Menu ✖

Mode Gelap

Karding Ajak Mahasiswa Undip Jadikan KKN sebagai Jalan Ciptakan Solusi

22 Agu 2026 · 17:27 WIB ·


					Karding Ajak Mahasiswa Undip Jadikan KKN sebagai Jalan Ciptakan Solusi Perbesar


Semarang
 – Kuliah Kerja Nyata (KKN) jangan berhenti sebagai kewajiban akademik yang berujung pada laporan dan tersimpan di rak kampus.

Kepala Badan Karantina Indonesia (Barantin) Abdul Kadir Karding justru menantang mahasiswa Universitas Diponegoro (Undip) menjadikan pengalaman selama KKN sebagai modal untuk menciptakan inovasi yang menjawab persoalan masyarakat.

Pesan itu disampaikan Karding saat menghadiri Upacara Penarikan Kembali dan Gelar Karya Mahasiswa KKN Undip di Semarang, Jawa Tengah, Jumat (21/8/2026). Ia mengimbau pada seluruh mahasiswa yang mengikuti KKN di 453 desa pada 10 kabupaten/kota di Jawa Tengah dengan jumlah lebih dari 9.000 mahasiswa tersebut diminta tidak berhenti memandang KKN sebagai bagian dari persyaratan kelulusan.

“Jangan biarkan hasil KKN hanya menjadi laporan yang berakhir di rak. Skripsi yang baik adalah portofolio awal kemampuan analisis dan solusi,” ujar Karding di hadapan mahasiswa.

Menurut Karding, desa tempat mahasiswa menjalankan KKN merupakan laboratorium nyata untuk menguji ilmu yang selama ini dipelajari di bangku kuliah.

Berbagai persoalan yang ditemukan di lapangan, mulai dari sanitasi, stunting, keterbatasan energi, hingga produktivitas usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), dapat dikembangkan menjadi penelitian maupun inovasi yang memiliki manfaat langsung.

“Jangan hanya mencari topik skripsi dari teori. Lihat persoalan yang ada di masyarakat, kemudian cari solusinya,” kata dia.

Karding mencontohkan sejumlah inovasi sederhana yang dapat dikembangkan dari persoalan di lapangan.

Salah satunya alat penjernih air sumur untuk menyaring kandungan besi (Fe) dan mangan (Mn) di kawasan permukiman sekitar pertambangan. Inovasi tersebut bahkan dinilai memiliki peluang ekonomi dengan proyeksi omzet Rp 7,5 juta hingga Rp 10 juta per bulan.

Contoh lainnya adalah pemanfaatan serbuk kayu dan batok kelapa menjadi briket biomassa sebagai alternatif sumber energi masyarakat.

Ada pula pengembangan Web GIS untuk memetakan risiko dan sumber daya yang dapat dimanfaatkan pemerintah daerah, termasuk untuk mendukung mitigasi bencana.

Bagi Karding, contoh tersebut menunjukkan bahwa persoalan masyarakat tidak selalu harus diselesaikan dengan teknologi yang rumit.

Yang lebih penting, kata dia, adalah kemampuan mahasiswa membaca masalah, mengolah pengetahuan, kemudian menghasilkan solusi yang dapat digunakan.

“Yang dibutuhkan dunia kerja bukan hanya ijazah. Yang dibutuhkan adalah kemampuan nyata untuk memecahkan masalah,” ujarnya.

Karding berharap pengalaman KKN tidak berhenti ketika mahasiswa kembali ke kampus. Menurut dia, persoalan yang ditemukan selama berada di desa dapat menjadi bahan untuk menyusun skripsi terapan, mengembangkan prototipe, bahkan membangun usaha setelah mahasiswa lulus.

Dengan demikian, perguruan tinggi tidak hanya menghasilkan sarjana yang siap mencari pekerjaan, tetapi juga lulusan yang mampu menciptakan solusi dan membuka peluang ekonomi baru.

“Dunia kerja saat ini membutuhkan integritas, kompetensi nyata, adaptasi teknologi, serta wawasan global agar tidak melihat persoalan hanya dari ruang sempit,” pungkas Karding.***

Artikel ini telah dibaca 1 kali

badge-check

Penulis

Bagikan ke WhatsApp Bagikan ke Facebook Bagikan ke Line Salin tautan artikel
Baca Lainnya

JNE Kantongi Sertifikat Halal, Perkuat Layanan Logistik

10 Oktober 2026 - 09:12 WIB

JNE resmi mengantongi sertifikat halal untuk layanan logistik dari Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH).

Buka Kongres Nasional Pendeta, Gibran Tegaskan Pentingnya Toleransi

9 Oktober 2026 - 18:06 WIB

Buka Kongres Nasional Pendeta, Gibran Tegaskan Pentingnya Toleransi

Karhutla Jadi Perhatian Utama, Menko Polkam Dorong Percepatan Pemadaman

6 Oktober 2026 - 19:58 WIB

Karhutla Jadi Perhatian Utama, Menko Polkam Dorong Percepatan Pemadaman

Usai Lepas Djamari, Dudung Abdurachman Langsung Fokus Menjaga Stabilitas Politik dan Keamanan

5 Oktober 2026 - 20:14 WIB

Usai Lepas Djamari, Dudung Abdurachman Langsung Fokus Menjaga Stabilitas Politik dan Keamanan

Karhutla Ditindak Tegas, 96 Korporasi dan 196 Orang Diproses Hukum

29 September 2026 - 19:39 WIB

Karhutla Ditindak Tegas, 96 Korporasi dan 196 Orang Diproses Hukum

Karhutla Meluas, Pemerintah Perkuat Layanan Kesehatan dan Edukasi Masyarakat

22 September 2026 - 19:48 WIB

Karhutla Meluas, Pemerintah Perkuat Layanan Kesehatan dan Edukasi Masyarakat
Trending di Nasional

Tinggalkan Komentar