Menu ✖

Mode Gelap

47 Tahun Berlalu, Kaligrafi MTQ Nasional XXXI Hidupkan Kembali Jejak Seni Islami di Semarang

14 Sep 2026 · 15:44 WIB ·


					47 Tahun Berlalu, Kaligrafi MTQ Nasional XXXI Hidupkan Kembali Jejak Seni Islami di Semarang Perbesar


SEMARANG
 – Lomba kaligrafi menjadi salah satu cabang yang menarik perhatian dalam pelaksanaan Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) XXXI Tingkat Nasional 2026 di Jawa Tengah.

Kehadiran cabang tersebut sekaligus mengingatkan kembali sejarah, ketika seni lukis Islami pertama kali diperkenalkan dalam rangkaian MTQ di Semarang pada 1979.

Direktur Lembaga Kaligrafi Al Quran (Lemka), KH Didin Sirojuddin AR, mengatakan, hampir seluruh provinsi mengirimkan delegasi untuk mengikuti lomba kaligrafi. Peserta berasal dari lima golongan putra dan putri, dengan jumlah keseluruhan yang seharusnya mencapai sekitar 380 peserta.

Ditambahkan, total peserta akan berkompetisi terbagi di lima golongan yang dilombakan, terdiri atas naskah, hiasan mushaf, dekorasi, kontemporer, dan digital. Golongan digital menjadi perkembangan terbaru, ketika peserta membuat tulisan dan lukisan kaligrafi menggunakan perangkat komputer, bukan pena, cat, atau tinta secara konvensional.

“Penilaian kaligrafi mencakup kebenaran kaidah huruf, keindahan huruf, dan keindahan hiasan. Pada golongan hiasan mushaf, misalnya, aspek huruf, mendapat porsi 60 persen, sedangkan hiasan 40 persen. Artinya, ketepatan dan keindahan tulisan tetap menjadi unsur utama,” ujarnya, Senin (14/9/2026).

Didin menjelaskan, karya yang dilombakan juga harus dibuat secara langsung oleh peserta. Hal itu berbeda dengan sejumlah lomba kaligrafi internasional, yang memberikan waktu pengerjaan karya hingga berbulan-bulan. Dalam lomba MTQ di Indonesia, karya dibuat langsung, sehingga orisinalitasnya dapat dipastikan.

“Seluruh karya peserta nantinya akan dipamerkan dalam kegiatan dialog kaligrafi pada 16 September 2026. Pameran itu diharapkan menjadi ruang untuk melihat perkembangan seni kaligrafi, sekaligus memperkenalkannya kepada masyarakat luas,” ungkapnya.

Pelaksanaan MTQ XXXI juga membawa Didin kembali mengingat peristiwa pada 1979. Saat itu, dalam MTQ XI di Semarang, untuk kali pertama digelar pameran seni lukis Islami dalam rangkaian kegiatan MTQ. Kini, 47 tahun kemudian, Semarang kembali menjadi tempat berlangsungnya pameran kaligrafi berskala internasional.

Menurut Didin, ada hal unik dalam sejarah tersebut. Pameran seni lukis Islami pada 1979 mendapat dukungan kuat dari Joop Ave, saat itu menjabat sebagai Direktur Jenderal Pariwisata, yang kemudian menjadi Menteri Pariwisata. Sementara pada MTQ tahun ini, kegiatan juga mendapat perhatian dan dukungan dari kalangan nonmuslim.

“Rupanya karya-karya lukis Islami itu disukai oleh siapa pun, dan memang tidak ada batas-batas,” kata Didin.

Sementara, Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi mengatakan, MTQ XXXI bukan hanya menjadi milik umat Islam, tetapi juga menjadi bagian dari masyarakat secara luas. Menurutnya, keterlibatan berbagai kalangan, termasuk masyarakat nonmuslim, menunjukkan semangat toleransi dan nilai rahmatan lil alamin, yang ingin dibawa dari Jawa Tengah.

Dia berharap, MTQ XXXI di Jawa Tengah tidak hanya menjadi ajang perlombaan, tetapi juga memancarkan pesan perdamaian dari Jawa Tengah, untuk Indonesia dan dunia.

“Musabaqah Tilawatil Qur’an milik semua masyarakat. Inilah bentuk rahmatan lil alamin, toleransi beragama sangat dijunjung sekali, semuanya bersatu,” ujar Luthfi, yang memimpin Jawa Tengah bersama Wagub Taj Yasin.***

Artikel ini telah dibaca 1 kali

badge-check

Penulis

Bagikan ke WhatsApp Bagikan ke Facebook Bagikan ke Line Salin tautan artikel
Baca Lainnya

824 Peserta Meriahkan Pembukaan Porsadin VIII Tingkat Jawa Tengah

10 Oktober 2026 - 18:51 WIB

824 Peserta Meriahkan Pembukaan Porsadin VIII Tingkat Jawa Tengah

Kasus Perundungan Pemalang Jadi Evaluasi, Pemprov Jateng Perkuat Pengawasan Sekolah

10 Oktober 2026 - 12:53 WIB

Kasus Perundungan Pemalang Jadi Evaluasi, Pemprov Jateng Perkuat Pengawasan Sekolah

PLN Journalist Awards 2026 Dibuka, Jurnalis Berebut Posisi di Indonesia Top 81

10 Oktober 2026 - 09:07 WIB

Tampak Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Mrica dengan kapasitas 180 megawatt (MW) yang berada di Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah. PLTA yang berdiri sejak tahun 1988 ini menjadi salah satu pembangkit hijau penopang sistem kelistrikan Jawa dan Bali.

Pamor Wicaksono Terima Penghargaan Nasional, Komitmen Bangun Brebes Berkelanjutan

10 Oktober 2026 - 06:39 WIB

Pamor Wicaksono Terima Penghargaan Nasional, Komitmen Bangun Brebes Berkelanjutan

10 Tokoh Raih Penghargaan FPPB, Ahmad Luthfi Minta Pemimpin Terus Berinovasi

10 Oktober 2026 - 06:23 WIB

10 Tokoh Raih Penghargaan FPPB, Ahmad Luthfi Minta Pemimpin Terus Berinovasi

Dua Siswa SD Berani Tampil di Depan Wagub Taj Yasin, Pulang Bawa Hadiah

9 Oktober 2026 - 20:31 WIB

Dua Siswa SD Berani Tampil di Depan Wagub Taj Yasin, Pulang Bawa Hadiah
Trending di Daerah

Tinggalkan Komentar