Selasa, 26 Mei 2026
28 C
Semarang

154 Ribu Penumpang Bakal Meluncur, Bandara Ahmad Yani Buka Posko Lebaran 2026

posko-lebaran-bandara-ahmad-yani-semarang-2026

Berita Terkait

SEMARANG, PortalJateng.id – Jumat (13/3/2026) pagi, suasana di Bandara Internasional Jenderal Ahmad Yani Semarang sedikit berbeda. Di area yang biasanya menjadi ruang tunggu penumpang, puluhan petugas dari berbagai instansi berkumpul rapi. Mereka bukan hendak bepergian, tapi siap siaga menghadapi gelombang jutaan cerita yang akan tumpah ruah di bandara ini selama dua pekan ke depan.

Apel pembukaan Posko Angkutan Udara Lebaran 2026 digelar sebagai tanda dimulainya operasi besar-besaran melayani pemudik. Posko ini akan beroperasi selama 18 hari, mulai 13 Maret hingga 30 Maret 2026, berdasarkan Instruksi Direktur Jenderal Perhubungan Udara Nomor IR-DJPU 01 Tahun 2026.

General Manager Bandara Internasional Jenderal Ahmad Yani Semarang, Sulistyo Yulianto, memimpin langsung apel tersebut. Ia didampingi jajaran stakeholder yang tak main-main, maskapai penerbangan, TNI, Polri, Basarnas, BMKG, Perum LPPNPI (Airnav Indonesia), dan sejumlah instansi pendukung lainnya.

“Kami melakukan pemantauan aktivitas pelayanan dan data trafik secara real-time di posko dengan melibatkan berbagai stakeholder,” ujar Sulistyo kepada wartawan usai apel.

Lima Persen Lebih Banyak, 78 Penerbangan Tambahan Disiapkan

Data yang dipaparkan Sulistyo cukup mencengangkan. Selama 18 hari posko, jumlah pergerakan penumpang diprediksi mencapai 154.613 orang, meningkat 5 persen dibanding periode Lebaran tahun lalu. Sementara pergerakan pesawat diperkirakan mencapai 1.173 penerbangan, naik 8 persen dari tahun sebelumnya.

Angka ini bukan sekadar statistik. Di baliknya, ada ribuan keluarga yang akan bertemu, ratusan anak yang akan memeluk kakek-neneknya, dan jutaan rindu yang akhirnya terbayar.

Untuk mengantisipasi lonjakan, bandara telah menerima pengajuan 78 penerbangan tambahan (extra flight) hingga Kamis (12/3) kemarin. Rinciannya simetris, 39 flight kedatangan (arrival) dan 39 flight keberangkatan (departure). Maskapai yang mengajukan tambahan adalah Garuda Indonesia, Batik Air, Super Air Jet, dan Nam Air.

Puncak Arus: 19 Maret dan 28 Maret, Jangan Sampai Terjebak!

Buat para pemudik yang ingin menghindari keramaian, catat baik-baik tanggal ini. Puncak arus mudik diprediksi terjadi pada 19 Maret 2026 dengan jumlah penumpang mencapai 10.445 orang.

Bayangkan, dalam satu hari, lebih dari sepuluh ribu orang akan tumpah ruah di bandara, belum termasuk yang mengantar dan menjemput.

Sementara puncak arus balik diprediksi pada 28 Maret 2026 dengan jumlah penumpang 11.480 orang. Artinya, hampir 12 ribu orang akan kembali ke rantau di hari yang sama.

“Prediksi puncak arus yang kami rencanakan di tanggal 19 Maret. Prediksi kami sekitar 9.000 sampai dengan 10.000 jumlah penumpang,” kata Sulistyo kepada awak media.

Meski puncak masih sepekan lagi, Sulistyo mengungkapkan bahwa lalu lintas orang di Bandara Ahmad Yani sudah mulai sibuk.

“Kemarin saja untuk keberangkatan sekitar 2.500, sedangkan kedatangannya sudah mencapai 4.500,” tambahnya.

