Sabtu, 23 Mei 2026
27 C
Semarang

Pria Hanyut di Banjir Kanal Barat Semarang Ditemukan Meninggal, Sempat Berpegangan pada Kaki Warga

Korban Sugiyo (65) Warga Kalibanteng Kidul, Ditemukan 1 Kilometer dari Lokasi Kejadian

Berita Terkait

SEMARANG, PortalJateng.id – Pria tanpa identitas yang hanyut di sungai Banjir Kanal Barat (BKB) Semarang pada Jumat (22/5/2026) kemarin akhirnya ditemukan. Korban berada dalam kondisi meninggal dunia.

Tim SAR gabungan menemukan korban pada Sabtu (23/5/2026) pagi. Lokasi penemuan di pinggir sungai, tersangkut di semak-semak.

Setelah dievakuasi, identitas korban berhasil terungkap. Dari saku korban, petugas menemukan KTP.

Korban Bernama Sugiyo, Warga Kalibanteng Kidul

Kepala Kantor SAR Semarang, Budiono, mengungkapkan identitas korban.

“Korban atas nama Sugiyo, umur 65 tahun, warga Sri Rejeki V, Kalibanteng Kidul, Semarang,” ujar Budiono dalam rilis resminya.

Korban ditemukan pada pukul 08.10 WIB. Jaraknya kurang lebih 1 kilometer dari lokasi kejadian awal, tepat di pinggir sungai.

“Selanjutnya korban dibawa ke RS Karyadi untuk pemeriksaan lebih lanjut,” imbuh Budiono.

Sempat Berpegangan pada Kaki Warga

Seperti diberitakan sebelumnya, pria tersebut hanyut saat sedang buang hajat di saluran irigasi. Saat itu, hujan deras mengguyur Semarang.

Air bah tiba-tiba datang dan menyapu korban. Korban terseret arus menuju muara sungai Banjir Kanal Barat.

Di muara irigasi, korban sempat berusaha bertahan. Ia berpegangan pada kaki warga yang hendak menyelamatkannya.

Namun, arus terlalu deras. Korban diduga kelelahan menahan terjangan air. Pegangan korban pun terlepas, dan ia langsung hanyut di sungai Banjir Kanal Barat.

Operasi SAR Ditutup

Budiono menyampaikan apresiasi kepada seluruh tim yang terlibat.

“Terima kasih tim SAR gabungan atas kerjasamanya hingga korban cepat ditemukan,” ucap Budiono.

Ia juga mengimbau warga yang beraktivitas di sungai untuk lebih berhati-hati.

“Kami menghimbau untuk warga yang beraktivitas di sungai lebih berhati-hati lagi akan bahaya banjir di cuaca yang masih belum menentu ini,” pungkas Budiono.

Sugiyo (65) pergi ke sungai untuk kebutuhan sederhana yang sehari-hari dilakukan banyak orang. Tak ada yang menyangka, air bah datang tanpa diundang. Ia sempat bergelantungan pada kaki penolong, berharap masih ada kesempatan kedua.

Namun, alam berkata lain. Air terlalu deras, tenaga habis, dan pegangan pun lepas. Sungai yang biasanya mengalir tenang berubah menjadi monster yang merenggut nyawa.

Tim SAR bekerja tanpa lelah. Dari Jumat sore hingga Sabtu pagi, mereka menyisir aliran sungai. Akhirnya, korban ditemukan satu kilometer dari lokasi awal. Terlambat untuk diselamatkan, tetapi setidaknya keluarga mendapatkan kepastian.

Semoga keluarga Sugiyo diberi ketabahan. Semoga kejadian ini menjadi peringatan bagi kita semua, jangan pernah meremehkan air, terutama saat hujan deras. Karena dalam sekejap, yang biasa bisa menjadi maut. Dan semoga kita semua selalu dilindungi dalam setiap langkah.

Berita Terkait

spot_img

Berita Terbaru