Jumat, 22 Mei 2026
28.5 C
Semarang

Program Vokasi 2026: Lulusan Tahun Berapa Pun Boleh Daftar

Gratis, dapat sertifikat BNSP, uang saku, transportasi, bahkan asrama.

Berita Terkait

JAKARTA, PortalJateng.id — Kabar baik bagi pencari kerja, korban PHK, atau siapa pun yang ingin meningkatkan keterampilan. Pemerintah melalui Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) resmi membuka pendaftaran Pelatihan Vokasi Nasional 2026 Gelombang (Batch) 2 pada pertengahan Mei 2026.

Program ini 100 persen gratis. Peserta bahkan mendapat uang saku, bantuan transportasi, BPJS Ketenagakerjaan, sertifikat pelatihan dari Kemnaker, hingga sertifikat kompetensi dari BNSP, badan nasional yang sertifikatnya diakui di dunia industri.

Target pemerintah sepanjang 2026: 70.000 peserta yang dibagi dalam tiga batch.

Batch 1 sudah berjalan sejak 1 April 2026 dengan 10.405 peserta lolos dari 29.850 pendaftar. Batch 2 sekarang dibuka. Batch 3 menyusul.

Syarat: Siapa Saja Bisa, Lulusan Tahun Berapa Pun

Yang membuat program ini istimewa, tidak ada batasan tahun kelulusan.

Direktur Jenderal Binalavotas Kemnaker, Darmawansyah, menjelaskan kebijakan baru ini.

“Penghapusan batasan tahun kelulusan ini merupakan bentuk komitmen kami untuk membuka akses pelatihan seluas-luasnya bagi masyarakat. Ini menjadi peluang bagi lulusan lama untuk kembali meningkatkan kompetensinya,” ujarnya.

Sebelumnya, program hanya diperuntukkan bagi lulusan tahun 2023-2025. Sekarang, lulusan SMA/SMK/MA dari tahun berapa pun dapat mendaftar.

Persyaratan umum:

  • Usia minimal 17 tahun
  • Lulusan SMA/SMK/MA sederajat
  • Memiliki akun SIAPkerja

Fasilitas: Gratis, Ada Uang Saku, Transportasi, sampai Asrama

Masyarakat sering ragu mengikuti pelatihan karena biaya. Tapi program ini berbeda:

FasilitasKeterangan
Biaya pelatihanGratis
Makan siangGratis selama pelatihan
Bantuan transportasiTersedia
BPJS KetenagakerjaanJKK & JKM selama pelatihan
Sertifikat pelatihanDari Kemnaker
Sertifikat kompetensiBNSP (diakui nasional)
Fasilitas asramaUntuk pelatihan tertentu (boarding)

Yang menarik, sekitar 50 persen peserta batch 1 sudah memiliki komitmen penempatan kerja setelah menyelesaikan pelatihan. Artinya, bukan sekadar dapat sertifikat, tapi langsung terserap industri.

Peringatan: Waspada Penipuan, Hanya Lewat Situs Resmi

Kemnaker mengingatkan masyarakat untuk waspada terhadap penipuan. Pendaftaran hanya melalui situs resmi:
🔗 skillhub.kemnaker.go.id

Tidak ada biaya pendaftaran. Tidak ada pungutan. Jika ada yang mengatasnamakan Kemnaker meminta uang, itu adalah penipuan.

Dukungan Presiden: Program Prioritas 2026

Pada pertemuan di Istana Merdeka, Jakarta (27/4/2026), Presiden Prabowo Subianto menerima laporan langsung dari Menaker Yassierli terkait perkembangan program strategis ketenagakerjaan.

Menaker Yassierli melaporkan:

  • Magang Nasional batch 1 telah selesai dengan 14 ribu peserta
  • Peserta magang sedang mempersiapkan diri untuk sertifikasi BNSP
  • Pelatihan vokasi batch 1 berjalan dengan 10.500 peserta

“Alhamdulillah, respons beliau (Presiden Prabowo) baik. Program ini akan menjadi salah satu program prioritas kita di tahun 2026 ini,” ujar Yassierli.

Bukan Hanya dari Kemnaker: Vokasi dari Kemenperin dan Kemendikdasmen

Pemerintah tidak hanya mengandalkan satu kementerian. Kementerian Perindustrian (Kemenperin) juga membuka pendaftaran serentak untuk sekolah vokasi binaannya melalui Jalur Penerimaan Vokasi Industri (JARVIS) 2026.

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menegaskan:

“Bapak Presiden menekankan bahwa pendidikan vokasi harus menjadi prioritas nasional agar lulusan memiliki kompetensi yang sesuai dengan kebutuhan dunia kerja, baik di dalam negeri maupun pasar global.”

Data Vokasi Binaan Kemenperin:

  • 11 unit Politeknik
  • 2 unit Akademi Komunitas
  • 9 unit SMK Vokasi Industri

Tingkat serapan lulusan 2025: 68% terserap industri sesaat setelah lulus, diproyeksikan 100% dalam 6 bulan setelah kelulusan.

Jadwal pendaftaran JARVIS 2026:

  • Politeknik & Akademi Komunitas: 6 April – 5 Juni 2026
  • SMK: 6 April – 15 Mei 2026

Pendaftaran melalui jarvis.kemenperin.go.id gratis. Biaya pendidikan menyesuaikan kebijakan masing-masing unit.

Minat masyarakat meningkat signifikan:

  • Pendaftar politeknik/akademi: 60.000 (2024) → 82.800 (2025)
  • Pendaftar SMK: 23.500 (2024) → 28.800 (2025)

Program SMK 3+1: Kelas Kebekerjaan Luar Negeri

Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) meluncurkan inovasi Program Kelas Kebekerjaan Luar Negeri SMK 3+1 pada Mei 2026.

Dirjen Dikmen Diksus Kemendikdasmen, Tatang Muttaqin, menjelaskan pola program:

  • 3 tahun pendidikan reguler di sekolah
  • 1 tahun penguatan kesiapan kerja (termasuk bahasa asing, budaya kerja negara tujuan, hukum ketenagakerjaan internasional, pembinaan karakter)

“Program SMK 3+1 merupakan bagian dari upaya berkelanjutan untuk memperkuat pendidikan vokasi. Ini adalah jalur strategis dalam penyiapan SDM yang kompeten, adaptif, dan berdaya saing global,” ujar Tatang Muttaqin.

Kebijakan ini tertuang dalam Keputusan Mendikdasmen Nomor 64 Tahun 2026.

Pelatihan untuk Program Prioritas Presiden

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dalam Konferensi Pers Peluncuran Program Pelatihan Vokasi Nasional (27/2/2026) lalu menyampaikan bahwa program ini juga mencakup pelatihan prioritas Presiden Prabowo.

Bidang pelatihan yang tersedia:

  • Teknologi Informasi & Komunikasi
  • Bisnis & Manajemen
  • Pariwisata (Barista, Pemandu Wisata)
  • Otomotif & Kendaraan Listrik
  • Teknik Kelistrikan & Otomasi Industri
  • Smart Farming & Budidaya Perikanan
  • Tata Busana & Menjahit
  • Keamanan Siber (Cyber Security)
  • Koperasi Merah Putih
  • Makan Bergizi Gratis (MBG)

“Program Pelatihan Vokasi Nasional berfokus pada peningkatan hard dan soft skills sehingga sejalan dengan arah kebijakan Pemerintah dalam pengembangan SDM untuk mewujudkan Indonesia Emas 2045,” tegas Menko Airlangga.

Berita Terkait

spot_img

Berita Terbaru