Minggu, 15 Februari 2026
30 C
Semarang

Dari RT 06 Susukan untuk Indonesia: Gerakan ASRI Bukan Sekadar Program, Tapi Spirit Gotong Royong

Gerakan ASRI Bukan Sekadar Program, Tapi Spirit Gotong Royong

Berita Terkait

UNGARAN – Minggu pagi, (15/02/2026), pukul 07.30 WIB. Matahari cerah menyinari lingkungan RT 06 RW 08 Kelurahan Susukan, Kecamatan Ungaran Timur, Kabupaten Semarang. Puluhan warga berkumpul, bukan untuk arisan atau rapat, tapi membawa cangkul, sabit, sapu lidi, dan peralatan kebersihan lainnya.

Inilah wujud nyata Gerakan Indonesia ASRI (Aman, Sehat, Resik, Indah) yang dicanangkan Presiden Prabowo Subianto. Bukan di ruang rapat ber-AC, bukan dalam seremoni pencanangan, tapi di gang-gang sempit dan selokan-selokan lingkungan.

Semangat dari Bawah: Tanpa Menunggu Instruksi

Ketua RT 06 RW 08, Didit, mengaku bahwa kerja bakti sebenarnya sudah rutin dilakukan. Tapi kali ini ada semangat ekstra setelah mendengar seruan Presiden Prabowo tentang Gerakan ASRI.

“Kami dengar dari berita, Presiden secara resmi meluncurkan Gerakan Indonesia ASRI dan meminta semua elemen masyarakat untuk rutin membersihkan lingkungan. Nah, sebagai warga, kami merasa harus jadi yang terdepan. Nggak perlu nunggu instruksi turun, kami langsung gerak,” ujar Didit saat ditemui di sela-sela kegiatan, Minggu (15/2/2026).

Kerja bakti yang berlangsung hingga menjelang dzuhur ini membagi warga ke dalam beberapa tim dengan fokus berbeda, mulai dari pembersihan selokan, menguras endapan lumpur dan sampah sebagai pencegahan banjir, fogging dan pantauan jentik sebagai antisipasi DBD di musim hujan serta perapihan rumput liar, mulai yang dicabut hingga yang disemprot di area yang mengganggu estetika lingkungan.

Pada kesempatan ini warga juga melaksanakan kegiatan pembersihan mushola untuk menyambut Ramadhan 2026.

Bukan Sekadar Bersih-bersih, Tapi Silaturahmi

Di era digital yang sering membuat warga lebih akrab dengan layar ponsel daripada tetangga sebelah rumah, kerja bakti ini menjadi oase kebersamaan.

Takrin, salah satu warga yang terlihat sibuk merapikan sabitnya, mengungkapkan perasaannya.

“Saya seneng, Pak. Ini bukan cuma bersih-bersih biasa. Ini silaturahmi. Di era HP dan medsos, kita jarang ketemu langsung. Nah, kerja bakti ini jadi momen kita ngobrol, ketawa bareng, sambil kerja. Dan yang paling penting, lingkungan jadi sehat,” ujarnya.

Ia juga menitipkan pesan khusus terkait kebersihan lingkungan.

“Saya titip, terutama buat saluran air. Jangan buang sampah sembarangan, apalagi plastik. Itu biangnya banjir dan penyakit. Saya lihat sekarang banyak warga mulai sadar, tapi harus terus diingatkan,” pungkasnya.

Generasi Muda Ikut Ambil Peran

Aan, warga yang mewakili generasi muda, mengaku sempat berpikir bahwa kerja bakti adalah kegiatan “orang tua”. Namun setelah beberapa kali ikut, persepsinya berubah.

“Keren sih, Pak. Mungkin dulu saya mikirnya kerja bakti itu kegiatan ‘orang tua’. Tapi setelah ikut beberapa kali, saya sadar ini penting banget. Apalagi sekarang ada Gerakan ASRI dari Presiden jadi kayak ada booster semangat gitu,” katanya pada Portaljateng.id.

Dalam kegiatan ini, Aan juga bergabung dalam tim pembersihan mushola.

“Kita bersihin karpet, sapu halaman, bersihin tempat wudhu. Karena sebentar lagi Ramadhan, penginnya mushola kita kinclong, biar warga makin semangat ibadah. Ini bagian dari ‘Indah’ dan ‘Aman’ di ASRI,” imbuhnya.

