Sabtu, 25 April 2026
32.1 C
Semarang

Gubernur Luthfi Percepat Penanganan Stunting, Jateng Raih Penghargaan Nasional

Berita Terkait

JAKARTA – Upaya serius menekan stunting di Jawa Tengah berbuah manis. Pemerintah Provinsi Jawa Tengah menyabet penghargaan nasional di bidang kesehatan. Hal ini menegaskan keberhasilan strategi terintegrasi yang digerakkan Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, dan Wakil Gubernur, Taj Yasin Maimoen.

Penghargaan kategori Health Ecosystem itu diberikan kepada Ahmad Luthfi pada ajang National Governance Award 2026 yang digelar di Jakarta, Jumat malam (24/4/2026).

Jawa Tengah dinilai berhasil menurunkan angka stunting secara progresif melalui penguatan layanan kesehatan yang menyentuh hingga tingkat desa. Capaian tersebut ditopang berbagai program inovatif, mulai dari Spesialis Keliling (Speling), Cek Kesehatan Gratis (CKG), percepatan layanan rumah sakit (Fastrack RS), hingga penguatan pembiayaan kesehatan dan kolaborasi lintas sektor.

Ahmad Luthfi menegaskan, penghargaan ini bukan sekadar simbol, melainkan pengakuan atas kerja kolektif seluruh elemen di Jawa Tengah dalam memperkuat layanan dasar kesehatan.

“Ini hasil kerja bersama. Kolaborasi 369 rumah sakit dengan puskesmas, laboratorium, hingga stakeholder di tingkat desa menjadi kunci. Semua bergerak dalam satu sistem,” ujarnya.

Diungkapkan, ke depan Pemprov Jateng akan terus mendorong inovasi, terutama dalam penanganan penyakit prioritas nasional seperti tuberkulosis (TBC).

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Jateng, Yunita Dyah Kusminar, mengungkapkan, program Speling memberikan dampak nyata terhadap peningkatan akses layanan kesehatan sekaligus penurunan prevalensi stunting.

Berdasarkan data e-PPGBM, dari 1,9 juta balita yang ditimbang, prevalensi stunting di Jawa Tengah berada di angka 9,8 persen.

“Program ini efektif karena mendekatkan layanan spesialis ke masyarakat, terutama di wilayah dengan keterbatasan akses,” ujarnya.

Speling sendiri menjadi inovasi unggulan karena mengintegrasikan skrining, layanan dokter spesialis, hingga rujukan rumah sakit dalam satu sistem terpadu. Hingga 21 April 2026, program ini telah menjangkau 1.030 desa di 440 kecamatan dengan sasaran lebih dari 97.506 warga.

Tak hanya itu, teknologi seperti X-Ray portable TB X-PRESS turut digunakan untuk mempercepat deteksi dini tuberkulosis di lapangan.

Di sisi lain, capaian program Cek Kesehatan Gratis (CKG) juga mencatat hasil signifikan. Pada 2025, realisasi mencapai 37,73 persen atau 14,29 juta orang. Jumlah tersebut melampaui target nasional. Sementara pada 2026, capaian telah menyentuh 15,79 persen atau lebih dari 6 juta warga, tertinggi secara nasional.

Menteri Dalam Negeri, Tito Karnavian, dalam sambutannya menekankan pentingnya kinerja daerah dalam menopang capaian nasional.

“Kinerja nasional adalah agregasi dari kinerja daerah. Satu daerah saja turun, bisa memengaruhi capaian nasional,” ujarnya.

Selain pemerintah provinsi, dua daerah di Jawa Tengah juga turut meraih penghargaan. Kabupaten Kebumen diapresiasi atas transformasi pelayanan publik dan reformasi birokrasi. Sementara Kabupaten Sragen mendapat penghargaan atas kepemimpinan strategis dalam pertumbuhan inklusif dan tata kelola pemerintahan.

Ajang National Governance Award 2026 memberikan apresiasi pada enam sektor strategis, yakni pertumbuhan ekonomi, ekosistem kesehatan, pendidikan, infrastruktur, tata kelola pemerintahan, serta kepemimpinan strategis.

Prestasi ini mempertegas posisi Jawa Tengah sebagai salah satu daerah dengan inovasi layanan kesehatan paling progresif di Indonesia, khususnya dalam upaya percepatan penurunan stunting.***

Berita Terkait

spot_img

Berita Terbaru