Rabu, 1 Juli 2026
32.2 C
Semarang

Ledakan Pabrik PT Raw Botanical di Kawasan Industri Candi Semarang, 1 Tewas 7 Luka

Tabung Sterilisasi Meledak, Atap Ambruk, Warga Kira Gempa, Polisi Selidiki Penyebab

Berita Terkait

SEMARANG, PortalJateng.id – Sebuah ledakan dahsyat mengguncang Kawasan Industri Candi, Ngaliyan, Semarang, Rabu (1/7/2026) pagi. Pabrik PT Raw Botanical Nusantara porak-poranda. Satu karyawan tewas, tujuh lainnya luka bakar.

Korban jiwa bernama Muhammad Bryan Febryantoro (21), warga Mranggen, Demak. Ia tertimpa reruntuhan bangunan akibat ledakan.

Tujuh pekerja lainnya mengalami luka bakar ringan hingga sedang. Mereka dievakuasi ke RSUD Tugu Adyatma untuk perawatan intensif.

Kapolsek Ngaliyan, Kompol Aliet Alphard, mengatakan ledakan terjadi sekitar pukul 09.45 WIB di ruang produksi.

“Terjadi ledakan tabung sterilisasi, kemudian terbakar. Untuk korban ada tujuh luka bakar dan satu meninggal dunia,” ujar Kompol Aliet di lokasi.

Ledakan Begitu Keras, Warga Kira Gempa

Dugaan sementara, ledakan dipicu tekanan tinggi pada tabung sterilisasi. Cuaca panas disebut menjadi faktor pemicu.

Wakil Komandan Pleton Damkar Kota Semarang, Bambang Setiawan, menjelaskan situasi di lapangan.

“Ada tekanan tinggi, lalu mesinnya itu tidak sepanas biasanya. Dari jarak 1-2 meter itu sudah terasa panas. Karyawannya sudah bilang bahwa yang tanggung jawab ngecek tekanan mau ngecek sudah tidak sempat, sudah langsung meledak,” ujar Bambang.

Saksi mata, Dimas (35), mengaku mendengar ledakan yang sangat keras.

“Dari sini keras sekali ledakannya, kayak bom gitu, bikin semuanya kerasa getar, sudah kayak gempa. Pokoknya ledakannya keras sekali sampai sengnya terbang. Itu yang di pabrik sebelah sampai temboknya retak,” kenang Dimas.

Ia juga mendengar para karyawan berteriak histeris dari dalam pabrik.

Kerusakan Parah dan Evakuasi

Pantauan di lokasi menunjukkan kerusakan parah. Atap ruang produksi ambruk, rangka baja melengkung, seng-seng berhamburan, dan dinding retak.

Tim Damkar Kota Semarang mengerahkan empat unit armada. Mereka tiba sekitar pukul 10.00 WIB dan segera melakukan pemadaman.

Proses evakuasi korban berlangsung dramatis. Korban luka dievakuasi menggunakan pikap warga. Jenazah Bryan dievakuasi setelah olah TKP oleh Inafis Polrestabes Semarang.

Saat ini, pabrik telah dipasangi garis polisi. Operasional dihentikan sementara hingga penyelidikan selesai.

Polrestabes Semarang tengah menyelidiki penyebab pasti ledakan. Termasuk kemungkinan adanya unsur pelanggaran pidana.

Pabrik itu memproduksi bahan baku ekspor. Sebagian besar atap ambruk. Dinding retak. Puing berserakan. Karung bahan baku robek dan menumpahkan isi berwarna hijau.

Muhammad Bryan Febryantoro (21) baru saja memulai hari kerjanya. Ia mungkin tidak menyangka bahwa tabung sterilisasi yang biasa bekerja, hari itu akan meledak. Ia tidak sempat berlari.

Tujuh rekannya terluka. Ada yang luka bakar ringan, ada yang sedang. Mereka berteriak histeris. Warga di sekitar kaget, mengira terjadi gempa.

Damkar datang dalam 15 menit. Api sudah bisa dikendalikan. Pendinginan berlangsung 120 menit.

Tapi tidak ada yang bisa mengembalikan Bryan.

Kapolsek masih menyelidiki. Apakah kelalaian? Apakah prosedur keselamatan diabaikan? Apakah pabrik ini layak beroperasi?

Tujuh korban luka masih dirawat. Satu keluarga di Demak berkabung.

Semoga keluarga Bryan diberi kekuatan. Semoga korban luka segera pulih. Dan semoga kejadian ini menjadi pengingat bagi semua industri: bahwa keselamatan kerja bukanlah biaya, tapi kewajiban.

Karena di balik setiap mesin yang berputar, ada nyawa yang bergantung. Dan ketika mesin meledak, yang tersisa hanya duka dan pertanyaan yang tak terjawab.

Berita Terkait

spot_img

Berita Terbaru