Jumat, 17 Juli 2026
31.4 C
Semarang

Cek Sisa Token hingga Tegangan Listrik Kini Bisa Lewat Kode Singkat di kWh Meter

Berita Terkait

Semarang – PT PLN (Persero) terus memperkuat kemudahan layanan bagi pelanggan prabayar dengan mengoptimalkan fitur short code pada kWh meter. Melalui kombinasi angka tertentu yang dimasukkan pada keypad meteran, pelanggan dapat memantau sisa token, tegangan, arus listrik, hingga mengatur alarm batas minimal token secara mandiri tanpa harus menghubungi petugas.

Inovasi ini menjadi semakin relevan mengingat lebih dari separuh pelanggan PLN Unit Induk Distribusi (UID) Jawa Tengah telah menggunakan listrik prabayar. Dari total 13.957.921 pelanggan, sebanyak 7.118.604 pelanggan atau sekitar 51 persen merupakan pengguna kWh meter prabayar.

General Manager PLN UID Jawa Tengah, Bramantyo Anggun Pambudi, mengatakan optimalisasi fitur short code merupakan bagian dari upaya perusahaan meningkatkan kualitas layanan sekaligus mendorong pelanggan lebih bijak dalam mengelola konsumsi listrik.

“Dengan lebih dari 7,1 juta pelanggan prabayar di Jawa Tengah, PLN terus berupaya menghadirkan layanan yang semakin mudah dan berorientasi pada kebutuhan pelanggan. Melalui pemanfaatan tombol cepat pada kWh meter prabayar, pelanggan dapat memantau sisa token maupun kondisi kelistrikan secara mandiri. Harapannya, pelanggan dapat mengelola konsumsi listrik dengan lebih efisien serta mengantisipasi habisnya token sebelum aliran listrik terputus,” ujar Bramantyo.

Menurutnya, peningkatan literasi pelanggan terhadap fitur-fitur yang telah tersedia pada kWh meter menjadi bagian dari transformasi layanan PLN yang semakin mengedepankan kemudahan, kecepatan, dan kemandirian pelanggan.

“Kami mengajak seluruh pelanggan untuk mengenali fitur-fitur pada kWh meter prabayar agar dapat memanfaatkan listrik secara lebih bijak, cerdas, dan aman. Semakin memahami informasi yang ditampilkan pada kWh meter, semakin mudah pula pelanggan mengatur kebutuhan listrik sehari-hari,” katanya.

PLN mencatat terdapat sejumlah kode singkat yang dapat dimanfaatkan pelanggan. Kode 37 diikuti tombol Enter digunakan untuk mengetahui sisa token listrik, 41 untuk melihat tegangan listrik yang diterima, 44 untuk mengetahui arus listrik yang sedang digunakan, 54 untuk menampilkan nomor token terakhir yang berhasil dimasukkan, dan 59 untuk melihat nominal token terakhir yang diisikan.

Selain itu, pelanggan juga dapat mengaktifkan fitur pengingat batas minimal token melalui kode 456 diikuti angka sesuai batas kWh yang diinginkan. Sebagai contoh, memasukkan kode 45610 akan mengatur alarm ketika sisa token mencapai 10 kWh sehingga pelanggan memiliki waktu untuk segera melakukan pembelian token sebelum listrik padam.

Di sisi lain, PLN mengingatkan pelanggan untuk menjaga kWh meter sebagai alat ukur resmi pemakaian tenaga listrik. Pelanggan tidak diperkenankan membuka, membongkar, ataupun memodifikasi perangkat tersebut karena berpotensi membahayakan keselamatan serta memengaruhi akurasi pengukuran energi listrik.

Apabila terjadi gangguan, kerusakan, maupun kendala pada kWh meter, pelanggan diimbau segera melaporkannya melalui layanan PLN 123 atau aplikasi PLN Mobile agar dapat ditangani oleh petugas resmi PLN.

Berita Terkait

spot_img

Berita Terbaru