingga menjadi gantungan kunci.
Mahasiswa KKN mendampingi siswa selama proses pembuatan, terutama ketika mengalami kesulitan mengikuti tahapan pengerjaan. Pendampingan juga dilakukan agar penggunaan peralatan berlangsung tertib dan aman.
Setelah melalui beberapa tahapan, tutup botol bekas yang sebelumnya tidak digunakan berubah menjadi keychain yang dapat dimanfaatkan sebagai gantungan tas, tempat pensil, maupun barang pribadi lainnya. Siswa juga diberi kesempatan menentukan hiasan dan tampilan sesuai kreativitas masing-masing.
Antusiasme siswa terlihat selama kegiatan berlangsung. Mereka mengikuti setiap tahapan pembuatan, memilih desain, hingga menunjukkan hasil karya masing-masing. Perbedaan bentuk dan hiasan pada setiap keychain menjadi bagian dari proses siswa dalam menuangkan ide kreatif.
Salah seorang guru SDN 01 Delik, Yamtiningsih, mengapresiasi kegiatan yang dilakukan mahasiswa KKN UIN Walisongo Semarang Posko 43 tersebut. Menurutnya, kegiatan praktik memberikan pengalaman langsung kepada siswa dalam memahami pemanfaatan barang bekas.
“Kegiatan seperti ini sangat bagus untuk anak-anak karena mereka bisa belajar sambil praktik. Mereka jadi tahu bahwa barang bekas seperti tutup botol masih bisa dimanfaatkan dan dibuat menjadi sesuatu yang menarik. Selain melatih kreativitas, kegiatan ini juga mengajarkan anak-anak untuk lebih peduli terhadap kebersihan dan lingkungan,” ujar Yamtiningsih.
Ia berharap pengalaman tersebut dapat mendorong siswa untuk tidak langsung membuang barang bekas, tetapi terlebih dahulu mempertimbangkan kemungkinan untuk memanfaatkannya kembali.
“Harapannya setelah kegiatan ini anak-anak tidak langsung membuang barang bekas, tetapi mulai berpikir apakah barang tersebut masih bisa dimanfaatkan. Kebiasaan kecil seperti itu kalau ditanamkan sejak dini tentu akan sangat baik untuk membentuk kepedulian mereka terhadap lingkungan,” tambahnya.
Selain memperkenalkan pemanfaatan kembali barang bekas, kegiatan tersebut memberikan pengalaman kepada siswa untuk mengikuti proses kerja secara bertahap. Siswa belajar menyiapkan bahan, mengikuti arahan, menyelesaikan proses pembuatan, hingga menghasilkan karya dari bahan yang sebelumnya tidak digunakan.
Bagi mahasiswa KKN, kegiatan ini menjadi salah satu bentuk edukasi lingkungan melalui pendekatan praktik. Pengolahan tutup botol menjadi keychain dipilih agar siswa dapat melihat secara langsung bahwa barang bekas dapat dimanfaatkan kembali dengan cara sederhana.
Melalui kegiatan “Kreatif Mengolah Sampah, Ciptakan Karya”, mahasiswa KKN UIN Walisongo Semarang Posko 43 Desa Delik memadukan edukasi lingkungan dengan praktik kerajinan. Dengan demikian, siswa tidak hanya mendapatkan pengetahuan tentang pengelolaan barang bekas, tetapi juga mengalami langsung proses mengubah tutup botol menjadi sebuah karya yang bermanfaat.



