Menu ✖

Mode Gelap

Hidayat Prabowo Resmi Dikukuhkan sebagai Kepala OJK Provinsi Jawa Tengah

28 Apr 2025 · 22:44 WIB ·


					Hidayat Prabowo, Kepala Kantor Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Jawa Tengah yang baru. Perbesar

Hidayat Prabowo, Kepala Kantor Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Jawa Tengah yang baru.

MB/ Hidayat Prabowo resmi dikukuhkan sebagai Kepala Kantor Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Jawa Tengah, menggantikan pejabat sebelumnya, Sumarjono.

Pengukuhan dilakukan oleh Ogi Prastomiyono, Kepala Eksekutif Pengawas Perasuransian, Penjaminan, dan Dana Pensiun sekaligus anggota Dewan Komisioner OJK, Jumat (25/4/2025) di Kantor OJK Provinsi Jawa Tengah, Semarang.

Pengukuhan juga dihadiri oleh Ketua Dewan Audit OJK Sophia Watimena, Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen, Anggota Komisi XI DPR RI Harris Turino dan Musthofa, jajaran Forkompinda, Akademisi, serta Pimpinan Industri Jasa Keuangan di Jawa Tengah.

“Suksesnya kegiatan ini menunjukkan soliditas dari seluruh stakeholders dan bentuk dukungan yang besar kepada OJK dalam menumbuhkembangkan sektor jasa keuangan, khususnya di wilayah Provinsi Jawa Tengah,” kata Ogi dalam sambutannya.

Lebih lanjut, Ogi mengharapkan momentum pengukuhan ini dapat menjadi penyemangat dalam mewujudkan OJK yang andal dan kredibel di mata stakeholders, mengingat selain mengatur dan mengawasi sektor jasa keuangan serta melindungi kepentingan konsumen dan masyarakat, dengan adanya UU P2SK, OJK mendapat tambahan mandat untuk menguatkan dan mengembangkan sektor jasa keuangan.

“Hal ini menuntut kesiapan para pimpinan Kantor OJK yang andal sebagai cerminan OJK di setiap daerah. Diperlukan komunikasi, koordinasi, dan kerja sama yang baik antara OJK Daerah dan seluruh pemangku kepentingan di daerah, sehingga tercipta sinergi antarpihak untuk mendukung lingkungan yang kondusif, inovatif, dan produktif,” imbuh Ogi.

Menurutnya, pertumbuhan ekonomi Indonesia pada tahun 2024 tercatat sebesar 5,03 persen. Sejalan dengan itu, pertumbuhan ekonomi di Provinsi Jawa Tengah tercatat sebesar 4,95 persen yoy dan menjadi pertumbuhan tertinggi kedua di wilayah pulau Jawa setelah Daerah Istimewa Yogyakarta (5,03 persen), dengan 3 sektor penopang utama yaitu sektor industri pengolahan, sektor perdagangan besar dan eceraan, dan sektor pertanian, kehutanan dan perikanan.

“Tentu masih banyak potensi dan momentum yang dapat dimanfaatkan untuk mendorong perekonomian Provinsi Jawa Tengah. Perlu strategi yang tidak biasa agar hasil yang kita inginkan dapat tercapai, yaitu meningkatnya kesejahteraan masyarakat di Provinsi Jawa Tengah,” kata Ogi.

Dalam kesempatan tersebut, Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen menyambut posiif pengukuhan Kepala OJK Provinsi Jawa Tengah yang baru tersebut,

“Harapan saya, Bapak Hidayat Prabowo senantiasa diberi kekuatan, kelancaran, dan kesuksesan dalam mengemban amanah yang mulia ini. Semoga kerja sama antara OJK dan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah semakin erat, dan dapat memberikan kontribusi yang nyata dalam mewujudkan kesejahteraan masyarakat,” kata Taj Yasin.

Menurutnya, OJK memiliki peran yang sangat penting di Provinsi Jawa Tengah, khususnya dalam mendorong peningkatan inklusi keuangan daerah. Salah satu bentuk peran nyata OJK adalah dengan membantu Pemerintah Provinsi Jawa Tengah dalam hal pembiayaan bagi usaha-usaha produktif terutama UMKM, yang selama ini telah terbukti menjadi pilar utama penggerak ekonomi daerah.

“Kita percaya bahwa OJK memiliki kekuatan yang luar biasa dalam memperluas akses permodalan, khususnya bagi para pelaku usaha kecil seperti petani, nelayan, pedagang, hingga pelaku startup. Dengan kewenangan dan regulasi yang dimiliki atas lembaga keuangan, kami optimis bahwa OJK mampu menjadi katalisator bagi percepatan pertumbuhan ekonomi di Jawa Tengah,” kata Taj Yasin.

Lebih jauh lagi, Taj Yasin menilai bahwa sinergi antara pemerintah daerah, OJK, pelaku industri jasa keuangan, dan seluruh pemangku kepentingan lainnya adalah hal yang mutlak.

“Kerja sama ini harus diwujudkan secara nyata, dalam bentuk program-program yang mampu menciptakan dan mengembangkan sumber-sumber ekonomi baru yang berkelanjutan di Jawa Tengah,” kata Taj Yasin.

Artikel ini telah dibaca 9 kali

badge-check

Penulis

Bagikan ke WhatsApp Bagikan ke Facebook Bagikan ke Line Salin tautan artikel
Baca Lainnya

Petani Gagal Panen Terbantu Program Petani Gajian, Ini Harapan Mereka

22 Oktober 2026 - 06:39 WIB

Petani Gagal Panen Terbantu Program Petani Gajian, Ini Harapan Mereka

57 Perusahaan Vietnam Bakal Masuk Jateng, Ahmad Luthfi Bidik Peluang Kerja Baru

22 Oktober 2026 - 06:32 WIB

57 Perusahaan Vietnam Bakal Masuk Jateng, Ahmad Luthfi Bidik Peluang Kerja Baru

Warga Minta Pasar Murah Digelar Tiap Hari, Begini Respons Ahmad Luthfi

21 Oktober 2026 - 14:22 WIB

Warga Minta Pasar Murah Digelar Tiap Hari, Begini Respons Ahmad Luthfi

Ahmad Luthfi Minta KDMP Hidupkan Ekonomi Desa, Bukan Sekadar Bangun Gerai

20 Oktober 2026 - 18:46 WIB

Ahmad Luthfi Minta KDMP Hidupkan Ekonomi Desa, Bukan Sekadar Bangun Gerai

OJK Denda 2,1 Triliun Pihak Terkait Saham DSSA, BREN dan CUAN

17 Oktober 2026 - 14:52 WIB

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menjatuhkan sanksi administratif berupa denda total Rp 2,1 triliun kepada pihak-pihak yang terlibat pelanggaran di pasar modal terkait saham PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA), PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN), dan PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN).

PGN Lihat Peluang Gas Bumi untuk Industri Olahan dan UMKM Trenggalek

16 Oktober 2026 - 14:54 WIB

PGN Lihat Peluang Gas Bumi untuk Industri Olahan dan UMKM Trenggalek
Trending di Ekonomi

Tinggalkan Komentar