Kamis, 30 April 2026
27.4 C
Semarang

Bagi 500 Takjil di Halte Trans Semarang, Dompet Dhuafa-Dishub Kolaborasi Berbagi Ramadan

Bukan sekadar bagi-bagi, tapi kami ingin membangun awareness.

Berita Terkait

SEMARANG, PortalJateng.id – Sore itu, Jumat (6/3/2026), Halte Trans Semarang di kawasan Simpang Lima tak hanya jadi tempat menunggu bus. Puluhan pengguna layanan transportasi umum itu mendadak mendapat kejutan, paket takjil gratis dari petugas Dinas Perhubungan Kota Semarang yang berkolaborasi dengan Dompet Dhuafa Jawa Tengah.

Sebanyak 500 paket takjil dibagikan secara langsung kepada masyarakat yang tengah menunggu kedatangan bus Trans Semarang. Kegiatan ini merupakan rangkaian program Ramadan Dompet Dhuafa yang tak hanya berbagi di jalan, tapi juga menyasar para pramudi Trans Semarang melalui program parcel Ramadan.

Bukan Sekadar Bagi-bagi, Ada Pesan Sosial di Balik Takjil

Pimpinan Cabang Dompet Dhuafa Jawa Tengah, Zaini Tafrikhan, menjelaskan bahwa pemilihan Halte Trans Semarang sebagai lokasi bagi takjil bukan tanpa alasan.

“Halte Trans Semarang itu titik strategis karena banyak masyarakat dari berbagai kalangan menggunakan fasilitas ini. Sekalian kami ingin mensosialisasikan program-program Dompet Dhuafa kepada masyarakat luas,” ujar Zaini saat ditemui di sela kegiatan, Jumat sore.

Ia menegaskan, kegiatan ini merupakan bagian dari gerakan Dompet Dhuafa untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya berbagi, terutama di bulan Ramadan.

“Bukan sekadar bagi-bagi, tapi kami ingin membangun awareness bahwa berbagi itu bisa dilakukan oleh siapa saja, lewat cara apa saja,” tambahnya.

Soal sumber dana, Zaini menjelaskan bahwa 500 paket takjil tersebut menggunakan dana infak umum yang lebih fleksibel penggunaannya. Sementara untuk 60 paket parcel Ramadan, diperuntukkan khusus bagi para pramudi Trans Semarang yang masuk kriteria penerima manfaat.

Salah seorang penerima takjil, Siti Rachmawati (34), warga Pedurungan, mengaku terkejut sekaligus senang. Ia baru saja turun dari bus Trans Semarang dan hendak menunggu bus lanjutan ketika petugas mendekat membawa tas coklat berisi takjil.

“Baru pertama ini, biasanya dapat takjil di jalan atau masjid, kalau di halte baru kali ini. Lumayan buat buka puasa nanti, soalnya saya belum sempat beli karena tadi buru-buru pulang kerja,” kata Siti sambil tersenyum.

Ia berharap kegiatan positif seperti ini bisa terus berlanjut, tidak hanya di bulan Ramadan.

“Ini mengingatkan kita bahwa di tengah hiruk-pikuk kota, masih ada kepedulian. Semoga berkah untuk semuanya,” ucapnya.

Tak hanya pengguna halte, para pramudi Trans Semarang juga menjadi perhatian dalam kegiatan ini. Dedi (47), salah satu pramudi Trans Semarang yang menerima paket parcel Ramadan, mengaku bersyukur.

“Alhamdulillah, dapat perhatian dari Dompet Dhuafa dan Dishub. Kadang kami memang butuh, tapi malu kalau minta. Ini jadi kejutan manis di bulan puasa,” tutur Dedi dengan wajah riang.

Dedi mengungkapkan, sebagai pramudi ia harus tetap fokus mengemudi meski sedang berpuasa. Bantuan seperti ini, menurutnya, sangat berarti untuk memenuhi kebutuhan keluarga di rumah.

“Lumayan buat tambahan kebutuhan sehari-hari. Terima kasih Dompet Dhuafa dan Dishub yang sudah peduli sama kami,” imbuhnya.

Kepala Dishub Semarang Turun Langsung, Dukung Kolaborasi Sosial

Kegiatan yang berlangsung dalam dua tahap ini, pukul 16.00-17.00 WIB di Halte Simpang Lima dan 17.00-18.00 WIB di Gama Sea Food Bangkong, juga dihadiri langsung oleh Kepala Dinas Perhubungan Kota Semarang beserta jajaran.

Zaini mengapresiasi kehadiran Kepala Dishub dan tim, termasuk Dharma Wanita Persatuan (DWP) Dishub Kota Semarang yang ikut membagikan takjil.

Kolaborasi ini diharapkan bisa menjadi contoh bahwa urusan sosial bukan hanya tanggung jawab lembaga filantropi, tapi juga bisa melibatkan institusi publik untuk menyentuh masyarakat lebih luas.

Catatan Redaksi

Di balik 500 kotak takjil yang dibagikan, ada narasi besar tentang kolaborasi lintas sektor yang jarang terlihat. Biasanya, bagi-bagi takjil identik dengan rombongan motor atau komunitas keagamaan. Tapi sore itu, seragam dinas berbaur dengan rompi oranye Dompet Dhuafa, sama-sama membawa nampan, sama-sama tersenyum, dan sama-sama berbagi.

Ini bukan sekadar bagi takjil. Ini adalah pesan bahwa pelayanan publik tak melulu soal infrastruktur dan regulasi, tapi juga tentang kehadiran di ruang-ruang tunggu warga, tepat saat mereka butuh sesuatu yang manis untuk berbuka.

Berita Terkait

spot_img

Berita Terbaru