SEMARANG, PortalJateng.id – Diskon tarif tol hingga 23 persen di ruas Tol Semarang-Batang resmi berlaku mulai Kamis (12/3/2026) pukul 05.00 WIB. Tapi jangan salah, di balik angka diskon itu, ada strategi besar yang jarang disadari pemudik, ini bukan sekadar potongan harga, tapi alat untuk mengatur waktu perjalanan.

Direktur Utama PT Jasamarga Semarang Batang (JSB), Nasrullah, mengungkapkan bahwa pola diskon yang diberikan tidaklah sederhana. Alih-alih diberikan secara terus-menerus, diskon justru diberikan secara terputus-putus dengan jeda di beberapa tanggal.
“Periode pertama 12-15 Maret, lalu jeda, kemudian 17-26 Maret, jeda lagi, dan terakhir 28-31 Maret. Pola ini sengaja dibuat untuk mendistribusikan waktu keberangkatan pemudik agar tidak menumpuk di satu titik,” jelas Nasrullah pada PortalJateng.id, Jumat (13/3/2026).
Dua Lapis Diskon: 23 Persen dan 46 Persen
Yang menarik, Jasa Marga menerapkan dua skema diskon sekaligus. Pertama, diskon flat 23 persen untuk semua kendaraan di ruas Tol Semarang-Batang selama periode yang telah ditentukan. Kedua, diskon spesial hingga 46 persen, atau setara dua kali lipat, untuk perjalanan menerus dari Gerbang Tol Cikampek Utama ke Gerbang Tol Kalikangkung pada arus mudik, dan sebaliknya pada arus balik.
“Ini adalah insentif bertingkat. Semakin jauh perjalanan, semakin besar insentif yang diberikan. Tujuannya satu, mengajak pemudik tidak mudik di puncak arus yang diprediksi 18-20 Maret,” tambah Nasrullah.
Data dari Kementerian Perhubungan menunjukkan bahwa puncak arus mudik tahun ini diprediksi terjadi dalam dua gelombang: 18-19 Maret dan 20 Maret 2026. Dengan memberikan diskon besar pada H-6 hingga H-5 (15-16 Maret) dan diskon 23 persen pada periode lainnya, pemerintah sejatinya sedang “membeli waktu” agar beban jalan tol tidak jebol di hari-hari kritis.
Gerbang Kalikangkung: Titik Krusial Trans Jawa
Gerbang Tol Kalikangkung menjadi simpul paling strategis dalam skema ini. Sebagai pintu masuk utama ke Jawa Tengah dari arah barat, gerbang ini dipersiapkan dengan tambahan gardu dan mobile reader untuk mempercepat transaksi. PT Jasamarga Transjawa Tol bahkan telah menambah kapasitas Gardu On Board Automatic (OAB) di lokasi ini sejak Februari lalu.
“Gerbang Tol Kalikangkung merupakan salah satu simpul terpenting dalam sistem jaringan Trans Jawa saat periode Idulfitri. Kami memastikan kapasitas layanan transaksi dalam kondisi optimal,” ujar Nasrullah, mengutip pernyataan sebelumnya dari manajemen Jasa Marga.
Selain gardu tambahan, petugas oncall juga telah disiapkan melalui proses rekrutmen ketat untuk mengantisipasi lonjakan volume kendaraan. Semua ini dilakukan agar antrean di gerbang tol bisa diminimalkan, terutama saat puncak arus mudik.
Wawancara, Mengupas Fakta di Balik Diskon

PortalJateng.id:
Pak Nasrullah, mengapa diskon diberikan tidak sekaligus panjang, tetapi terputus-putus?
Nasrullah:
“Itu bagian dari time management. Kalau diskon diberikan terus-menerus, justru bisa menimbulkan penumpukan baru di periode awal. Dengan jeda, kami ingin memecah konsentrasi arus. Pemudik yang fleksibel waktunya bisa memanfaatkan periode pertama, yang lain periode kedua, dan seterusnya. Ini sesuai arahan pemerintah untuk mendistribusikan volume kendaraan secara merata.”
PortalJateng.id:
Lalu bagaimana dengan efektivitasnya di lapangan?
Nasrullah:
“Hari ini baru hari pertama periode diskon pertama. Kita lihat perkembangannya. Yang jelas, di Gerbang Kalikangkung kami sudah siapkan gardu tambahan dan mobile reader. Sistem transaksi nontunai juga kami pastikan tidak bermasalah. Harapannya, pemudik tidak hanya mengejar diskon, tapi juga mematuhi rekayasa lalu lintas seperti one way dan contraflow yang akan diterapkan kepolisian.”
