Menu ✖

Mode Gelap

Mesin dan Inovasi Disebut Jadi Senjata Industri Furniture Indonesia Hadapi Persaingan Global

13 Agu 2025 · 14:33 WIB ·


					Mesin dan Inovasi Disebut Jadi Senjata Industri Furniture Indonesia Hadapi Persaingan Global Perbesar

Semarang – Industri furniture dan perkayuan di Indonesia didorong untuk memanfaatkan teknologi modern demi memperbesar bisnis dan meningkatkan daya saing global.

Hal ini disampaikan Ketua Umum Indonesia Furniture & Craft Promotion Forum (IFPF), Erie Sasmito, dalam seminar “WOODWORKING TRANSFORMATIONS: More Machinery, Beyond Furniture Production in Indonesia” di Hotel Khas Semarang, Rabu (13/8/2025).

Menurut Erie, pemanfaatan teknologi terkini dapat membantu industri furnitur dan perkayuan Indonesia menjadi lebih efisien sekaligus mampu bersaing di tengah tantangan global yang semakin ketat.

“Pemanfaatan teknologi adalah kunci untuk meningkatkan efisiensi dan daya saing produk Indonesia. Dengan teknologi terbaru akan lebih mudah mengikuti permintaan pasar yang cepat,” jelasnya.

Sekretaris Jenderal Indonesian Sawmill and Woodworking Association (ISWA), Choiril Muchtar, menambahkan bahwa potensi industri kayu di Indonesia baru tereksploitasi sekitar 24%.

“Dengan mesin dan teknologi terbaru, pelaku industri bisa menekan biaya bahan baku yang mencapai 40–60% dari total produksi, sekaligus meningkatkan produktivitas dan kualitas produk,” ujarnya.

Salah satu wadah penting untuk mengakses teknologi tersebut adalah pameran IFMAC WOODMAC 2025, yang akan berlangsung pada 24–27 September di Jakarta International Expo (JIExpo) Kemayoran.

Pameran yang memasuki penyelenggaraan ke-12 ini akan menampilkan lebih dari 350 peserta dari mancanegara, termasuk produsen mesin, teknologi produksi, bahan baku, dan software industri furniture.

Pengunjung dapat langsung melihat dan mempelajari inovasi mesin, solusi otomatisasi, dan teknologi produksi yang mampu meningkatkan efisiensi, menekan biaya, serta menghasilkan produk berkualitas tinggi.

Project Director IFMAC WOODMAC, Cloudinia J. Dieter, menjelaskan bahwa pameran ini dirancang untuk membantu pelaku industri menghadapi tantangan produktivitas dan persaingan global.

“Para pelaku industri bisa melihat teknologi terbaru sekaligus membangun jaringan dan kerja sama bisnis,” ujarnya.

Dia mengatakan, melalui pameran ini pengunjung dapat mengakses berbagai inovasi dalam satu kunjungan, mulai dari mesin presisi, otomasi perakitan, hingga software desain dan produksi.

Dengan kapasitas yang terus berkembang, IFMAC WOODMAC 2025 menjadi platform strategis bagi pelaku industri untuk mengakses teknologi terkini, meningkatkan efisiensi produksi, memperluas jaringan bisnis, dan memperkuat posisi Indonesia di pasar furniture dan perkayuan global.***

Artikel ini telah dibaca 0 kali

badge-check

Penulis

Bagikan ke WhatsApp Bagikan ke Facebook Bagikan ke Line Salin tautan artikel
Baca Lainnya

Cabai Tembus Rp 90 Ribu, Ahmad Luthfi Hadirkan Pangan Murah

12 Oktober 2026 - 12:53 WIB

Cabai Tembus Rp 90 Ribu, Ahmad Luthfi Hadirkan Pangan Murah

Daya Beli Turun, Target Rumah Subsidi di Jateng Terancam Meleset

10 Oktober 2026 - 16:29 WIB

Daya Beli Turun, Target Rumah Subsidi di Jateng Terancam Meleset

REI Jateng Pererat Jejaring Pengembang dan Mitra Strategis Lewat Golf

10 Oktober 2026 - 16:15 WIB

REI Jateng Pererat Jejaring Pengembang dan Mitra Strategis Lewat Golf

OJK Cabut Izin Usaha Porto Ventura Kapital

10 Oktober 2026 - 09:16 WIB

OJK Cabut Izin Usaha Porto Ventura Kapital

Fiskal Terbatas, Ahmad Luthfi Tekankan Pengawasan dan Efektivitas Anggaran Jateng

9 Oktober 2026 - 17:19 WIB

Fiskal Terbatas, Ahmad Luthfi Tekankan Pengawasan dan Efektivitas Anggaran Jateng

BULOG Ukir Sejarah Baru, Pengadaan Beras Lampaui Target 4 Juta Ton

9 Oktober 2026 - 14:21 WIB

BULOG Ukir Sejarah Baru, Pengadaan Beras Lampaui Target 4 Juta Ton
Trending di Ekonomi

Tinggalkan Komentar