288 Personel Siaga, Fasilitas Dipastikan Prima

Mengelola 154 ribu penumpang butuh persiapan matang. Bandara Ahmad Yani menyiagakan total 288 personel yang terdiri dari 258 personel internal dan 30 personel eksternal selama periode angkutan Lebaran.

Mereka akan ditempatkan di berbagai titik layanan atau service touch point, area drop zone, pick up zone, check-in counter, hingga ruang tunggu. Tugasnya bukan hanya menjaga keamanan, tapi juga memastikan tidak terjadi penumpukan dan antrean panjang.

“Kami selaku manajemen pengelola bandara melakukan antisipasi lonjakan penumpang dengan memastikan agar setiap service touch point ditangani secara optimal oleh para petugas sehingga pengguna jasa dapat terlayani dengan baik,” ujar Sulistyo.

Dari sisi fasilitas, bandara juga memastikan semua perangkat pendukung dalam kondisi prima. Mulai dari runway, taxiway, apron, Airfield Lighting (AFL), hingga sistem penanganan bagasi, semuaya dicek ulang.

Lebih dari Sekadar Angka, Cerita di Balik Arus Mudik

Di tengah hiruk-pikuk persiapan teknis, ada cerita-cerita kecil yang mewarnai kesibukan bandara. Seperti keluarga Amir Rahmadi yang baru tiba dari Makassar bersama istri dan dua anaknya. Mereka membawa tiga koper dan beberapa tas berisi bingkisan untuk keluarga besar di Purwodadi, Kabupaten Grobogan.

“Senang bisa pulang tahun ini karena Lebaran kemarin ada halangan sehingga tidak bisa bertemu orangtua,” katanya.

Ada juga pemandangan anak-anak duduk di atas troli bersama barang bawaan, atau deretan troli yang mengantre penuh koper, semuanya menjadi potret bahwa mudik bukan sekadar perpindahan fisik, tapi ritual tahunan yang sarat makna.

Catatan Redaksi

Di balik angka 154.613 penumpang dan 1.173 penerbangan, ada cerita tentang kesiapan dan kerinduan. Bandara Ahmad Yani dengan poskonya adalah garda depan yang memastikan semua cerita itu berujung bahagia, bukan petaka.

Yang menarik, kolaborasi lintas instansi di posko ini menunjukkan bahwa mudik bukan urusan perorangan, tapi gotong royong besar-besaran. Ada TNI yang siap mengamankan, ada BMKG yang memberi informasi cuaca, ada Basarnas yang siaga jika terjadi hal tak diinginkan, dan ada maskapai yang menambah jadwal demi mengakomodasi lonjakan penumpang.

Sulistyo Yulianto dan tim patut diapresiasi. Mereka tidak hanya bicara angka, tapi juga memastikan bahwa setiap touch point berfungsi optimal. Petugas front liner ditempatkan strategis, fasilitas dicek berkala, dan koordinasi dengan stakeholder berjalan intensif.

Untuk para pemudik, beberapa hal perlu diperhatikan:

1. Datang lebih awal, minimal 3 jam sebelum keberangkatan, untuk mengantisipasi antrean di check-in dan security check.

2. Siapkan dokumen perjalanan dengan rapi, tiket, KTP, dan dokumen lain yang diperlukan.

3. Manfaatkan aplikasi maskapai untuk check-in online dan pantau jadwal penerbangan secara real-time.

4. Perhatikan aturan bagasi, terutama untuk barang bawaan dan oleh-oleh Lebaran.

5. Bersabar dan tetap ramah kepada petugas, karena mereka juga bekerja keras melayani ribuan penumpang setiap harinya.

Bandara sudah siap. Petugas sudah siaga. Kini tinggal kita, para pemudik, yang harus ikut menjaga kelancaran dengan tertib dan sabar. Karena pada akhirnya, mudik yang nyaman adalah hasil kerja sama semua pihak.

Selamat mudik, selamat berkumpul dengan keluarga. Semoga penerbanganmu lancar dan selamat sampai tujuan.

Berita Terkait

spot_img

Berita Terbaru