Menu ✖

Mode Gelap

PGN Kembali Raih Penghargaan IICD 2026 Berkat Konsistensi Perkuat Tata Kelola Perusahaan

13 Okt 2026 · 16:39 WIB ·


					PGN Kembali Raih Penghargaan IICD 2026 Berkat Konsistensi Perkuat Tata Kelola Perusahaan Perbesar


Jakarta
– PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk (PGN) kembali memperoleh apresiasi atas komitmennya dalam menerapkan tata kelola perusahaan yang baik (Good Corporate Governance/GCG) melalui ajang The 17th IICD Corporate Governance (CG) Award 2026. PGN masuk dalam jajaran Top 50 Emiten Berkapitalisasi Pasar Terbesar (BigCap PLCs) yang memperoleh pengakuan dalam ajang tersebut.

Penghargaan yang diselenggarakan oleh Indonesian Institute for Corporate Directorship (IICD) ini menjadi salah satu bentuk apresiasi terhadap penerapan praktik tata kelola perusahaan yang baik, transparansi, akuntabilitas, serta tanggung jawab perusahaan kepada para pemangku kepentingan.

Dalam lima tahun terakhir, PGN secara konsisten masuk dalam jajaran emiten yang memperoleh apresiasi IICD. Pada tahun 2025, PGN menempati peringkat ke-18 dalam kelompok Top 50 BigCap PLCs berdasarkan penilaian tata kelola perusahaan.

Corporate Secretary PGN, Fajriyah Usman, menyampaikan bahwa penerapan tata kelola perusahaan yang baik merupakan bagian penting dari upaya PGN dalam memperkuat fundamental bisnis dan menjaga kepercayaan para pemegang saham maupun pemangku kepentingan.

“Sebagai bagian dari ekosistem energi nasional sekaligus perusahaan terbuka, PGN menempatkan tata kelola perusahaan sebagai fondasi dalam menjalankan bisnis secara transparan, akuntabel, dan berkelanjutan. Penerapan GCG menjadi landasan bagi pengambilan keputusan yang bertanggung jawab, pengelolaan risiko yang terukur, serta upaya menjaga kepercayaan investor dan pemangku kepentingan,” jelas Fajriyah.

Bagi PGN, penguatan tata kelola tidak hanya berkaitan dengan pemenuhan prinsip kepatuhan, tetapi juga menjadi bagian dari strategi perusahaan dalam menjaga keandalan operasional, memperkuat fundamental bisnis, serta menciptakan nilai jangka panjang bagi pemegang saham dan pemangku kepentingan.

Sebagai Subholding Gas Pertamina, PGN memiliki peran strategis dalam pengelolaan infrastruktur dan layanan gas bumi nasional. Kegiatan usaha PGN didukung oleh jaringan pipa gas sepanjang lebih dari 33.000 kilometer, 2 Floating Storage Regasification Unit (FSRU), 1 LNG Hub, 14 Stasiun Pengisian Bahan Bakar Gas (SPBG), 4 Mobile Refueling Unit (MRU), serta berbagai infrastruktur gas bumi lainnya. Melalui infrastruktur tersebut, PGN melayani lebih dari 820.000 pelanggan dari berbagai segmen, mulai dari rumah tangga, usaha kecil dan menengah, komersial, industri, transportasi, hingga pembangkit listrik.

Skala bisnis dan cakupan operasional tersebut menuntut penerapan tata kelola yang kuat, termasuk pengelolaan risiko, kepatuhan terhadap regulasi, serta penerapan standar keselamatan dan keandalan operasional. Hal ini menjadi bagian dari upaya PGN dalam menjaga kesinambungan usaha sekaligus mendukung ketahanan energi nasional.

“PGN akan terus memperkuat penerapan GCG yang terintegrasi dengan strategi bisnis, manajemen risiko, dan kepatuhan perusahaan. Kami meyakini bahwa tata kelola yang baik merupakan pondasi penting untuk menjaga keberlanjutan usaha, menciptakan nilai jangka panjang bagi pemegang saham, serta mendukung pengembangan ekosistem gas bumi nasional,” tutup Fajriyah.***

Artikel ini telah dibaca 8 kali

badge-check

Penulis

Bagikan ke WhatsApp Bagikan ke Facebook Bagikan ke Line Salin tautan artikel
Baca Lainnya

OJK Genjot Kualitas Kredit BPR/S di Jateng dan DIY, Targetkan Penyelesaian Kredit Bermasalah

13 Oktober 2026 - 13:24 WIB

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Jawa Tengah memperkuat upaya perbaikan kualitas kredit dan pembiayaan Bank Perekonomian Rakyat dan Bank Perekonomian Rakyat Syariah (BPR/S) di Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).

Ahmad Luthfi Pacu Koperasi Merah Putih Jadi Penggerak Ekonomi Desa

13 Oktober 2026 - 13:04 WIB

Ahmad Luthfi Pacu Koperasi Merah Putih Jadi Penggerak Ekonomi Desa

Cabai Tembus Rp 90 Ribu, Ahmad Luthfi Hadirkan Pangan Murah

12 Oktober 2026 - 12:53 WIB

Cabai Tembus Rp 90 Ribu, Ahmad Luthfi Hadirkan Pangan Murah

Daya Beli Turun, Target Rumah Subsidi di Jateng Terancam Meleset

10 Oktober 2026 - 16:29 WIB

Daya Beli Turun, Target Rumah Subsidi di Jateng Terancam Meleset

REI Jateng Pererat Jejaring Pengembang dan Mitra Strategis Lewat Golf

10 Oktober 2026 - 16:15 WIB

REI Jateng Pererat Jejaring Pengembang dan Mitra Strategis Lewat Golf

OJK Cabut Izin Usaha Porto Ventura Kapital

10 Oktober 2026 - 09:16 WIB

OJK Cabut Izin Usaha Porto Ventura Kapital
Trending di Ekonomi

Tinggalkan Komentar