SEMARANG – Bandara Internasional Jenderal Ahmad Yani Semarang kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung upaya penurunan angka stunting di Kota Semarang. Melalui program Corporate Social Responsibility (CSR) bertajuk “InJourney Airports Lawan Stunting 2025”, bandara tersebut menyalurkan bantuan senilai Rp160 juta yang diperuntukkan bagi 44 bayi berat lahir rendah (BBLR) dan balita dengan masalah gizi.
Program ini melibatkan 21 puskesmas se-Kota Semarang dan dilaksanakan sejak September hingga November 2025. Bantuan diberikan dalam bentuk makanan tambahan berupa susu formula khusus, pendampingan gizi, edukasi, serta pemantauan tumbuh kembang balita oleh petugas gizi puskesmas dan kader posyandu setempat.
General Manager Bandara Internasional Jenderal Ahmad Yani, Sulistyo Yulianto, menjelaskan bahwa program ini merupakan wujud nyata komitmen Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) PT Angkasa Pura I.
“Kami berharap program ini dapat membantu mempercepat pencapaian target pemerintah dalam mengurangi angka stunting, sekaligus mewujudkan generasi Indonesia yang sehat dan bebas stunting,” ujar Sulistyo pada Selasa (19/11/2025).
Tidak hanya berfokus pada pemenuhan gizi, program ini juga dirancang secara holistik dengan melibatkan edukasi pola asuh dan pemantauan berkala. Dinas Kesehatan Kota Semarang turut berperan aktif dalam memastikan bantuan tepat sasaran dan berjalan efektif.
Tahun sebelumnya, Bandara Ahmad Yani juga telah berkontribusi dalam program serupa dengan menyalurkan bantuan senilai Rp180 juta. Hal ini menunjukkan konsistensi bandara dalam mendukung kesehatan masyarakat, khususnya di wilayah sekitar operasional bandara.
Dengan adanya program ini, diharapkan dapat tercipta percepatan penurunan angka stunting serta peningkatan kualitas hidup anak-anak sebagai generasi penerus bangsa.



