SURAKARTA, PortalJateng.id – Ribuan peserta dan pengunjung memadati De Tjolomadoe Convention Hall pada Sabtu (20/6/2026) dalam Kapolda Jateng Cup 2026 , turnamen eSports Mobile Legends, Bang Bang (MLBB) yang menjadi ajang seleksi menuju Kapolri Cup 2026.
Kapolda Jateng Irjen Pol Ribut Hari Wibowo secara resmi membuka turnamen. Kompetisi beregu 5 vs 5 ini diharapkan menjadi wadah positif bagi generasi muda.
“Melalui kegiatan ini, Polda Jateng ingin mengajak para pelajar dan komunitas eSports untuk menjadi bagian dari gerakan kamtibmas modern menggunakan teknologi secara bijak, menjauhi perilaku negatif di ruang digital, serta ikut menjaga persatuan dan keamanan masyarakat,” ujar Kapolda di lokasi acara.
Turnamen yang memperebutkan total hadiah Rp200 juta serta gelar Most Valuable Player (MVP) ini juga menjadi ajang pembuktian bahwa eSports bukan sekadar permainan. Kapolda menekankan, eSports adalah sarana membangun kerja sama tim, strategi, dan mental juara.

Para peserta yang bertanding adalah juara dari tingkat Polsek dan Polres yang telah melalui seleksi ketat sebelumnya. Sistem berjenjang ini memastikan bahwa tim-tim yang bertanding di De Tjolomadoe adalah yang terbaik dari masing-masing daerah.
“Untuk antusiasme dari masyarakat khususnya Gen Z terhadap event e-sport ini sungguh luar biasa, bahkan sampai tingkat Polsek,” pungkas Kapolda.
IPOT Hadirkan Literasi Keuangan untuk Gamers

Di sela turnamen, PT Indo Premier Sekuritas (IPOT) menggelar program literasi keuangan bertajuk “Generasi Jateng Cerdas Rupiah”. Program ini memanfaatkan momentum festival gen-Z untuk mengubah cara pandang komunitas digital terhadap masa depan keuangan mereka.
President Director & CEO IPOT, Moleonoto The, menyoroti adanya irisan besar antara komunitas eSports Mobile Legends dan investor muda (Gen Z & Milenial). Namun, di balik lonjakan tersebut, terdapat anomali kritis, fenomena FOMO (Fear of Missing Out).
Data SNLIK OJK 2025 menunjukkan, inklusi keuangan anak muda (18–25 tahun) mencapai 89,96%, tetapi literasi finansial mereka baru 73,22%. Kesenjangan 16,74% ini menjadi alarm bahwa 1 dari 5 anak muda nekat berinvestasi tanpa paham risiko.
“IPOT terus memperkuat perannya sebagai pelopor National AI Transformation Platform dengan fitur AI Trading canggih seperti LADI dan AI Real-Time Cockpit, yang sebelumnya hanya diakses institusi global besar, kini dapat digunakan gratis oleh seluruh investor ritel muda Indonesia,” ujar Moleonoto The.
IPOT juga menganalogikan alokasi investasi seperti build item dalam Mobile Legends, saham (Blade of Despair), ETF (Top Country Pro Build), reksa dana (Tank/Support), obligasi (Defense Build), dan xRDN (Base Defense).
Kolaborasi dengan Infinix menghadirkan booth interaktif dengan Photobooth AI, cosplayer, dan Livestream Overlay. Pengunjung mendapat bimbingan tatap muka dari penasihat keuangan berlisensi dan hadiah saldo investasi xRDN.
Moleonoto menambahkan bahwa IPOT membuka akses fitur AI premium gratis, seperti AI Live Trade, Live Orderbook, LADI (Bandar Detection), dan IPOT Views, tanpa syarat saldo minimum.
“Kami mengingatkan pengunjung untuk tidak menjadi ‘feeder finansial’ dengan mengaktifkan fitur Anti-Phishing, menjaga OTP, dan menggunakan Device Management,” pungkas Moleonoto The.
Kapolda Jateng Cup 2026 bukan hanya soal adu skill di game. Ia juga tentang bagaimana generasi muda diajak memahami bahwa kemampuan membaca peta (map awareness) dalam MLBB ternyata mirip dengan membaca tren pasar keuangan.
Kapolda mengajak mereka menjadi bagian dari gerakan kamtibmas modern. Moleonoto The mengajak mereka menjadi investor cerdas di era AI.
Dua tokoh, satu tujuan, membangun generasi muda yang tidak hanya jago di dunia maya, tapi juga cerdas di dunia nyata.



