Rabu, 8 Juli 2026
27.8 C
Semarang

Bandara Ahmad Yani Semarang Bantu Sanggar Tari Sekar Kemuning, Keroncong Dapat Ruang Strategis

TJSL untuk Kostum dan Alat Pertunjukan, Penampilan Seni Akan Hiasi Perjalanan Penumpang

Berita Terkait

SEMARANG, PortalJateng.id – Sanggar Tari Sekar Kemuning mendapat angin segar. Bandara Jenderal Ahmad Yani Semarang menyalurkan bantuan program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) melalui Program InJourney Airports Community Upskilling for Aviation, Rabu (1/7/2026).

General Manager Bandara Internasional Jenderal Ahmad Yani Semarang, Sulistyo Yulianto, mengatakan bantuan berupa dana untuk pembelian alat pertunjukan seni serta kostum.

“Bantuan berupa dana untuk sanggar nantinya akan diperuntukkan untuk pembelian alat pertunjukan seni serta kostum yang diharapkan dapat mendukung penampilan Sanggar Tari Sekar Kemuning, serta memperkuat pelestarian seni tari tradisional di Semarang,” ujar Sulistyo Yulianto.

Program ini, lanjut Sulistyo, merupakan bagian dari upaya perusahaan dalam memberdayakan komunitas budaya sekaligus memperkuat identitas budaya lokal di Semarang.

Ke depannya, bandara juga akan menghadirkan penampilan dari Sanggar Tari Sekar Kemuning yang mengiringi pengalaman perjalanan para pengguna jasa di bandara.

“Melalui program InJourney Airports Community Upskilling for Aviation, kami berharap dapat berkontribusi dalam pengembangan talenta lokal sebagai penerus generasi penggiat budaya,” ujar Sulistyo.

Apresiasi dari Sanggar dan Penggiat Keroncong

Suasana penyerahan bantuan TJSL Bandara Jenderal Ahmad Yani Semarang kepada Sanggar Tari Sekar Kemuning, Rabu (1/7/2026).

Pimpinan Sanggar Tari Sekar Kemuning, Kasmiran, menyampaikan apresiasi atas dukungan yang diberikan.

“Bandara telah memberi ruang strategis tidak hanya bagi seniman tetapi juga terhadap kesenian, khususnya keroncong yang merupakan musik asli Indonesia,” ujar Kasmiran.

Chandra KR, pembina Sedulur Keroncong, juga mengapresiasi langkah Bandara Jenderal Ahmad Yani Semarang.

“Bandara telah memberi ruang strategis tak hanya bagi seniman tetapi juga terhadap kesenian, khususnya keroncong yang merupakan musik asli Indonesia,” kata Chandra KR.

Bandara tidak hanya menjadi tempat transit penumpang. Kini, ia juga menjadi panggung bagi seni dan budaya lokal.

Melalui sinergi yang diwujudkan dalam program TJSL, Bandara Jenderal Ahmad Yani Semarang hadir untuk turut memajukan ekosistem seni yang berkelanjutan. Serta memberikan dampak sosial dan ekonomi yang positif bagi masyarakat sekitar.

Seni tari tradisional adalah warisan yang tak ternilai. Tapi tanpa dukungan, ia bisa perlahan menghilang.

Sanggar Tari Sekar Kemuning adalah salah satu yang masih bertahan. Mereka mengajarkan anak-anak menari, melestarikan gerakan-gerakan yang diwariskan leluhur.

Bandara Jenderal Ahmad Yani Semarang datang dengan dukungan. Bantuan dana untuk kostum dan alat pertunjukan. Dan yang lebih penting, ruang untuk tampil.

Penumpang yang datang dan pergi di bandara tidak hanya akan melihat pesawat. Mereka juga akan melihat tarian, mendengar keroncong, dan merasakan budaya Semarang.

Chandra KR dari Sedulur Keroncong mengapresiasi langkah ini. Bandara memberi ruang strategis bagi seniman dan kesenian.

Kasmiran dari Sanggar Sekar Kemuning juga bersyukur. Dukungan ini meningkatkan kualitas penampilan para penari.

Semoga langkah kecil ini menjadi awal dari gerakan yang lebih besar. Semoga semakin banyak pihak yang peduli pada pelestarian budaya. Dan semoga bandara tidak hanya menjadi gerbang kota, tapi juga gerbang budaya.

Karena di tengah gemuruh mesin pesawat, masih ada suara gamelan dan alunan keroncong yang tak boleh padam.

Berita Terkait

spot_img

Berita Terbaru