Rabu, 26 Agustus 2026
30.3 C
Semarang

Bulog Jateng Lampaui Target Serapan, Stok Beras Capai 426 Ribu Ton

Berita Terkait


SEMARANG
 – Perum Bulog Kantor Wilayah Jawa Tengah memastikan penyerapan gabah dan beras dari petani tetap berlanjut hingga akhir 2026, meski target pengadaan tahun ini telah tercapai 100 persen.

Pemimpin Perum Bulog Kanwil Jawa Tengah Sri Muniati mengatakan, hingga 25 Agustus 2026, realisasi pengadaan gabah dan beras di wilayah Jawa Tengah telah mencapai lebih dari 100 persen dari target yang ditetapkan.

“Kanwil Jawa Tengah telah mencapai serapan dari target pengadaan gabah dan beras tahun 2026 sebanyak 100 persen lebih. Per 25 Agustus 2026 telah tercapai 100 persen lebih dari target 2026 sebanyak 374.658 ton setara beras,” kata Sri Muniati.

Menurutnya, pencapaian target tersebut tidak menjadi alasan bagi Bulog untuk menghentikan penyerapan hasil panen petani. Penyerapan akan terus dilakukan hingga akhir tahun sebagai bagian dari upaya menjaga stabilitas harga gabah dan beras di tingkat produsen.

Sri menegaskan, petani tidak perlu khawatir hasil panennya tidak terserap Bulog setelah target pengadaan tercapai.

“Kami ingin menggarisbawahi bahwa meskipun telah mencapai serapan 100 persen dari target, serapan ini masih akan terus kami lakukan sampai akhir tahun 2026 dalam rangka menjaga stabilitas harga di tingkat produsen atau petani,” ujarnya.

Bulog, lanjut dia, juga terus memantau perkembangan harga di tingkat petani agar tidak mengalami penurunan. Harga gabah di tingkat produsen diupayakan tetap berada pada level yang menguntungkan petani, dengan acuan minimal sekitar Rp6.500 per kilogram.

Saat ini, aktivitas panen di Jawa Tengah memang belum berlangsung merata. Namun, sejumlah wilayah masih memasuki masa panen dan terus memasok gabah ke Bulog.

“Beberapa cabang yang wilayah kerjanya masih ada panen, seperti daerah Cabang Tegal, sudah mulai masuk lagi. Itu akan terus menjadi perhatian kami,” katanya.

Penyaluran SPHP Lampaui Target

Selain pengadaan gabah dan beras, Bulog Kanwil Jawa Tengah juga mencatat realisasi penyaluran beras program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) yang telah mencapai 100 persen bahkan melampaui target.

Target penyaluran SPHP tahun ini sekitar 77.190 ton setara beras. Meski target telah terpenuhi, Bulog memastikan distribusi SPHP ke pasar umum tetap berjalan.

Sri mengatakan, langkah tersebut dilakukan untuk memastikan pasokan beras di pasar tetap tersedia sekaligus membantu mengendalikan harga beras yang saat ini masih cenderung tinggi.

“Jangan khawatir, meskipun sudah tercapai kami juga akan terus melakukan pasokan dan mendistribusikan beras SPHP untuk memastikan pasokan beras di pasaran umum lancar,” ujarnya.

Distribusi MinyaKita Terus Dimaksimalkan

Bulog Jateng juga mencatat target penjualan komersial, termasuk komoditas minyak goreng, telah mencapai 100 persen. Namun, distribusi tetap akan dimaksimalkan untuk menjaga ketersediaan komoditas tersebut di pasar.

Salah satunya melalui distribusi MinyaKita ke pasar umum dan pasar rakyat. Bulog juga menggandeng pemerintah daerah dalam kegiatan Gerakan Pangan Murah serta mendukung distribusi melalui KDKMP.

Sri menjelaskan, langkah tersebut diperlukan karena harga minyak goreng di sejumlah wilayah Jawa Tengah masih relatif tinggi. Kondisi itu tercermin dari pemantauan Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID), yang mencatat harga rata-rata minyak goreng masih dipengaruhi berbagai jenis produk, termasuk minyak premium.

“Kami akan terus mendistribusikan MinyaKita ke pasar umum, pasar rakyat, KDKMP, dan beberapa kegiatan lain seperti menggandeng pemda untuk kegiatan Gerakan Pangan Murah,” katanya.

Melalui langkah tersebut, masyarakat di Jawa Tengah diharapkan dapat memperoleh bahan pangan pokok, khususnya beras dan minyak goreng, dengan harga yang lebih terjangkau.

Bantuan Pangan Beras Capai 9 Persen

Sementara itu, penyaluran bantuan pangan beras yang bersumber dari Cadangan Beras Pemerintah (CBP) juga terus berlangsung di Jawa Tengah.

Sri menyebut, program tersebut memiliki pagu sebanyak 3.368.462 penerima bantuan pangan (PBP). Untuk memenuhi kebutuhan bantuan tersebut, Bulog menyiapkan sekitar 101.053 ton beras.

Bantuan diberikan untuk alokasi tiga bulan sekaligus, yakni Juli, Agustus, dan September 2026. Dengan demikian, setiap penerima mendapatkan tiga karung beras dengan berat masing-masing 10 kilogram atau total 30 kilogram.

Hingga 25 Agustus 2026, Bulog telah mengeluarkan sekitar 15 persen dari pagu bantuan pangan dari gudang. Sementara realisasi bantuan yang telah diterima penerima manfaat mencapai sekitar 9 persen.

Penyaluran dilakukan sesuai ketentuan dan berdasarkan data penerima yang telah ditetapkan. Seluruh distribusi ditargetkan selesai paling lambat 30 September 2026.

Stok Beras Jateng 426.000 Ton

Di sisi lain, Bulog memastikan ketersediaan beras di Jawa Tengah dalam kondisi aman. Saat ini, stok beras yang dikuasai Bulog Kanwil Jawa Tengah mencapai sekitar 426.000 ton setara beras.

Sri mengatakan, jumlah tersebut sangat memadai untuk menjalankan berbagai penugasan pemerintah, termasuk penyaluran bantuan pangan dan SPHP.

“Stok saat ini lebih kurang sebanyak 426.000 ton setara beras dan ini sangat memadai untuk kami melaksanakan penugasan-penugasan penyaluran seperti bantuan pangan dan beras SPHP,” tuturnya.

Ketersediaan stok yang besar juga menjadi bagian dari kesiapsiagaan Bulog menghadapi kondisi darurat. Jika terjadi bencana atau kondisi tanggap darurat di Jawa Tengah, Bulog menyatakan siap mengeluarkan stok beras untuk membantu memenuhi kebutuhan masyarakat.

“Kami juga lebih siap apabila terjadi hal-hal atau kondisi tanggap darurat untuk membantu mengeluarkannya,” kata Sri.

Dengan capaian pengadaan yang telah melampaui target, stok yang memadai, serta penyaluran bantuan pangan dan SPHP yang terus berjalan, Bulog Jateng menegaskan komitmennya untuk menjaga ketersediaan pangan sekaligus mendukung stabilitas harga di tingkat petani hingga konsumen.***

Berita Terkait

spot_img

Berita Terbaru