Aan berharap, agar kesadaran ini nggak cuma pas ada kerja bakti aja. Tapi jadi gaya hidup.

“Misal, kalau lihat sampah, ambil. Kalau lihat jentik, lapor. Karena lingkungan sehat itu awal dari segalanya.”, tutupnya.

Perang Melawan Sampah Versi Warga

Didit, sang ketua RT, memahami betul bahwa Gerakan ASRI yang dicanangkan Presiden juga terkait erat dengan pengelolaan sampah nasional.

“Di berita, Presiden bilang kita harus ‘perang melawan sampah’ karena sampah itu bencana dan penyakit. Nah, kerja bakti ini adalah ‘perang’ versi kami. Mungkin skala kecil, tapi kalau semua RT di Indonesia bergerak kayak gini, saya yakin masalah sampah dan lingkungan bisa teratasi.”

Pesan terakhirnya untuk warga menggambarkan kepemimpinan yang bijak:

“Terima kasih banyak buat yang sudah hadir. Yang belum sempat, nggak apa-apa, kebersamaan ini bukan cuma hari ini. Yang penting kesadaran kita tetap ada, lingkungan bersih tanggung jawab kita bersama, bukan cuma tugas pemerintah atau petugas kebersihan.”

Catatan Redaksi

Gerakan Indonesia ASRI yang dicanangkan Presiden Prabowo mungkin terdengar besar dan birokratis.

Tapi ketika saya melihat langsung di RT 06 RW 08 Susukan, semua harus sadar, bahwa ASRI bukan sekadar program, ini spirit.

Apa yang dilakukan Pak Didit, Pak Takrin, Mas Aan, dan puluhan warga lainnya adalah perwujudan nyata dari perintah Presiden, “Sampah itu bencana, sampah itu penyakit, kita harus menyatakan perang terhadap sampah.

“Mereka tidak menunggu alat pengolah sampah canggih dari pusat. Mereka tidak menunggu anggaran desa turun.

Mereka bergerak dengan apa yang ada, cangkul, sabit, sapu, dan semangat gotong royong yang tak pernah padam.

Dan yang lebih indah, kegiatan ini bertepatan dengan persiapan menyambut bulan suci Ramadhan.

Membersihkan mushola, membersihkan lingkungan, ini adalah ibadah yang sifatnya sosial. Pahala berlipat, lingkungan sehat, tali silaturahmi makin erat.

Apa yang dilakukan RT 06 RW 08 Susukan adalah mikrokosmos dari Indonesia ideal, warga sadar, bergerak bersama, tanpa disuruh, tanpa bayaran, demi kebaikan bersama.

Mungkin di tingkat pusat, ASRI masih berupa rapat koordinasi, pencanangan, dan distribusi teknologi. Tapi di tingkat RT seperti ini, ASRI sudah jadi kenyataan.Selokan mengalir lancar.

Jentik nyamuk hilang. Rumput rapi. Mushola kinclong. Sampah berkurang. Warga sehat. Silaturahmi terjaga.

Itulah ASRI sejati. Bukan sekadar akronim, tapi rasa yang tumbuh dari kesadaran bahwa lingkungan bersih adalah hak dan tanggung jawab kita semua.

Terima kasih untuk Pak Didit, Pak Takrin, Mas Aan, dan seluruh warga RT 06 RW 08 Kelurahan Susukan, Ungaran Timur.

Kalian buktikan bahwa gerakan besar selalu dimulai dari langkah kecil.

Bahwa program presiden bukan sekadar seremoni di Jakarta, tapi bisa hidup di gang-gang sempit dan halaman mushola desa.

Mari terus jaga semangat ini. Bukan hanya karena ada program ASRI, bukan hanya karena mau Ramadhan. Tapi karena lingkungan bersih adalah cerminan hati yang bersih.

Selamat menjalankan ibadah puasa. Semoga lingkungan kita makin ASRI, hati kita makin bening.

Tertawalah pada anggapan bahwa “masalah sampah harus diselesaikan pemerintah”. Tapi jangan berhenti membuktikan bahwa tangan-tangan kecil di RT bisa jadi solusi besar.

Berita Terkait

spot_img

Berita Terbaru