Sabtu, 25 Juli 2026
27.2 C
Semarang

Lawang Sewu Berdentum, KLa Project Hipnotis Ribuan Penonton dalam Konser Nostalgia di Semarang

Berita Terkait

Semarang – Alunan saksofon yang melantunkan intro “Terpuruku Disini” langsung membius ribuan pasang mata yang menantikan malam bersejarah di halaman Lawang Sewu, Semarang, Sabtu (13/9/25). Konser Soearaloka yang digelar PT KAI Wisata ini bukan sekadar pertunjukan musik, melainkan sebuah perjalanan waktu yang mengajak penonton bernostalgia dengan kenangan manapada era 80-an dan 90-an.

Konser dimulai pukul 18.30 WIB dengan penampilan pembuka dari Jikustik yang menyanyikan lagu andalan “Maaf”, menyiapkan panggung untuk penampilan utama KLa Project. Tepat pukul 20.00 WIB, grup legendaris itu naik panggung dan langsung memukau penonton dengan 10 lagu hits mereka, termasuk “Yogyakarta”, “Tentang Kita”, dan “Menjemput Impian” yang direspons ribuan suara penonton yang menyanyi bersama.

Dengan kapasitas terbatas, konser ini justru menciptakan suasana hangat dan eksklusif. Penonton didominasi generasi 40 tahun ke atas, sesuai dengan perjalanan panjang KLa Project yang telah berusia 37 tahun di industri musik Indonesia. Seperti yang diungkapkan Iin Hayu Pramesti, penonton asal Bulu, Sukoharjo, yang rela membayar tiket VIP Rp1 juta untuk bernostalgia.

“Saya penggemar KLa Project sejak SD tahun 80–90an. Dulu pernah ke Jakarta, sekarang ke Semarang demi nonton mereka lagi. Rasanya kayak balik ke masa kecil”, ujarnya. Ia menambahkan, suasana Lawang Sewu yang vintage membuat konser terasa spesial dan intim.

Tiket konser dibagi dalam tiga kategori Platinum (Rp700 ribu), Diamond (Rp850 ribu), dan VIP (Rp1 juta). Menariknya, tiket VIP justru paling cepat ludes, mencerminkan tingginya minat penonton untuk menikmati pengalaman eksklusif di venue bersejarah ini. Penjualan tiket dilakukan secara online melalui Tickizen dan offline di pintu masuk Lawang Sewu.

Konser Soearaloka adalah bagian dari perayaan HUT ke-16 PT KAI Wisata dan road anniversary ke-39 KLa Project. Hendy Helmy, Direktur Utama KAI Wisata, menjelaskan bahwa tujuan acara ini adalah menghidupkan destinasi heritage melalui seni,

“Kami ingin Lawang Sewu bukan hanya jadi objek wisata sejarah, tapi juga ruang berkesenian yang menghidupkan kota. Target kami menarik wisatawan dari luar kota seperti Jakarta, Jogja, dan Surabaya”, ungkapnya.

Ia optimistis, jika rutin digelar, konser musik di Lawang Sewu akan memberi dampak ekonomi sekaligus melestarikan citra bangunan bersejarah sebagai ikon kebanggaan Semarang.

Lawang Sewu kini mencatat kunjungan rata-rata 4.000 orang per hari, dan bisa tembus 15.000 pengunjung saat libur panjang. Kehadiran konser musik seperti Soearaloka diyakini akan semakin meningkatkan daya tarik wisata heritage ini. Hendy berencana menggelar konser serupa setiap tiga bulan sekali dengan menggandeng Dinas Pariwisata Kota Semarang.

Keberhasilan konser Soearaloka membuka peluang baru bagi Semarang untuk memposisikan Lawang Sewu sebagai pusat kegiatan seni dan budaya. Dengan menggabungkan kekayaan heritage dan kreativitas kontemporer, destinasi ini tidak hanya menarik wisatawan sejarah, tetapi juga pecinta seni dan musik dari berbagai generasi.

Konser Soearaloka dengan KLa Project dan Jikustik telah membuktikan bahwa warisan sejarah dan seni modern dapat bersatu menciptakan pengalaman yang tak terlupakan. Langkah PT KAI Wisata patut diapresiasi sebagai inovasi dalam menghidupkan destinasi heritage melalui gelaran musik berkualitas.

Berita Terkait

spot_img

Berita Terbaru