Kamis, 3 September 2026
28 C
Semarang

Bersama PNM, Batik Carmidah Tumbuh dan Jadi Jalan Rezeki bagi Puluhan Keluarga

Berita Terkait

Tegal – Sebuah usaha tidak selalu dimulai dari sesuatu yang besar. Sering kali, ia tumbuh dari keberanian untuk mencoba, ketekunan untuk bertahan, dan kesempatan yang datang di waktu yang tepat. 

Namun, ketika sebuah usaha mulai berkembang, manfaatnya tidak lagi berhenti pada pemiliknya. Ada keluarga yang ikut terbantu, ada orang lain yang memperoleh pekerjaan, dan ada harapan yang ikut tumbuh di dalamnya.

Hal itulah yang tergambar dari perjalanan Carmidah, nasabah PT Permodalan Nasional Madani (Persero) sejak 2018 yang mengembangkan usaha batik tulis di Tegal. Berawal dari upaya membangun usaha secara bertahap, Carmidah terus memanfaatkan setiap kesempatan untuk mengembangkan bisnisnya. Kini, usahanya telah melibatkan 25 orang dalam aktivitas produksi.

Bagi Carmidah, dukungan permodalan dari PNM menjadi salah satu pijakan dalam perjalanan tersebut. Saat ini, ia memperoleh pembiayaan dan pendampingan yang dimanfaatkan untuk mendukung kebutuhan pengembangan usaha batik tulisnya.

Namun, bagi Carmidah, pembiayaan bukan sekadar angka. Di balik modal yang diterima, ada kesempatan untuk menjaga usaha tetap berjalan, memperluas produksi, sekaligus mempertahankan keterampilan membatik yang telah menjadi bagian dari kehidupan masyarakat setempat.

Seiring usaha yang tumbuh, manfaatnya pun ikut meluas. Carmidah tidak hanya membangun usaha untuk dirinya sendiri, tetapi juga membuka ruang bagi masyarakat sekitar untuk memperoleh penghasilan. Dari satu usaha batik tulis, kini ada 25 orang yang turut menggantungkan aktivitas ekonominya pada keberlangsungan usaha tersebut.

Yang menarik, sebagian besar pekerja yang terlibat merupakan nasabah PNM Mekaar melalui Cabang Tegal. Kondisi ini menciptakan sebuah lingkaran pemberdayaan yang saling menguatkan. Ketika satu nasabah mendapatkan kesempatan untuk mengembangkan usaha, nasabah lainnya pun dapat merasakan manfaat melalui kesempatan kerja dan tambahan penghasilan.

“Keberhasilan pemberdayaan tidak hanya dilihat dari berkembangnya usaha seorang nasabah. Yang lebih penting adalah ketika perkembangan itu mampu membawa manfaat bagi keluarga dan orang-orang di sekitarnya,” ujar Pemimpin Cabang PNM Tegal, Sutanto.

Perjalanan Carmidah juga menunjukkan bahwa pemberdayaan tidak berhenti ketika pembiayaan diberikan. Ada proses untuk belajar, berusaha, mengelola usaha, dan terus mencari peluang agar usaha dapat bertahan dan berkembang. Dalam proses itulah, pendampingan menjadi bagian penting untuk membantu nasabah membangun kepercayaan diri dan kemampuan dalam menjalankan usahanya.

Kini, batik tulis yang dikembangkan Carmidah bukan hanya menjadi sumber penghasilan bagi dirinya. Usaha tersebut telah menjadi ruang bagi 25 orang untuk bekerja dan memperoleh penghasilan. Bagi keluarga para pekerja, kesempatan itu berarti tambahan daya dukung untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Bagi Carmidah, keterlibatan mereka menjadi pengingat bahwa pertumbuhan sebuah usaha dapat membawa arti yang jauh lebih besar dari sekadar keuntungan.

Inilah makna pemberdayaan yang terus didorong PNM melalui program Mekaar. Akses pembiayaan menjadi pintu masuk, sementara pendampingan dan kemauan nasabah untuk berkembang menjadi kekuatan yang mendorong usaha terus bertumbuh. Ketika usaha tumbuh, manfaatnya pun memiliki kesempatan untuk mengalir lebih jauh.

“Modal adalah awal dari sebuah kesempatan. Ketika kesempatan itu dipertemukan dengan kerja keras, ketekunan, dan pendampingan, satu usaha dapat menciptakan manfaat bagi lebih banyak orang,” tutup Sutanto.***

Berita Terkait

spot_img

Berita Terbaru