PortalJateng.id:
Apa yang membedakan diskon tahun ini dengan tahun sebelumnya?
Nasrullah:
“Tahun ini kami memberikan diskon berlapis. Ada diskon 23 persen reguler, dan ada diskon 46 persen untuk perjalanan menerus. Ini bentuk apresiasi bagi pemudik jarak jauh sekaligus insentif agar mereka berangkat lebih awal. Karena berdasarkan pengalaman, pemudik dari Jakarta dan sekitarnya paling banyak menyumbang volume kendaraan di GT Kalikangkung.”
PortalJateng.id:
Pesan untuk Pemudik?
Nasrullah:
“Manfaatkan diskon ini sebaik mungkin, tapi jangan lupa utamakan keselamatan. Istirahat jika lelah, patuhi rambu, dan pastikan saldo uang elektronik cukup. Jangan sampai karena mengejar diskon, perjalanan jadi tidak nyaman. Selamat mudik, selamat berkumpul dengan keluarga.”
Tips Memaksimalkan Diskon
Agar tidak kehilangan momentum, berikut hal yang perlu diperhatikan pemudik:
1. Perhatikan tanggal dan arah perjalanan. Diskon 46 persen hanya berlaku untuk perjalanan menerus Cikampek Utama–Kalikangkung pada 15-17 Maret (mudik) dan sebaliknya pada 26-28 Maret (balik).
2. Gunakan satu kartu uang elektronik yang sama saat tap in dan tap out, pastikan saldo cukup dan data terbaca. Jasa Marga mengimbau pemudik untuk memastikan saldo e-toll terisi penuh sebelum memasuki gerbang tol.
3. Manfaatkan aplikasi Travoy untuk memantau kondisi lalu lintas real-time, lokasi rest area, dan akses CCTV di berbagai ruas tol.
4. Hindari perjalanan di luar periode diskon jika ingin hemat, tapi utamakan keselamatan dan kenyamanan. Ingat, puncak arus mudik diprediksi 18-20 Maret, jika bisa berangkat lebih awal, lakukan.
5. Periksa kondisi kendaraan sebelum berangkat, termasuk tekanan ban dan sistem rem. Jangan sampai perjalanan terganggu karena masalah teknis.
Sudut Pandang: Diskon Bukan Sekadar Potongan Harga
Direktur Utama Jasa Marga, Rivan A. Purwantono, dalam berbagai kesempatan menegaskan bahwa diskon ini bukan sekadar potongan harga, melainkan instrumen manajemen waktu yang penting.
“Jadi sebetulnya nggak boleh dilupakan, diskon tarif tol itu justru dimanfaatkan sebagai bagian dari time management-nya kapan mau berangkatnya. Ini diberikan sebagai bagian dari pengaturan distribusi kendaraan,” ujarnya dalam media briefing beberapa waktu lalu.
Pernyataan ini sejalan dengan apa yang disampaikan Nasrullah. Diskon diberikan dengan pola terputus agar pemudik punya pilihan waktu keberangkatan. Jika semua pemudik memilih berangkat di hari yang sama, jalan tol pasti macet. Tapi jika mereka bisa didistribusikan dalam rentang waktu yang lebih panjang, beban jalan tol akan lebih ringan.
Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo juga menambahkan bahwa skema diskon jalan tol berbeda dengan moda transportasi lain karena tidak berbasis subsidi pemerintah, melainkan melalui pengurangan margin keuntungan Badan Usaha Jalan Tol (BUJT). Artinya, diskon ini adalah bentuk komitmen pengelola tol untuk mendukung kelancaran mudik.
Yang Perlu Diketahui Pemudik
Dengan skema yang cukup kompleks ini, masyarakat diharapkan tidak sekadar mengejar potongan harga, tetapi juga ikut serta dalam ekosistem mudik yang terencana, aman, dan lancar.
Sebab, di balik angka 23 persen dan 46 persen, ada upaya kolektif mengurai kepadatan yang dampaknya jauh lebih besar dari sekadar hemat di gerbang tol.
Polda Jawa Tengah sendiri telah mengimbau masyarakat untuk merencanakan perjalanan sejak awal dan tidak berangkat bersamaan pada waktu puncak. Kombinasi antara diskon tol, rekayasa lalu lintas, dan kesadaran masyarakat adalah kunci kelancaran mudik tahun ini.
Jadi, tunggu apa lagi? Cek jadwal, siapkan saldo e-toll, dan rencanakan perjalanan dengan matang. Selamat mudik, selamat berkumpul dengan keluarga. Yang penting bukan cepat sampai, tapi selamat sampai.



