Sabtu, 7 Maret 2026
32 C
Semarang

PKS Jateng Rumuskan Program Strategis untuk Percepatan Kesejahteraan Masyarakat dalam Rakerwil 2025

Berita Terkait

Semarang – Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Jawa Tengah menggelar Rapat Kerja Wilayah (Rakerwil) yang diikuti 782 pengurus dari 35 kabupaten/kota di Hotel New Metro Semarang, Minggu (30/11/2025). Agenda ini difokuskan untuk menyusun program kerja serta memperkuat peran PKS sebagai bagian dari koalisi pemerintah.

Pembukaan Rakerwil dilakukan oleh Ketua Fraksi PKS DPR RI sekaligus Wakil Ketua Komisi IV DPR RI, Abdul Kharis Almasyhari, yang hadir mewakili Presiden PKS. Kehadiran Komisi IV dinilai relevan dengan isu-isu krusial di Jawa Tengah, mulai dari ketahanan pangan, pertanian, perikanan hingga kehutanan.

Ketua DPW PKS Jawa Tengah, Hadi Santoso, menyampaikan bahwa salah satu perhatian utama PKS adalah persoalan kemiskinan di Jawa Tengah. Saat ini angka kemiskinan tercatat sekitar 9,48 persen. Meski mengalami penurunan 0,1 persen, kondisi tersebut masih tergolong tinggi. PKS, kata Hadi, siap mendukung pemerintah provinsi dalam mengejar target penurunan hingga 7 persen.

“Masih dibutuhkan upaya besar agar penanganan kemiskinan bisa lebih cepat dan tepat sasaran,” ujarnya.

Survei internal PKS menunjukkan dua isu utama yang paling diharapkan masyarakat, yakni penguatan ekonomi dan penyediaan lapangan kerja. Merespons hal tersebut, PKS meluncurkan gerakan ketahanan pangan keluarga berbasis pemberdayaan. Dalam program ini, PKS membagikan 10.000 bibit tanaman kepada keluarga pra sejahtera melalui kader di berbagai daerah.

Di sektor ketenagakerjaan, PKS telah memfasilitasi sekitar 600 pencari kerja—terutama lulusan baru—untuk terserap di berbagai perusahaan sejak Juli 2025. Tahun depan, kerja sama dengan mitra penempatan kerja akan diperluas. PKS juga mengembangkan program Tenaga Kerja Mandiri Pemula (TKMP) yang meliputi pelatihan UMKM, digital marketing, hingga dukungan permodalan. Program tersebut selaras dengan kebijakan Kementerian Ketenagakerjaan di bawah pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.

Pada sektor pertanian, PKS meluncurkan Sekolah Tani sebagai bentuk pendampingan bagi petani. Program ini mencakup edukasi budidaya, pendampingan laporan usaha tani, hingga penyediaan bibit. Hadi menegaskan bahwa sebagian besar masyarakat Jawa Tengah masih menggantungkan ekonomi pada sektor pertanian sehingga pendampingan langsung di lapangan menjadi kebutuhan mendesak.

Selain berbagai program tersebut, PKS juga memperkuat peran Relawan Kemanusiaan PKS yang selama ini aktif dalam aksi sosial dan penanganan bencana. Hadi memastikan PKS akan terus hadir sebagai partai yang responsif terhadap kebutuhan masyarakat.***

Berita Terkait

spot_img

Berita Terbaru