Sabtu, 22 Agustus 2026
29.1 C
Semarang

Mahasiswa KKN UIN Walisongo Kenalkan Strategi Pengelolaan Usaha di Era Digital ke Warga Desa

Berita Terkait

SEMARANG — Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Posko 43 Desa Delik UIN Walisongo Semarang menggelar seminar bertajuk “Optimalisasi Pengelolaan Keuangan Usaha di Era Digital”, Kamis (20/8/2026). Kegiatan yang berlangsung di Desa Delik, Kecamatan Tuntang, Kabupaten Semarang, itu diikuti masyarakat umum, khususnya warga yang menjalankan kegiatan usaha.

Seminar tersebut menjadi bagian dari upaya mahasiswa KKN memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai pentingnya pengelolaan keuangan usaha secara tertib serta pemanfaatan teknologi digital untuk mendukung aktivitas ekonomi.

Dalam kegiatan itu, peserta mendapatkan materi mengenai perkembangan sistem pembayaran digital dan pemanfaatannya dalam kegiatan usaha. Materi disampaikan oleh Hany Wahyu dari Livin’ by Mandiri.

Salah satu materi yang dibahas adalah pemanfaatan layanan digital untuk mendukung transaksi sekaligus pengelolaan usaha. Peserta diperkenalkan dengan QRIS sebagai salah satu metode pembayaran nontunai serta Livin’ Merchant yang memiliki berbagai fitur untuk membantu pelaku usaha menerima pembayaran dan mencatat transaksi.

Livin’ Merchant, sebagaimana dijelaskan dalam seminar, menyediakan sejumlah fitur untuk mendukung pengelolaan usaha, mulai dari penerimaan pembayaran melalui QRIS, pencatatan penjualan, pengelolaan katalog produk, pengaturan pegawai dan outlet, hingga pemantauan laporan transaksi.

Layanan tersebut juga mendukung pembayaran menggunakan kartu debit dan kartu kredit melalui Card Dongle. Dengan berbagai fitur tersebut, pelaku usaha dapat mengintegrasikan penerimaan pembayaran dan pencatatan transaksi dalam satu layanan.

Seminar tidak hanya membahas teknologi sebagai sarana pembayaran, tetapi juga menekankan pentingnya pencatatan keuangan yang teratur. Digitalisasi dinilai dapat membantu pelaku usaha mencatat pemasukan dan pengeluaran sehingga kondisi keuangan usaha dapat dipantau dengan lebih baik.

Kepala Desa Delik, Punadi, S.E., menyambut baik kegiatan yang digagas mahasiswa KKN Posko 43. Menurutnya, edukasi mengenai pengelolaan keuangan dan pemanfaatan teknologi digital relevan dengan kebutuhan masyarakat, terutama bagi warga yang menjalankan usaha.

“Kegiatan seperti ini memberikan pengetahuan tambahan bagi masyarakat mengenai bagaimana mengelola usaha dengan lebih tertib dan memanfaatkan teknologi digital. Harapannya, pengetahuan yang diperoleh dapat diterapkan dalam kegiatan usaha sehari-hari sehingga pengelolaan usaha masyarakat semakin baik,” ujar Punadi.

Antusiasme peserta terlihat selama kegiatan berlangsung. Pembahasan mengenai transaksi digital dan pengelolaan usaha dinilai dekat dengan aktivitas masyarakat, terlebih penggunaan pembayaran nontunai semakin berkembang dalam kehidupan sehari-hari.

Selain QRIS, peserta juga memperoleh pemahaman mengenai fungsi aplikasi kasir dalam membantu pencatatan penjualan. Dalam materi seminar dijelaskan, Livin’ Merchant mengintegrasikan fungsi penerimaan pembayaran, Point of Sales (POS), serta pengelolaan outlet dalam satu aplikasi.

Peserta juga mendapatkan informasi mengenai proses pendaftaran Livin’ Merchant yang dilakukan secara digital tanpa harus datang ke kantor cabang. Layanan tersebut dapat digunakan oleh merchant yang memenuhi sejumlah persyaratan, di antaranya memiliki perangkat Android 7 atau versi lebih tinggi, rekening Bank Mandiri, serta nomor telepon aktif untuk menerima kode OTP.

Melalui seminar tersebut, KKN Posko 43 Desa Delik berharap masyarakat tidak hanya memahami perkembangan transaksi digital, tetapi juga mampu memanfaatkan teknologi sebagai sarana untuk meningkatkan pengelolaan usaha.

Pengetahuan mengenai pencatatan transaksi, metode pembayaran, dan pemantauan aktivitas usaha diharapkan dapat membantu pelaku usaha mengambil keputusan berdasarkan kondisi keuangan yang lebih terukur.

Kegiatan tersebut sekaligus menjadi bentuk kontribusi mahasiswa KKN Posko 43 dalam meningkatkan kapasitas masyarakat Desa Delik. Edukasi yang bersentuhan langsung dengan kebutuhan warga diharapkan dapat mendorong pemanfaatan teknologi secara tepat dalam aktivitas ekonomi masyarakat di tingkat desa.

Seminar “Optimalisasi Pengelolaan Keuangan Usaha di Era Digital” juga menjadi bentuk kolaborasi antara mahasiswa, masyarakat, pemerintah desa, dan pihak yang memiliki kompetensi di bidang layanan keuangan digital. Kegiatan ini diharapkan memberikan bekal pengetahuan yang dapat diterapkan masyarakat dalam mengembangkan dan mengelola usaha secara lebih tertib di tengah perkembangan ekonomi digital.***

Berita Terkait

spot_img

Berita Terbaru